Kedua mata Natasha bertemu dengan cahaya matahari yang menembus tirai tipis pagi itu. Ia mengeratkan genggaman pada mug berisikan teh hangat, merapatkan tubuh menggunakan selimut tipis dengan wangi khas almond dan vanilla yang bersatu.
"Kakak ngga nemu sandwich atau salad yang bagus. Makan ini dulu ngga apa-apa ya?" Johnny meletakkan satu tote bag diatas meja belajar, lalu mengeluarkan enam bungkus roti dan empat susu kotak.
"Gapapa."
Mendengarnya, Johnny tersenyum kecil. Mengacak rambut Natasha sejenak sebelum sibuk merapikan meja belajarnya yang berantakan.
"Kamu hari ini ada kelas?"
Natasha mengangkat bahu. Ia saja lupa ini hari apa. "Kakak ada?"
"Nope."
Hening setelahnya.
"Kak..." panggil Natasha.
"Hmm?"
"Kok aku disini ya?"
Tangan Johnny yang sedang memegang buku menggantung di udara. Dia melirik Natasha untuk mendapati gadis itu sudah menatapnya lebih dulu dengan wajah kebingungan.
"Penasaran atau beneran lupa?"
"Ngga ingat apa-apa."
Helaan nafas terdengar. Johnny menarik bangku dan duduk menghadap Natasha yang masih setia duduk di sisi kasur semenjak ia bangun. Posisi duduknya mencondong ke depan, menopang kedua siku pada pahanya.
"Kakak tanya ya," ujar Johnny dengan lembut. "Kamu kemarin ke Murphy's sama siapa?"
"Sendirian."
"Ngga dianter pak Anwar?"
"Dianter kok," Kepala Natasha membuat gerakan anggukan beberapa kali. "Tapi habis itu aku suruh pulang."
"Kok gitu?" Dahi Johnny berkerut. "Kamu janjian sama temen? Atau gimana?"
"Karna.. aku lagi mau sendiri?" jawab Natasha yang lebih seperti pertanyaan. Dan sebelum Natasha bertanya lebih lanjut, cewek itu menyerbu pertanyaan. "Kok aku disini? Terus kenapa kamu bisa tau aku di sana?"
"You called Jefrian. And we're roommates." jawab Johnny. "You get my point?"
Natasha menggeleng. "Jef-nya mana?"
"Nginep di rumah Tevin." Kini Johnny merubah posisi menjadi bersandar. "Kamu di asrama khusus mahasiswa laki-laki, for your information. Dan aku ngga mau kamu bangun-bangun kaget ada orang lain, karena dalam satu ruangan ini ada empat orang. Yang dua lagi juga nginep di rumah temen. Dari semalam cuman ada aku doang."
"Wow..."
Johnny meraih satu ponsel yang baterainya sudah diisi penuh, menyerahkan ke Natasha. "Sorry, aku tadi hubungin Nicole lewat hape kamu buat bawain baju. Abisnya muka kamu gampang ke detect buat unlock."
---
Gadis yang menggunakan sepatu kets putih sebagai alas kakinya berhenti berjalan setelah kurang lebih lima belas meter dari gedung asrama. Ia menghela nafas sebelum menoleh, menghadap sosok lelaki yang sejak tadi berjalan di belakangnya.
"Are you following me?"
"I'm not." Johnny menggeleng.
Natasha tidak bergeming. Ia menatap Johnny, lalu kembali berjalan menuju gedung fakultasnya. Lima meter selanjutnya ia kembali berhenti, kali ini berbalik badan dan berkacak pinggang menatap satu orang yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Cognitive || johnny
Fanfiction[Bahasa] Completed Definition of Cognitive: Relating to, being, or involving conscious intellectual activity (such as thinking, reasoning, or remembering). Johnny survived his live with thinking, doing things with his reasons, and tried to remember...
