[Bahasa] Completed
Definition of Cognitive: Relating to, being, or involving conscious intellectual activity (such as thinking, reasoning, or remembering).
Johnny survived his live with thinking, doing things with his reasons, and tried to remember...
Cognitive Dissonance: The state of having inconsistent thoughts, beliefs, or attitudes, especially as relating to behavioral decisions and attitude change. (Keadaan dimana pikiran, keyakinan, atau sikap yang tidak konsisten terutama yang berkaitan dengan keputusan perilaku dan perubahan sikap).
---
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa sedih?"
Satu pertanyaan singkat diajukan Natasha saat menghampiri Johnny sore itu setelah acara pemakaman selesai. Satu pertanyaan berisi dua kata, membuat lelaki dengan pakaian serba hitam itu berhenti memperhatikan keadaan kota dari lantai teratas gedung Benavent dan mengalihkan pandangan.
"Kenapa kita harus sedih disaat orang lain hanya memberi simpati dan empati kemudian kembali menjalani hidup seperti biasanya?" tanya Natasha. "Kita bahkan nggak punya waktu untuk berduka, kan? Kalau lihat dimana tempat kita berdiri sekarang?"
Tatapan sendu itu memaksa sepasang mata agar menatapnya. "Papa udah tenang disana, Johnny. Dengan kamu tangisin, emang bisa buat Papa balik ke dunia?"
"Terus kamu pikir dengan langsung mengadakan rapat pimpinan maka semua kesedihan lo akan berkurang?" Johnny kembali menyerang Natasha dengan pertanyaan. "Dimana pikiran lo? Papa baru dimakamin dua jam yang lalu dan sekarang lo nyuruh semua orang balik kerja?"
Tangan gadis itu mengepal keras. Menahan segala emosi yang mungkin saja bisa meledak dalam waktu singkat. Dapat Johnny lihat bagaimana gadis itu menggigit bibir, menahan dari getaran bersamaan airmata yang ia tahan agar tidak terbendung.
"Natasha, take some time. Kita masih berduka. Mereka pasti paham."
Dengan perlahan, Johnny meraih tangan Natasha dan mengusap kepalan itu hingga melembut. Bertepatan dengan airmata yang pada akhirnya turun setelah tidak ada satupun pelayat yang melihat setitik tangisan dari putri Arthur Benavent. Tubuh kokoh itu segera menarik Natasha dalam pelukan, mengusap punggung sang adik dengan gerakan teratur.
"Kenapa.. Kenapa harus Papa? Kenapa nggak aku aja yang pulang?" Racau Natasha ditengah isakannya. "Papa belum lihat aku sukses. Papa belum lihat hasil usaha aku setelah semua orang bilang aku cuma anak yang nggak akan jadi apapun kalau bukan Papa yang bantu. Papa belum-"
Sakit.
Satu kata cukup mendeskripsikan bagaimana perasaan Johnny mendengar sebagian dari banyak keluh kesah Natasha. Hatinya sakit mendengar pernyataan walaupun akhirnya Natasha membuka diri, pernyataan tersebut terlalu keras untuk didengar.
"Natasha stop prioritizing other people. You have done so much for people around you, Sha. Berhenti ya? Coba untuk lebih peduli dengan diri kamu sendiri."
Tiga hari sebelumnya, Johnny tidak sengaja mendengar perdebatan antara Mama dan Natasha yang terjadi di pagi hari. Papa saat itu sudah berangkat, menyisakan Johnny dan Marina yang sibuk mengontrol asisten rumah tangga lain. Selagi berusaha menikmati sarapan menuju makan siang, Johnny dapat mendengarnya walapun sedikit senyap.