7. SERAPUH MUSIM GUGUR

13K 1.6K 302
                                        

Canada, 12

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Canada, 12.45 PM

Justin's Mansion

Suasana yang begitu kaku dan mencekam kini sedang mendominasi ruang tamu mansion seorang Justin Reign O'Brian. Di jam tengah malam seperti ini, lebih dari sepuluh orang pria berjas hitam dengan sebuah pistol di tangan masing-masing, tengah berdiri mengelilinginya dengan raut dingin yang begitu mengerikan.

"Justin...," bisik ketakutan dari ibu kedua anaknya jelas terdengar di telinga. Tangan mereka yang saling bertautan kini semakin menggenggan erat satu sama lain demi menyalurkan kekuatan untuk menghadapi situasi yang begitu tak terduga seperti ini.

"Dia kau buang ke mana, Justin?" Suara bariton seorang pria paruh baya yang menyiratkan kemarahan, tiba-tiba saja menggema ke sudut ruangan—memecah keheningan yang sempat terjadi selama beberapa saat.

Justin yang mendengar pertanyaan itu pun hanya bisa tersenyum tipis—tidak merasa takut dengan situasi yang mungkin saja bisa membahayakannya dan juga sangat isteri.

"Kenapa tiba-tiba kau jadi khawatir begitu, Paman? Apa kau sudah mulai mengakuinya?" tanya Justin yang disertai dengan tawa ringan.

"JAGA UCAPANMU JUSTIN!"

Krek!

Teriak pria paruh baya itu hingga membuat seluruh anak buahnya menodongkan senjata ke arah Justin. Pelatuk pistol yang semula hanya dipegang, kini telah ditarik seolah bersiap untuk mengantarkan sebuah nyawa ke alam baka.

"Justin, aku takut," bisik Yasemine dengan wajah pucat pasinya dan netra cokelat madu yang menatap ke arah Justin. Justin yang memaklumi ketakutan Yasenine pun perlahan menoleh dan menatapnya dengan lembut.

"Jangan takut sayang, ini hanya gertakkan," bisik Justin sebelum ia mengecup kilas pipi Yasemine di hadapan Rion O'Brian—paman kandung sekaligus ayah dari mantan kekasih atau sepupunya—Yennifer Oakley Harris. Yasemine yang mendengarnya pun, lebih memilih untuk kembali bungkam dan menyembunyikan wajahnya di balik bahu kekar sang suami.

Yasemine takut.

Wanita itu masih tidak terbiasa dengan 'permainan' orang kaya seperti klan O'Brian dan klan Vauricci. Terlebih semua ini terjadi di saat ia baru mengetahui jika ia tengah berbadan dua.

Ah, beruntung kedua anaknya sudah tertidur lelap!

"Aku sudah mengirim Yennifer kembali ke Wyoming tiga bulan yang lalu. Dan jika dia tidak kembali, maka itu bukan lagi urusanku, Paman," ujar Justin dengan raut yang begitu serius.

Rion yang mendengarnya pun hanya bisa menghembuskan napas kasar.

"Kau hampir membunuhnya Jus-.."

"Aku hampir membunuhnya karena dia sudah berani menyentuh wanita dan anak-anakku!" tegas Justin yang kini telah mengeluarkan sifat aslinya.

Yasemine yang menggenggam tangan Justin pun dapat merasakan jika pria itu tengah berusaha mengendalikan emosinya mati-matian, terlebih di saat memori tentang kejadian yang hampir menewaskan dirinya, Javier dan Yesselyn kembali diungkit.

Autumn In The CryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang