The Other Side

168 27 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Johnny menghembuskan nafas untuk ketigapuluh kali dalam kurun dua jam terakhir. 

Beberapa hari terakhir ini lelaki itu disibukkan dengan kegiatan perkuliahan dan organisasi, seperti para mahasiswa aktif pada umumnya. Bangun tidur, menghadiri kelas, makan siang, menyicil tugas, kembali mengikuti kelas, kemudian menghadiri rapat persiapan festival musik yang sudah hitungan hari, kembali ke asrama, tidur, dan kembali berulang. 

Belum lagi urusan perasaan.

Play hard to get. Thalia kembali bersikap acuh seperti beberapa bulan sebelum akhirnya Johnny berhasil menyatakan perasaannya pada gadis itu.

Well deserve, karena Thalia Anastasia adalah seorang perempuan konsisten dengan segala kemandiriannya. Jika lelaki manapun tidak bisa menyamai langkahnya, maka lebih baik mengambil langkah mundur dengan teratur.

He should've thanked his sister. But then again, Natasha is nowhere to be found. Gadis itu bahkan hanya membaca pesan yang Johnny kirim tanpa ada niat untuk membalas. 


"Totalnya dua puluh lima ribu. Ada kartu member?"

Jemari lelaki itu menarik kartu berwarna biru sekaligus menyerahkan uang lembar dengan nominal lebih besar kepada kasir. Setelah menerima uang kembali, ia meraih tiga onigiri dan satu botol minuman isotonik lalu melangkah mendekati pelataran depan Lawson untuk menikmati makan siang yang tertunda. 

Dua jam setelah waktu makan siang terlewati. Johnny menghabiskan waktu tersebut untuk melakukan konsultasi dengan pembimbing akademik mengenai penempatan pelatihan kerja lapangannya semester depan, kemudian dilanjuti dengan rapat dengan pengurus inti festival fakultas yang sudah dalam hitungan hari. Terlalu larut dalam diskusi sehingga tidak menyadari bahwa dalam waktu 15 menit, kelas selanjutnya akan dimulai.

Cowok pemilik nama tengah Sergio tersebut menikmati makan siangnya dengan tenang. Pandangan berkeliling memperhatikan wilayah sekitar, ada beberapa gazebo dan spot lain yang dipenuhi mahasiswa, entah untuk berdiskusi atau hanya sekedar mengisi kekosongan waktu. Namun dahinya berkerut ketika melihat sosok yang ia kenali tengah duduk di undakan tangga bersama petugas kebersihan --ia mengenali karena warna seragam yang khas-- dan terlihat berbincang bersama.

Diantara kedua manusia tersebut terdapat beberapa kudapan, keduanya terlihat menikmati bersama. Five solid minutes Johnny watched them talking. Tidak lama kemudian staff tersebut pamit undur diri, meninggalkan Nicole duduk sendiri di undakan.


"Oi, ngapain?"

Perempuan itu hampir melempar ponsel begitu melihat Johnny tengah berdiri di belakangnya dengan tatapan penuh tanya. Nicole melirik ke arah kanan dan kiri bergantian, mengulum bibir bawah selagi bergumam.

"Mmm... duduk?"

Johnny mengangkat alisnya. Jawaban yang aneh. Semua orang juga tau dia sedang duduk. Memangnya orang melihat gadis ini sedang apa? Handstand? Tidak.

The Cognitive || johnnyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang