[Bahasa] Completed
Definition of Cognitive: Relating to, being, or involving conscious intellectual activity (such as thinking, reasoning, or remembering).
Johnny survived his live with thinking, doing things with his reasons, and tried to remember...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tungkai panjang itu berlari menghiasi koridor kosong pada pukul delapan pagi. Lelaki berpakaian serba hitam itu hari ini menghalau cuaca dingin –akibat hujan yang mengguyur kota semenjak tengah malam– dengan melompati anak tangga hingga sampai pada lantai dimana kelasnya pagi ini diadakan.
Para mahasiswa satu angkatannya sudah duduk tenang mendengarkan penjelasan dosen saat ia mengintip dari jendela kecil di pintu. Ia tau jika ia memutuskan untuk tetap mendorong kenop, kemungkinan riwayatnya tamat cukup besar.
"Seperti apa yang sudah kalian baca di artikel tersebut, pada dasarnya media massa mempunyai dua dimensi yang saling berhadapan. Untuk melayani publik dan mengawasi para penguasa. Karena itu media massa punya fungsi konstruktif–"
Pak Hilman menghentikan kalimatnya di udara begitu melihat seorang Johnny Sergio berdiri di ambang pintu dengan cengiran kaku dan rambut yang berantakan. "Dan apa saja fungsi konstruktif media massa dalam proses politik, Johnny?"
"Hah?" Johnny gelagapan. Ia segera mengedarkan pandangan ke seluruh kelas, mencari siapapun teman satu kelas yang ia bisa mintai jawaban. Lalu pandangannya terhenti pada Jennifer yang berkata dengan suara pelan, ia pun mengangguk.
"Fungsi pengawasan, pencerahan politik, dan menumbuhkan partisipasi politik, Pak."
Pak Hilman menghela nafas, lalu bersidekap. "Kamu sudah dua kali terlambat ya. Minggu depan kalau masih terlambat juga, ambil mata kuliah ini lagi semester depan."
"Maaf, Pak." ucap Johnny sedikit menunduk.
"Kali ini apa alasan kamu?" Pak Hilman melepas kacamata yang bertengger di hidung. Tidak ada bedanya, karena pria tua itu masih menatap Johnny dengan sengit.
Johnny mengusap tengkuk selagi memikirkan alibi lain. "Eh.. Itu, Pak.. kayaknya anak tangga barat lebih banyak dari kemarin."
Mendengar jawaban tidak masuk akal, Pak Hilman menggelengkan kepala heran. Berbeda reaksi yang diberikan teman satu kelas lain yang berusaha menahan tawa mendengar alasan tidak masuk akal yang Johnny lontarkan. Johnny sendiri segera memejamkan mata seraya menggigit bibir bawahnya, menahan tawa atas alasan konyolnya hari ini setelah minggu lalu beralibi kalau dia lupa jalan ke kampus pada mata kuliah yang sama.
Johnny segera melangkah ke bagian belakang kelas saat Pak Hilman mempersilahkan duduk. Hampir seluruh kursi terisi penuh, menyisakan beberapa bangku kosong di belakang. Biasanya, kursi ini diperuntukan untuk para mahasiswa yang datang terlambat. Dan Johnny yakin Sicheng pun datang tidak lama sebelum ia masuk, terbukti saat melihat laki-laki dengan kacamata itu tengah menopang kepala dengan mata sayu.
Mendengar kursi bergeser, Sicheng tersentak. Disaat membuka mata, ia hampir saja menghajar wajah Johnny yang terlalu dekat dengan wajahnya.
"Goblok. Ngapain lo?" Cowok tersebut mengomel setengah berbisik, meminimalisir resiko Pak Hilman menyoroti keduanya, selagi tangannya menyentak kepala Johnny agar menjauh.