Perjanjian lima belas menit berubah menjadi enam puluh menit. Johnny yakin ia berada dalam masalah saat masuk ke dalam rumah melalui pintu garasi dan menemukan Mama sudah berdiri dengan tangan terlipat di depan dada.
Wanita paruh baya dengan kacamata baca yang bertengger di hidung, mengikuti langkah Johnny saat ia menyimpan kunci mobil pada rak khusus, mencuci tangan di wastafel, hingga menyimpan sepatu pada lemari.
"Lima belas menit waktu standar dimana, Johnny?" tanya Mama sesaat Johnny hendak menaiki tangga. "Darimana kamu?"
"Ma... boleh besok aja ya ngobrolnya? Aku capek." jawab Johnny membuang muka. Victoria tidak berhenti sampai situ. Wanita tersebut kembali bertanya. "Mama tanya kamu darimana? Mama juga lihat kok kamu capek."
"Ada, ngurusin klien tante Beth dari Singapore tiba-tiba minta tambahan publikasi." balas Johnny asal.
"Sopan kah kamu ngomong seperti itu sama Mama? Mama ngga mau bicara sama punggung kamu."
Terkadang Johnny lupa, Victoria sangat taat etika, norma dan aturan. Segala sikap yang bertentangan dengan wanita itu akan dikonfrontasi saat itu juga, termasuk anaknya sendiri. Tangan Johnny ditarik pelan hingga meja makan, Mama menyeduh teh dalam dua cangkir terpisah sebelum duduk di seberang anaknya.
"Kamu lebih pilih Mama bisa masak atau ngga?" tanya Mama dengan tenang.
Alis Johnny menyatu. Ia pulang larut malam dan Mama mempertanyakan hal yang bisa ditanyakan lewan pesan chat? Atau ini hanya sebuah kiasan lain yang dibuat oleh Victoria?
"Kok tiba-tiba jadi masak? Mama mau belajar masak?"
Victoria meletakkan cangkir diatas meja. "Kamu lebih pilih Mama bisa masak tapi Mama ngga bisa memberi pendidikan dasar untuk anak-anak Mama, atau kamu lebih pilih Mama ngga bisa masak tapi Mama bisa memberi pendidikan dasar untuk kamu dan Natasha supaya perlaku sesuai etika dan norma keluarga?"
Oh. Johnny menganggukan kepala. Sampai sini ia sudah memahami maksud dari pertanyaan sang Ibu. Pertanyaan ini cukup menjebak untuknya, karena ia ingat pernah mengeluh saat SMP karna Mama tidak pernah masak. Tidak seperti anak-anak lain yang dibawakan bekal hasil masakan ibunya. Mama bertanya pertanyaan yang menyerupai seperti saat ini. Sayangnya, memori Johnny tidak cukup ingat dengan jawaban yang dia berikan saat itu.
"Padahal Mama bisa kasih dua-duanya. Kenapa aku harus pilih?" balas Johnny. Sebuah pertanyaan yang mungkin akan selamanya tertanam dalam pikirannya, tanpa ia berani ucapkan secara langsung.
"Kalau Mama, pilih lebih baik Mama ngga bisa masak daripada Mama harus berhadapan dengan attitude kamu yang seperti itu. Dari dulu Kakak ingat Mama bilang apa? Terserah kamu mau minum, mau liburan ke Monako sebulan, mau cari patung sampai ujung dunia juga asalkan kamu jangan bohong sama Mama. Mama lebih pilih kamu nakal, daripada kamu bilang baik-baik aja tapi bohongin Mama biar ngga khawatir."
Johnny menundukan kepala. Baginya, menatap jemari yang bertaut satu sama lain di bawah meja lebih aman dibandingkan menatap Mama. Tidak bertahan lama, hingga ia memberanikan diri menatap wajah Mama dan mempertanyakan satu hal yang selalu berputar dalam benaknya.
"Kalau Mama nggak mau dibohongin, kenapa Mama bohong sama aku dari awal?"
Victoria terkesiap. Terlihat dengan jelas perubahan ekspresi wajahnya menjadi tegang. "Kamu bicara apa?"
"Kalau Mama nggak mau dibohongin, kenapa Mama ngga bilang sama aku atau Natasha dari awal? Kenapa aku harus tau karena nggak sengaja dengar?"
"Karena saya nggak mau kalian melihat saya dan Papa-mu dengan pandangan berbeda." jawab Mama dengan cepat. "Saat itu bukan kondisi psikologis tepat buatmu untuk tau. Saya dan Papa-mu sudah membicarakan hal ini sebelumnya, kami sudah berencana menjelaskan padamu. Tapi Mama sendiri yang mengundurnya, Johnny. Saya tidak siap membayangkan perubahan yang akan terjadi setelah kamu mengetahuinya."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Cognitive || johnny
Fanfic[Bahasa] Completed Definition of Cognitive: Relating to, being, or involving conscious intellectual activity (such as thinking, reasoning, or remembering). Johnny survived his live with thinking, doing things with his reasons, and tried to remember...
