Chapter 24

9K 634 18
                                        

Update



Happy reading ❤️

Bertahun-tahun mengabdi di istana berkedok pengabdian dan loyalitas ia adalah seorang Haidar sejati, Haidar terakhir.

Istana ini telah dibangun beratus-ratus tahun yang lalu, dan disetiap kesempatan ia selalu menjelajahi istana megah ini, ada ruang bawah tanah rahasia, dan juga jalur terowongan rahasia menuju keluar istana.

Pria itu memasuki ruang bawah tanah dan memasuki sebuah ruangan, disana gelap gulita. Ia mengambil pematik antiknya, menyalakan obor yang tertempel di tembok lalu menyalakan sumbunya.

Nyala obor itu memenuhi ruangan itu,  disana terikat tangan dan kaki seorang wanita dengan penutup kepala , lalu ia membuka penutup kepala wanita itu. Saat penutup itu dibuka Wanita itu mengumpat tak jelas karna mulutnya juga disumpal.

“ hallo putri, semoga kau memaafkan ketidak nyamanan ini” kekeh cemooh keluar dari mulut pria itu

“ Oooh aku juga ingin mengabarkan berita duka untukmu, sayang sekali jika Ratu Azizah meninggal hari ini, dan semua orang menyalahkanmu,,, aaah yaaah kenapa kau yang dituduh karna kau tak ada dimanapun saat Ratu sekarat” pria itu bertepuk tangan “ dua lalat dalam satu tepukan”

Maria menjerit dalam bekapan kain yang menyumpal mulutnya , air mata dan amarah terpancar dari matanya.

“ ingin sekali aku melenyapkanmu putri, tapi sayang aku masih membutuhkanmu untuk memancing Sultan, aku merasa kau lebih istimewa dibanding Ratu. Aku sempat dilema antara kau dan Ratu siapa yang akan kupilih, tapi jika aku mengambil Ratu yang sakit-sakitan dan umurnya saja sebentar lagi, jika ia mati didalam sekapanku dia tadak ada gunanya” ucap pria itu

Maria menggeram karna amarah “ oh aku akan pergi, tapi tunggulah aku akan kembali, karna sebentar lagi adalah waktu pemakaman Ratu Azizah , dan tak lama lagi Sultan serta selutuh keluarganya dan kau adalah ornag terakhir yang akan ku bunuh ,.akan ku berikan sebuah kehormatan untuk melihat bagaiman suamimu mati ditanganku” lanjut pria itu, Maria yang mendengar semua perkataannya hanya bisa meronta, nafasnya naik turun bukan karna ketakutan tapi karna amarah yang besar. Pria itu kembali menutup kepala Maria dan pergi meninggalkannya sambil tertawa.

“ Nikmati setiap nafas berhargamu putri” tawanya.

Sehari sebelumnya pemakaman..

“ Apa yang terjadi” murka Omar “ jelaskan” teriaknya di ruangan dokter istana, tapi tak seorang pun menjawab,tubuh Azizah sudah ditutupin kain “ Nuuuuur!!” teriak Omar

Nur masuk dan berlutut dikaki Omar  “ salahku Yang Mulia, salahku “ Isak Nur dengan sekujur tubuh gemetar

“ apa yang terjadi!?” tanya Omar dengan nada yang menakutkan

“ Ratu akan kekamar Putri pagi ini, tapi saat tiba dikamar putri Maria tidak ada,dan Ratu mengajak hamba ketaman , sebab biasanya putri Maria ada disana. Dan Ratu berniat menyusul ketaman tapi ia lupa membawa pakaian yang sudah dijahit husus untuk putri Maria , lalu ia menyuruh hamba mengambilnya di kamarnya dan saat hamba.....” cerita nur gugup dan ia memindai semua orang yang ada diruangan ini , disana ada Omar,ibu Ratu , ammati, Maheer, Mario, Yasser dan juga dokter istana “ hamba mendengar keributan tapi saat hamba mendekat Ratu..Ratu..sudah tergeletak di ujung tangga dengan kepala berdarah” ucapnya dengan gemetar dan tangisan.

“ Maria, dimana Maria!!” Omar baru menyadari bila Maria tak ada disana

“ Yang Mulia apa Maria yang melakukan ini” ucap ibu Ratu.

Lady for Sultan ( Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang