Chapter 16

10.3K 758 34
                                        

Update ya..

Klo ada typo harap maklum..

Happy reading ❤️❤️❤️

Hanya tinggal mereka berdua dikamar itu, terjadi kecanggungan diantara keduanya.

Omar berdiri dari duduknya ia mengambil kotak P3K yang selau tersedia disetiap kamar dan membawanya ke dekat Maria , Omar duduk di tempat Mario duduk tadi disebelah Maria.

“ Kita obati lukamu” ucap Omar

“ Aku bisa melakukan nya sendiri Yang Mulia”  ucap Maria akan mengambil kapas yang dipegang Omar.

“ Tidak aku saja, kau istriku, kewajibankulah merawatmu” Maria mengerjapkan matanya” dan kita harus bicara” ucap Omar

“ Ya kita harus bicara Yang Mulia” balas Maria

Omar mengobati dengan perlahan ia tak ingin Maria kesakitan , untung lukanya tak dalam ini hanya sebuah goresan saja.

“ Maria .. aku tak pernah berfikir untuk menjadikanmu ibu pengganti, aku menikah denganmu selain keinginan Azizah, kau juga akan ku anggap bagian dari keluarga ini bukan orang asing, kau istriku sekarang, istri yang harus kulindungi dan ku jaga, menjadi seseorang yang berhaga di hidupku" hati Maria berdesir saat Omar berkata ia istrinya sekarang dan juga bingung dengan ucapan Omar yang berkesan seolah-olah jika ia mencintainya

“ jangan kau lukai dirimu lagi Maria, kau bisa marah kepadaku, memukulku jika kau mau” ucap Omar

Maria hanya terdiam tak bicara, ia merasa gelanyar aneh ditubuhnya saat tangan Omar menyentuh kulit lehernya. Maria terlihat teggang.

“ aku tak kan melakukannya jika kau tak mau, aku akan melakukannya jika kau mengijinkannya, aku tak kan menyentuhmu Maria tanpa ijinmu, tentu saja” Omar melihat ketegangan dalam Maria.

“ Lukamu sudah ku obati, tidurlah” mata Maria membulat “ aku akan tidur di sofa” ucap Omar melanjutkan karna reaksi Maria yang tegang.

“ Tidak , kau tidur di ranjang saja biar aku tidur di sofa, aku orang biasa jadi sudah terbiasa tidur dimana saja, kau seorang Sultan” kali ini Maria bersuara setelah diamnya tadi.

Omar tersenyum “ kau tidur disana aku disini, sudah kukatakan aku tak kan menyentuhmu tanpa ijinmu” ucap Omar gentlemen

“tapi” ucap Maria , omar tak mungkin keluar kamar ini malam ini karna sekarang dalam malam pengantinnya bagaimana tanggapan semua orang terutama Azizah

Omar mengambil bantal dan selimut di ranjang Maria membawanya kesofa panjang yang diduduki Maria. “ jika kau mau beranjak aku akan tidur sekarang” ucapnya.

Maria berdiri dari duduknya lalu berbalik menuju ranjangnya tapi sebelum ia melangkah kan kakinya ia berkata “ Yang Mulia maafkan aku telah berburuk sangka padamu” ucap Maria memunggungi Omar.

“ Aku mengerti perasaanmu Maria, istirahat lah tidur” Omar berbaring di sofa itu.

Pandangan Omar mengekori sosok Maria yang menjauhinya , menurut Omar ia adalah pria normal seperti kebanyakan pria , malam ini Maria sangat mengundang ia mengenakan baju biru yang memperlihatkan bahunya yang mulus dan juga berpotongan leher rendah , gundukan miliknya terlihat mencuat dipakainya yang rendah. Jelas baju itu bukan pilihannya ia tahu siapa yang memilihkannya pasti Ratunya.

Pagi itu Omar sudah meninggalkan kamar Maria , sebelum ia pergi, Omar sempat mendekati ranjang dimana Maria tidur. Istrinya masih tertidur pulas , ingin sekali Omar membelai wajah istrinya itu tapi tak bisa, ia membetulkan selimut yang dikenakan Maria menatap wajahnya hingga puas  lalu pergi meninggalkan kamar Maria.

Lady for Sultan ( Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang