23. THE LAST WINTER

11.3K 1.3K 121
                                        

Wyoming, Amerika Serikat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Wyoming, Amerika Serikat

Udara pagi yang begitu dingin menyambut kota Wyoming hari ini.
Rintik hujan yang sejak semalam mengguyur kota, nyatanya turun semakin deras hingga pagi. Angin kencang dan gemuruh petir yang menyambar seakan menandakan bahwa musim dingin benar-benar akan tiba sebentar lagi.

Ceklek!

Rion membuka pintu kamarnya saat jam masih menunjukkan pukul enam pagi. Pria paruh baya dengan balutan mantel hitam panjang itu masuk ke dalam kamarnya dengan ekspresi yang sangat dingin. Tak ada senyum hangat yang bertengger di wajah tampannya yang tegas.

"Tidak berhasil menemukannya, bukan?"

Baru saja ia akan melangkah masuk lebih jauh, suara Axille yang kini tengah duduk santai di depan perapian langsung mengalihkan perhatiannya. Dengan gerakkan yang begitu anggun, Axille mulai bangkit dan berbalik menatap sang suami dengan begitu sinis.

Kebencian, kekecewaan dan amarah jelas terpancar di antara netra biru Axille yang indah. Wanita dengan balutan gaun tidur satin berwarna silver itu jelas sedang mencoba untuk mengintimidasi seorang Rion O'Brian yang kembali gagal membawa puterinya kembali ke Wyoming.

"Seperti biasa, Rion O'Brian yang  bodoh tidak akan pernah mampu menemukan siapa pelaku di balik penculikan puterinya sendiri," ejek Axille dengan kekehan sinis yang mengundang gejolak ego dari dalam diri seorang Rion O'Brian.

Pria itu tidak terbiasa untuk diremehkan seperti tadi!

Namun seakan mencoba untuk bersabar menghadapi sikap Axille yang terlalu frontal dan tak kenal takut, Rion pun memilih untuk diam. Pria itu hanya memandangi isterinya dengan raut lelah. Hampir dua bulan dia tidak kembali ke Wyoming demi mencari Yennifer dan sekalinya ia kembali, Axille malah memberinya sambutan yang luar biasa membakar ego.

Melihat keterdiaman Rion, Axille pun menyunggingkan sebuah senyum manis . Perlahan, wanita itu mulai berjalan mendekati suaminya. Hingga pada saat ia berhadapan langsung dengan sang pemilik wajah dingin, Axille membuang senyumannya.

"Kau kembali mengingkari janjimu untuk membawanya kembali Rion," bisik Axille dengan tatapan mata yang tertuju langsung ke arah netra gelap sang suami.

"Kau bilang, kau tidak akan kembali sebelum menemukannya, tapi-...." Axille menjeda kalimatnya dan menatap lekat-lekat wajah dingin tanpa ekspresi yang ada di hadapannya.

"Tapi nyatanya kau kembali dengan tangan kosong, sialan!"

"Watch your words, Axie..." geram Rion.

Bugh!

"Kalau begitu kembalikan puteriku, O'Brian!" teriak Axille sambil memukul kencang dada Rion. Wanita itu sudah merasa sangat putus asa karena Rion tak kunjung menemukan titik terang atas hilangnya puteri mereka setelah Justin mengirimnya kembali dari Los Angeles.

Autumn In The CryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang