A Bump on The Road

117 22 1
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pada akhirnya, manusia hanya bisa berencana. Sisanya, Tuhan yang melaksanakan. Salah satunya termasuk pengambil alihan jadwal program kerja organisasi.

Rencana Johnny yang ingin merapikan sekretariat klub Fotografi hanya bisa disimpan dalam memori, dengan kenyataan lelaki itu sekarang berdiri di samping runway. Memperhatikan puluhan panitia dengan tugas masing-masing, memastikan acara berjalan lancar dengan waktu yang sudah ditentukan. 

Dengan konsep fashion-forward, pertunjukan ini membuat para Glitterati pengisi front-seat terkagum. Bahkan jauh-jauh hari sebelumnya, kelompok yang dipenuhi oleh sosialita, fashionista, dan selebriti internet yang kita kenal sekarang sebagai selebgram, sudah saling berinteraksi dengan satu sama lain membahas fashion week yang diadakan kampus ternama di kota mereka. 

Johnny melirik ke arah Yeara, penanggung jawab publikasi selama masa promosi festival. Perempuan itu tengah berusaha menahan senyum lebar selagi memperhatikan penonton yang ternyata lebih dari perkiraan. Terlebih kebanyakan dari pengunjung sering mengabadikan pertunjukan melalui ponsel dan mengunggah di sosial media. Tidak jauh dari Yeara berdiri, terlihat Billy tengah mengatur nafas setelah membantu divisi logistik menyiapkan tambahan kursi panjang lebih untuk para tamu undangan.

Niat ingin meninju lengan lelaki itu Johnny urungkan. Ia kira, permintaan tukar shift dalam Billy untuk mengawas hari ini karena anak itu masih hangover

Well, no one expected this


"Test. Test."

Terdengar suara dari Handy Talky. Johnny segera merapatkan earphone lebih dalam ke telinganya.

"Masuk."

"Yang laki-laki tolong ke backstage, ada yang pingsan! Medis tolong kesini sekalian siapin ruangan di Health Center!"

Tanpa menunggu waktu lama, Johnny berlari menuju area belakang panggung. Di bagian Barat panitia sudah berkerumun membentuk lingkaran, termasuk Mario yang memangku kepala seorang perempuan –dikenali sebagai model karena baru saja turun dari panggung– sambil menepuk kedua pipi gadis itu beberapa kali.

"Siapa?"

"Nicole."

Degup jantungnya seolah berhenti berdetak saat itu.

Rasa panik terlukis pada wajah Johnny. Ia segera melepas kemeja yang melapisi kaos hitam, menutupi kaki Nicole kemudian mengambil alih tubuh gadis itu dari pangkuan Mario. Ia membopong tubuh tersebut menuju pusat kesehatan diikuti Elxie dan Mario yang membantu memberikan jalan. Beruntung para petugas medis selalu siaga, sehingga Nicole segera diletakan pada brankar untuk kemudian dilakukan penanganan pertama.

Langkah kaki memenuhi koridor sepi. Sicheng dan satu pria yang terlihat lima tahun lebih tua darinya menghampiri Johnny dan Mario, sementara Elxie membantu petugas di dalam. Raut wajah mereka sama-sama menunjukkan kepanikan luar biasa.

The Cognitive || johnnyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang