15. MELARIKAN DIRI (FlashBack)

9.6K 1.4K 271
                                        

Three Months Later

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Three Months Later...

Liscannor, Ireland

6.25 AM

Malam yang panjang masih menyelimuti langit Irlandia meski jam telah menunjukkan pukul enam pagi. Di sini, malam memang memiliki waktu yang lebih panjang daripada siang. Matahari baru akan terbit pukul delapan nanti, dan hal itu benar-benar membuat jam tidur Yennifer sedikit tidak teratur.

Ya, kini Yennifer memang tinggal di Irlandia. Pieter yang membawanya ke sini. Entah apa yang merasuki Pieter, pria itu tiba-tiba saja mengajaknya untuk pergi berlibur.

Memang, sejak hari di mana Pieter masuk ke dalam kamarnya selepas kepergian Yhein, pria itu menjadi sedikit berubah. Pieter tak lagi berbuat kasar padanya. Pria itu selalu menemaninya, bahkan saat ia tidur. Pieter berubah, dan itu membuat Yennifer merasa heran sekaligus lega. Setidaknya, kini ia bisa melakukan apa yang ia suka tanpa harus takut menerima konsekuensi dari sang suami.

Yennifer yang telah terbangun dari tidurnya pun kemudian mencoba untuk bangkit-bersandar pada ranjangnya. Yennifer lalu menolehkan pandangannya ke arah sisi tempat tidurnya yang sudah kosong.

"Apa dia tertidur di ruang tamu lagi?" gumam Yennifer dengan penuh rasa penasaran saat ia tidak mendapati Pieter tertidur di sampingnya.

Tak mau ambil pusing akan hal itu, Yennifer pun menghembuskan napas pelan dan kembali memejamkan matanya, menikmati suasana yang begitu damai. Temaram lampu kamar dan damainya suara deburan ombak yang menghantam karang di luar sana selalu berhasil membuat Yennifer merasa rileks.

Yennifer merasa begitu damai dengan tempat yang ia dan Pieter tinggali sekarang. Sebuah rumah sederhana dua lantai dengan gaya minimalis khas pedesaan yang terletak di pinggir tebing adalah hal yang paling membuat Yennifer bahagia saat Pieter mengatakan jika mereka akan tinggal di desa ini selama beberapa minggu.

Di sini, ia bebas untuk melakukan apapun. Dia bisa berjalan ke sana ke mari dan berbicara dengan banyak orang. Sekarang, tak ada lagi mansion besar dengan cctv di setiap sudut yang selalu mengawasi gerak-geriknya. Tak ada lagi para pelayan yang selalu melarangnya melakukan ini dan itu setiap hari. Dan tak ada lagi para anak buah Pieter yang akan senantiasa berjaga di balik pintu dan gerbang utama.

Sekarang, semuanya telah berubah.

Pieter tak lagi melarangnya.

Mengingat itu, Yennifer mengulum senyum tipis. Tinggal di sebuah rumah sederhana yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan benar-benar telah membuat Yennifer mengetahui apa itu rasanya "hidup normal". Jika selama ini, dia terbiasa dengan kehidupan glamour yang penuh aturan dan tekanan, kini dia dapat merasakan kehidupan yang nyaman dan santai.

"Rasanya benar-benar menenangkan," gumam Yennifer sebelum rasa mual tiba-tiba saja menyerangnya dengan begitu hebat. Tanpa pikir panjsng, Yennifer segera membuka mata, turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi dengan gerakkan secepat kilat.

Autumn In The CryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang