[Bahasa] Completed
Definition of Cognitive: Relating to, being, or involving conscious intellectual activity (such as thinking, reasoning, or remembering).
Johnny survived his live with thinking, doing things with his reasons, and tried to remember...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gadis berambut hitam itu menghembuskan nafas lega saat menemukan tempat kosong setelah hampir seluruh isi manor dipenuhi oleh tamu undangan.
Ia mengeluarkan satu kotak sigaret dari dalam mantel pelapis dress hitamnya malam ini. Setelah menyalakan satu dengan pemantik, gadis itu bersandar pada salah satu pilar yang menghadapkan bagian belakang rumah keluarga Hendrich dengan danau buatan.
Ketenangan adalah hal yang dibutuhkan gadis itu saat ini. Setelah banyaknya informasi yang ia terima dalam kurun waktu dua jam, dia butuh udara segar. Terlebih melihat menumpuknya tamu undangan dengan berbagai macam tujuan; bersenang-senang, berbisnis, atau memang terpaksa datang.
"Natasha Elora Benavent."
Terasa aliran darah berdesir naik ke dalam kepala. Bulu kuduk Natasha meremang begitu mendengar suara berintonasi rendah memanggil namanya.
Perlahan, ia mengangkat kedua tangan ke udara tanpa menoleh. Masih dengan satu batang rokok terapit diantara jari telunjuk dan jari tengahnya. Gadis itu dapat merasakan seseorang berjalan menghampirinya.
"Go on, chastise me." ucapnya pasrah.
Laki-laki tersebut tersenyum masam. "Bagi satu."
Lantas Natasha menurunkan kedua tangan. Iris matanya tidak berhenti memindai Johnny dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tidak berhenti disana, ia tidak bergeming saat sang kakak merogoh saku mantelnya, mengambil satu rokok dan menyalakannya seolah tidak ada beban.
"Tau gitu dari kemarin kita ngerokok bareng." celetuk Johnny agak sedikit nyeleneh.
Berbeda dengan Johnny yang terlihat santai sambil menikmati udara malam, Natasha masih berusaha menetralkan debaran jantung yang tidak berarti apa-apa. Ia kira, Johnny akan membuang semua isi dalam kotaknya saat menemukan adiknya merokok. Ia sudah menyiapkan pasokan airmata untuk menangisi sigaret yang ia beli jauh-jauh dari Argentina itu.
Namun siapa sangka bahwa kini keduanya saling menghembuskan asap tembakau, berdiri bersisian sambil memandang langit malam?
"You know? Sometimes I wish to be a commoner whose live depends on salary." cetus Natasha mengeluarkan isi dalam kepalanya. "Or just an ordinary people at all."
Sang kakak menatap adiknya dengan iba. Semenjak bertemu lagi dengan perempuan ini, Johnny selalu berpapasan dengan kesedihan sang adik. Sempat terlintas dalam pikirannya, apakah ini sebuah karma yang harus ia terima?
"Emang kenapa?" tanya Johnny.
Tentu saja ia tau kemana arah pembicaraan ini.
Adiknya sudah pasti mengetahui rencana Papa walaupun masih keinginan yang belum terealisasikan. Sebelum ia memutuskan untuk mencari Natasha, Johnny berpapasan dengan Sicheng. Cowok itu juga sedang mencari orang yang sama.