[Bahasa] Completed
Definition of Cognitive: Relating to, being, or involving conscious intellectual activity (such as thinking, reasoning, or remembering).
Johnny survived his live with thinking, doing things with his reasons, and tried to remember...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eh, ketua senat!"
Johnny mengalihkan pandangan dari ponsel begitu merasa dipanggil.
Oh, jabatan lelaki itu sebagai ketua memang tidak bisa diragukan lagi. IPK diatas rata-rata, kemampuan bersosialisasi dengan baik adalah kunci utama seorang Johnny ditunjuk sebagai ketua senat meski awalnya agak sedikit ogah-ogahan.
Cowok dengan beanie hijau itu mendongak, mendapatkan salah satu teman satu angkatannya menghampiri.
"Ya sama aja." Johnny mendengus. "Lo ada apaan nih nyari gue?"
"Nyari tebengan balik." jawab Tevin santai. Membuat Johnny menatapnya dengan datar, tatapan yang membuat baik anggota senat bahkan ketua BEM akan segera tunduk kepada Johnny begitu lelaki tersebut mengeluarkan raut wajah seperti itu. Tapi hal ini tidak akan berlaku dengan teman-teman dekat. Mereka kebal dengan tatapan tersebut. Kecuali Jef, sih.
"Lo bukannya baru sampe kampus?" tanya Johnny memastikan. Karena seingat dia tadi pagi saat ingin berangkat, Tevin sedang bermalas-malasan diatas kasur dengan nintendo-nya.
"Emang. Biar bikin lo emosi aja." jawab Tevin masih dengan intonasi santai. Cowok itu terbahak setelahnya, mendorong punggung Johnny menuju kantin dimana teman-teman yang lain sudah menunggu.
Sudah hal lumrah mahasiswa nongkrong di kantin pada jam-jam pergantian sesi satu ke sesi lainnya. Pasti banyak mahasiswa yang melipir ke surga dunia ini, apalagi universitas ini dikenal dengan kantin yang memiliki makanan enak. Tidak jarang pekerja kantoran sekitar makan siang di tempat ini. Mulai dari makanan berat, makanan ringan, bahkan minuman kekinian pun ada disini. Universitas juga menyediakan dining hall bagi para mahasiswa yang tinggal di asrama, dengan cara menyediakan makanan pada setiap jam makan. Minusnya? Entah, Johnny tidak memikirkan kekurangan dari kantin kampus kecuali larangan merokok yang membuat dia dan teman-temannya terkadang mesti keluar dari area kampus dan melipir di minimarket terdekat.
"Botak ya lo makanya pake beanie?" tanya Jef sesaat Johnny menempelkan tubuhnya pada bangku panjang.
Kedua mata Jef membulat mendengar penuturan orang Jepang yang hari ini makan siang dengan menu makanan khas Korea. Pandangannya beralih dari Yuko menuju Johnny, kemudian berganti menuju Yuko lalu Johnny, dan berakhir di Tevin.
"Beneran?" tanya Jef dengan polos.
"Ternyata akademik doang akselerasinya. Gampang diculik lo Jef."
Tevin menggelengkan kepala, lalu tertawa diikuti Yuko juga Johnny. Terlihat bahu Jef melemas, anak itu meletakkan sumpit diatas mangkuk lalu meneguk air mineralnya. "Bercandanya ngga lucu tau."