19. MENUJU AKHIR

16K 1.6K 422
                                        

Los Angeles, CA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Los Angeles, CA

8.45 PM

Kini malam telah kembali menyapa netra biru Yennifer yang terlihat sayu. Keheningan malam dan gerimis hujan yang jatuh membasahi bumi, nyatanya tak mampu membuat wanita bernetra biru itu merasa tenang.

Wajah cantik yang tidak dipoles make up itu, terlihat sangat lelah sejak pesawat pribadi Pieter mendarat di Los Angeles beberapa jam yang lalu. Mobil yang terus bergerak meninggalkan satu tempat ke tempat lain, seakan menjadi bayangan semu dari balik jendela kaca yang dingin. Netra biru indahnya, kini terlihat begitu kosong menatap jalanan yang kian sepi.

Kilasan-kilasan  yang sekarang mulai sering muncul, rupanya membuat  sikap Pieter semakin menjadi.

"Apa dia kekasihku, Pieter?"

"Tidak peduli dia kekasihmu atau bukan, yang terpenting saat ini kau adalah millikku Nona Muda. Kau milik seorang Pieter Dave Wellington, dan itu tak akan pernah berubah sampai kapan pun."

"Kau hanya memiliki ragaku, karena hatiku-..."

"Hatimu sudah kau berikan kepada dua malaikat kecil kita Oakley. Tidak ada ruang untuk orang lain selain aku dan anak-anakku, apa kau mengerti?"

Perkataan itu, entah kenapa terus saja berputar di dalam ingatannya hingga menimbulkan banyak pertanyaan.

Siapa pria bernetra biru yang muncul di dalam mimpinya?

Apa dia benar-benar pernah mengenal pria itu?

Kenapa rasanya ia tidak asing dengan netra biru yang mirip dengan Pieter itu?

Dan kenapa juga Pieter bisa mengetahui tentang siapa yang ada di mimpinya?

Seakan belum habis dengan semua puzzle itu, sikap Pieter pun kini kian

"Jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu yang tidak penting, Oakley."

Deg!

Dan perkataan itu, langsung membuat Yennifer tersadar dari lamunannya. Wanita itu langsung menatap Pieter yang ternyata tengah menatapnya dengan sangat intens. Netra mereka saling beradu pandang selama beberapa saat, sebelum Pieter akhirnya memutus kontak mata yang terjalin di antara mereka.

"Apa yang kau pikirkan, hm?" tanya Pieter dengan seulas senyum tipis yang terbit di wajahnya. Yennifer menggeleng—terlihat menghindari pembicaraan.

"Tidak ada."

"Apa kau masih memikirkan tentang siapa pria yang ada di dalam mimpimu itu?" tanya Pieter hingga mampu membuat Yennifer menggelengkan kepalanya dengan kaku.

"Tidak.... Aku hanya mengantuk," kilah Yennifer yang kemudian kembali membuang pandangan ke arah luar jendela. Namun baru sepersekian detik ia menatap ke luar, Pieter tiba-tiba saja menarik tangannya, menghimpit tubuhnya di antara kaca yang dingin dan menatap matanya dengan seksama.

Autumn In The CryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang