chapter 4

12.4K 790 5
                                        

Update

Update

Typo harap maklum

Happy reading

Sebulan setelah acara itu , ibu pak Dimas pernah dua kali datang ke kantor dan menyapa Maria, ia berkata jika ia menyukai maria

Waktu menunjukan pukul 20.00 Maria masih ada diruangannya, ia baru saja menyelesaikan salah satu projects nya, tinggal satu lagi dan ia bisa langsung mencari agen travel buat umroh.

Saat ia keluar dari ruangannya tak lupa mematikan lampu ia melihat ruangan pak Dimas masih terang benderang , semua karyawan telah pulang. Ia menghampiri ruangan bosnya merasa ada yang salah karna tak biasa bosnya masih di kantor pada jam segini.

Ia melihat Dimas dari pintu kantornya yang terbuka ia sedang termenung, Maria mengetuk kaca ruangan Dimas, Dimas mengangkat kepalanya melihat siapa yang mengetuk

“ masuk Maria” ucap Dimas ,
Maria masuk lalu duduk di depan Dimas “ ko belum pulang pak?” tanya Maria

“ kamu sendiri kenapa belum pulang” tanya Dimas balik

“saya baru menyelesaikan projects rumah 1 miliar milik PT. Be’beauty cosmetica pak” jawab Maria

“ bagus .. kamu emang loyal sama biro kita, saya suka kamu” makna yang ambigu, tapi Dimas tidak meluruskan ucapanya antara suka Maria secara pribadi atau suka dengan hasil kerja Maria

“Apa ada masalah pak?” tanya Maria
Dimas hanya terdiam memandang Maria lalu ia menyerahkan sebuah berkas kepada Maria dan Maria membuka berkas itu yang isinya adalah surat resmi dari departemen agama jika Dimas Anggara resmi bercerai. Dimas resmi jadi duren.

“ Saya turut bersedih pak , sayang sekali bapak harus bercerai” ucap Maria

Dimas memberi Maria sebuah seyuman hambar “ tidak sayang sekali Maria, justru seharusnya saya melakukan ini setahun yang lalu” ucap Dimas

“selama 5 tahun ini ternyata banyak sekali konflik yang terjadi , dua tahun terakhir kami sudah tak akur dan setaun ini pertengkaran terjadi lebih sering, mami tahu semuanya, puncaknya Maya sudah tak ingin repot-repot datang diulang tahun mami,atau sekedar pura-pura untuk hari sepesial mami, saya tahu mami kecewa saat itu, tapi ini yang terbaik bagi kami karna kami sudah kehilangan cinta yang pernah kami rasakan” curhat Dimas, ia mengembuskan nafasnya

Maria tak tahu harus menanggapi seperti apa dengan situasi ini “ yang sabar ya pak, saya tahu ini masa tersulit bapak, tapi tetap semangat pak jangan murung” hibur Maria walau canggung

“ makasih Maria, mas tau kamu terkejut juga” Dimas tersenyum menangkan Maria yang canggung.

“ Iya pak” jawab Maria

“ kita Cuma berdua Maria, gak harus formal” lurus Dimas

“ baik mas” lirih Maria

“ kamu mau disini terus atau mau pulang “ ucap Dimas,Maria langsung berdiri dari duduknya

“ pulang pak, mas “ jawab Maria , Dimas tertawa pelan mendengar ucapan Maria

“ayo kita pulang, ini juga sudah malam” ajak Dimas

Maria mengekori Dimas , Dimas memiliki postur tinggi, Maria sampai harus menengadahkan kepalanya jika berbicara dengan Dimas jika dalam posisi berdiri, puncak kepala Maria tidak sampai dagu Dimas, Maria sangat mungil jika bersanding dengan Dimas apalagi dia selalu menggunakan flat shoes

Bahu itu sangat lebar Maria menatap bahu Dimas didepannya sampai tak sadar Dimas menghentikan langkahnya , Maria tak siap dengan itu ia menabrak punggung Dimas dan jatuh terduduk

Lady for Sultan ( Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang