Update
Update
Happy reading ❤️❤️❤️
Mata Maria sembab karna ia menangis sangat lama di dalam pelukan Mario.
Mario hanya mengelus punggung Maria tanpa sepatah katapun, menurutnya yang butuhkan hanya itu.
Maria memasuki kamarnya sore itu, ia sendirian dikamar yang besar dan mewah itu, menurut Maria ia tak memerlukan kemewahan ini , karna semewah apapun yang ia dapatkan sekarang tidak bisa mengisi lubang dihatinya.
Maria bukannya menyesali keputusannya mutuskan hubungannya dengan Dimas , karna ia tak ingin memberikan ketidak pastian kepada Dimas, walaupun Mario bersikukuh bila Dimas pasti akan menerimanya jika ia kembali nanti.
Maria memutuskan mandi dengan berendam air hangat lalu setelah itu ia memilih untuk berbaring di ranjang besarnya. Menyelimuti tubuhnya dengan selimut ia pura-pura tertidur saat dayang membawakan makan malam.
Langkah kaki terdengar di kamarnya , ia tahu jika itu pasti Omar, ia tetap memejamkan matanya tak ingin melihatnya ia sedang dalam keadaan sedih saat ini.
Omar mendekat ke sisi ranjang dimana Maria tertidur mengeceknya, Omar mengelus rambut Maria , Maria tiba-tiba membuka matanya menatap Omar yang terpaku ditempatnya tak menyangka tindakannya membuat Maria terbangun ia lalu menarik tangannya menjauh
“ Apa kau sakit?” ucap Omar mengurangi kegugupannya.
“ Tidak Yang Mulia” jawab Maria singkat
“ kau belum menyentuh makananmu” Omar melihat meja bulat yang diatasnya tersedia makanan yang belum disentuh Maria.
“ Sedang tak ingin makan” ucap Maria , Omar melihat jejak air mata yang mengering di sudut mata Maria, tapi Omar enggan bertanya.
Omar duduk di sisi ranjang Maria ia mengambil anggur diatas nampan buah “ makanlah “ ucap Omar menyodorkan anggur kemulut Maria.
Maria mendudukan dirinya dikepala ranjangnya karna ia tak mungkin makan dalam posisi tertidur.
Omar mejulurkan tangannya kembali karna Maria belum membuka mulutnya tadi
“ biar aku saja Yang Mulia” Maria akan mengambil anggur itu dari tangan Omar tapi ditahan oleh tangan Omar satunya lagi.
“ buka mulutmu” perintah Omar lembut, Maria menurutinya akhirnya.ia membuka mulutnya menerima suapan itu.
Omar menyuapi Maria beberapa kali buah anggur itu sampai Maria berkata “ cukup Yang Mulia” Omar mengambil minum dan memberikannya kepada Maria dan tak lupa Maria mengucapkan terimakasih,
Maria menatap Omar , bila saja kami saling mencintai mungkin Maria akan bahagia disuapi seperti ini, pikir Maria ,tapi Omar tak mencintainya, getir hati Maria.
“ apa ada yang mengganggu pikiran mu Maria” tanya Omar hati-hati
“ Tidak ada” bohong Maria
“ ehmm azizah bersikeras aku tidur disini tapi aku akan pergi saat tengah malam nanti” Omar beranjak dari duduknya pindah ke kaki ranjang menjauhi Maria.
“ Tidur lah di ranjang Yang Mulia, ranjang ini sangat besar, aku tahu kau tak kan berbuat macam-macam denganku” ucap Maria datar, karna Maria sudah lelah dengan hari ini dan dengan apa yang terjadi tadi “ kau tak bisa tidur di sofa karna kau lihat sendiri Ratu telah membawa semua kursi disini” ruangan yang luas itu terlihat kosong hanya permadani saja yang tersisa, meja dan kursi telah di bawa keluar hanya menyisakan ranjang besar itu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lady for Sultan ( Complete)
RomanceMaria seorang arsitek berusia 32 tahun masih lajang sampai saat ini,, sebenarnya Maria wanita yang cantik tapi agak eksentrik dalam tampilannya,, ia mengenakan kacamata besar walaupun ia tak bermata minus, rambut panjang yang seringnya di Cepol bera...
