Update
Update
klo ada typo harap maklum ya..
Happy reading ❤️😘
Omar memasuki kamar Maria saat ia mendengar suara tawa yang serak, Maria sedang tertawa mendengar lelucon dari Maheer. Selang oksigen sudah dilepas ia sudah baik sekarang.
Omar masih memperhatikan dua orang itu yang masih tertawa tanpa menyadari kehadirannya, mengapa ia merasa tak suka jika Maria tertawa untuk pria lain.
“ Benarkah kau memeluknya dan saat ia berbalik ternyata ia seorang pria “ tawa Maria sebeneranya masih terdengar menyeramkan
“ Ya itu sangat iyuwwh.. kupikir ia wanita yang kubawa ke acara itu, dia memakai kemeja berwarna sama dan celana jeans, rambut mereka sama panjang dan berwarna pirang, dan aku memeluknya dari belakan dan memanggilnya sweetie” tawa Maheer.
“ Hati-hati dengan suaramu Maria” ucap Omar
Maria dan Maheer tak tahu jika Omar datang
“ Salam Yang Mulia” Maria hendak turun dari ranjangnya tapi ditahan oleh Maheer.
“ Berbaringlah kau masih sakit” ucap Omar “ apa yang sedang kalian bicarakan”
“ kau tau Yang Mulia, Maheer memeluk seorang pria di acara Rodeo dan memanggilnya sweetie” ucap Maria terkikik seram tapi Omar tak tertawa dia berwajah datar dan tawa Maria hilang seketika “ maaf Yang Mulia”
“ Oh Maria jangan perdulikan dia, Yang Mulia memang memiliki selera humor yang buruk” cibir Maheer menggeleng kan kepala kepada Omar.
“ Sebaiknya kau berhati-hati Maheer , Maria masih harus menyimpan suaranya, membuatnya terlalu banyak tertawa hanya memperlambat ia sembuh” tegur Omar berdiri dikaki ranjang maria
“ aku baik-baik saja Yang Mulia “ serak Maria.
“ aku hanya memastikan keadaanmu baik Maria dan bila kau sudah sehat kau bisa pindah kamar” ucap Omar
“ pindah kamar mengapa “ tanya Maria
“ memberikanmu jendela” jawab Omar
“ kamar mana yang kau berikan ?” tanya Maheer
“ the emerald rooms” jawab Omar
“ ruang hijau, great itu cocok dengannya” ucap Maheer, Maria hanya diam mendengar percakapan mereka berdua karna ia tak tahu seperti apa kamar itu, tapi ia senang jika kamarnya memiliki jendela.
“ terimakasih Yang Mulia” hanya itu yang bisa Maria ucapkan. Lalu Omar pergi meninggalkan kamar Maria.
“ emerald rooms apa itu?” tanya Maria
“ yang jelas kamar itu lebih baik daripada kamar ini” ucap Maheer melihat sekeliling kamar Maria.
Maria tak tahu jika kamar ini memang penjara emas, dahulu kamar ini dibangun untuk menahan seseorang yang terhormat, kalangan keluarga yang membangkang, mencegah mereka melihat keluar ataupun kabur, menahan mereka di istana selamanya, karna mereka tak mungkin memenjarakan seorang bangsawan di penjara. Kamar ini tak pernah digunakan, sampai Maria memakainya. Maheer sempat bertanya mengapa Maria ada dikamar ini.
“ aku tak sabar berganti kamar “ ucap Maria senang.
“ Yah kau pasti suka tempat itu” seyum Maheer menghias diwajahnya.
Menurut Maheer ada sesuatu dengan Maria dan hanya Sultan dan Ratu yang tahu, wanita asing yang menolong Sultan dua kali, wanita yang semua dokomen pribadinya disembunyikan, Maheer tahu jika paspor, visa dan data penting lainya ada di tangan Omar. Tapi pertanyaannya mengapa, Maheer harus mencari tahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lady for Sultan ( Complete)
RomanceMaria seorang arsitek berusia 32 tahun masih lajang sampai saat ini,, sebenarnya Maria wanita yang cantik tapi agak eksentrik dalam tampilannya,, ia mengenakan kacamata besar walaupun ia tak bermata minus, rambut panjang yang seringnya di Cepol bera...
