Chapter 23

10.2K 665 9
                                        

Update ya gaeees

Chapter ini mengandung bawang , hati-hati

Happy reading ❤️

Sudah seminggu ini saat Maria membuka mata selalu melihat Omar memeluknya dan menghabiskan malam panas penuh gairah.

“ Memandangiku lagi istriku “ ucap Omar dengan mata masih terpejam

“ Tidak” bohong Maria , Omar membuka matanya dan tersenyum

“ ehmmm benarkah” kini Omar membuka matanya lalu menggesekkan jenggotnya di leher Maria sambil sesekali menciuminya

“ Hentikan geli Yang Mulia” kikik Maria

“ Katakan dahulu jika kau menatapku”  ucap Omar

“ Oke...oke ya aku menatapmu aaaaa geli.. fine kau tampan suamiku, aku tak bisa tak memperhatikanmu, hentikan please” ucap Maria kegelian.

Omar menghentikan gesekan jenggotnya itu “ dan kau istriku yang mungil dan cantik, yang selalu membuatku jatuh cinta setiap harinya”  Omar mengecup kembali pipi Maria.

“ kau sangat manis Yang Mulia” jawab Maria “ geser tanganmu , aku mau mandi” lanjutnya.

“ ehmmm aku suka kau dalam pelukanku, dan aku tak pernah bosan padamu” ucap Omar

“ ingat Yang Mulia , sudah seminggu kau tidur disini, jadi kini giliran kau bersama Ratu, ingat” Maria mengingatkan.

“ sudah seminggu kah? Baiklah. Kau jangan merindukanku Maria ,bila kau tak tidur dalam pelukanku” smirk muncul di wajah Omar

“ tak akan, kau sangat besar kepala Yang Mulia” kerucut Maria dan di jawab dengan tawa berat has Omar

.........

“ Yasser senang melihatmu kembali” bagaimana kakimu “ tanya Omar

“ aku baik, terimakasih sudah memberiku banyak jatah cuti, aku jadi bisa menghabiskan waktuku denga jida

“ bagaiman kabar jida , apa ia sehat?” tanya Omar kembali

“ ia sehat Yang Mulia terimakasih sudah memperhatikannya” jawab Yasser

“ maafkan aku Yang Mulia, karna aku tidak mendampingimu , aku dengar kau sibuk sekali dan berkali-kali keibu kota menemui Raja, ada apakah gerangan?” Tanya Yasser

“ urusanku dengan Raja telah selsai” jawab Omar

“ Apa masalah tentang pemberontakan itu Yang Mulia, kau juga tengah gencar menyuruh para pengawal mencari keberadaan mereka, maaf aku tidak banyak membantu” sesal Yasser

“ kerahkan saja orang-orangmu Yasser, aku harus menemukan mereka” ucap Omar

“ Baik Yang Mulia , aku akan berusaha menebus ketidak hadiran ku dengan menemukan mereka” jawab Yasser

“ Terimakasih Yasser, dan apa itu yang kau bawa” omar melihat kain bungkusan yang dibawa Yasser

“ oh ini adalah manakesh buatan jida untukmu Yang Mulia” Jawab Yasser

“ Benarkah, mari kita makan bersama” Omar bangkit dari kursi kerjanya lalu duduk di sofa yang ada diruang kerjanya lalu menepuk kedua tangannya dan penjaga masuk “ bawakan kami teh “ perintah Omar dan penjaga menganggukan kepalanya lalu pergi

Yasser duduk dihapan Omar, membuka ikatan kain itu, dan harum manakesh hangat mengguar

“ ehmmm baunya sangat menggugah selera” ucap Omar “ mari makan bersamaku, seperti dimasa lalu saat di Inggris kita selalu berbagi makanan” lanjut Omar

Lady for Sultan ( Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang