Lisa melenguh keras ketika merasa tubuhnya terguncang. Tak ada lagi yang bisa gadis itu pedulikan selain rasa kantuk yang seakan memaksa matanya untuk terus tertutup rapat. Jadi ketika guncangan itu terasa semakin keras, Lisa malah menarik selimutnya lebih tinggi hingga menutupi seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Anak ini tidur seperti babi."
"Itu karena dia lelah."
"Kalau tidak lelah?"
"Seperti sapi."
"Yah! Aku bisa mendengar kalian!" Erang Lisa dari balik selimut. Demi Tuhan, dia tidur, bukan mati! Kakak-kakaknya mengatai Lisa seakan dia tidak ada disana dan tak bisa mendengar apapun. "Kalau begitu, ayo bangun! Kami sudah berbaik hati tidak meninggalkanmu sendirian!" Suara Jennie benar-benar menusuk kedalam telinga si bungsu. Ini sepertinya masih pagi dan kakak-kakaknya dengan tega sudah membangunkan Lisa setelah membawanya bepergian di tengah malam yang dingin. Gila? Memang! Kemarin kakak beradik Kim itu merencanakan untuk pergi liburan bersama untuk merayakan kelulusan Jennie serta kembali damainya hubungan persaudaraan mereka. Namun dengan konyolnya, si kucing meminta untuk berangkat hari itu juga hingga saudara-saudaranya menyerah dan menuruti keinginan gadis itu.
Jadi disinilah mereka. Di sebuah negara tetangga yang tak memakan waktu lama jika ditempuh dengan jalur udara, Jepang. Sebenarnya mereka tidak memiliki waktu lama untuk berlibur mengingat perkuliahan si kembar sama sekali belum memasuki waktu liburan dan pekerjaan Jennie serta Jisoo pun masih menumpuk di depan mata. Tapi keinginan untuk menghabiskan waktu berempat benar-benar tak tertahankan hingga mereka memutuskan pergi barang sejenak, setelah tentu saja memaksa asisten Jisoo untuk mengurusi segala perizinan dan kebutuhan mereka selama berlibur di Jepang, hanya dalam waktu beberapa jam saja.
Siapapun, tolong ingatkan Jisoo untuk memberikan bonus pada Kang Seulgi nanti.
"Begini saja, kau mau ikut atau tidak?!" Rosé nampaknya sudah mulai kesal dengan kebiasaan sulit bangun kembarannya itu. Bukan apa-apa, kakak-kakaknya sudah setuju jika tujuan pertama mereka adalah Disneyland seperti keinginan Rosé. Dan si chipmunk itu sudah tidak sabar hingga keterlambatan Lisa pun mendadak membuatnya kesal. Padahal di hari-hari biasa, hal itu tidak berpengaruh sama sekali padanya.
"Sebentar lagi, ku mohon!" Rengek Lisa. Ia serius ketika mengatakan dirinya masih mengantuk.
"Tidak, tidak, tidak! Kami akan berangkat sekarang dan kau, tinggalah disini semaumu!" Seru Rosé kesal.
Lisa sontak bangun sambil menatap kesal ketiga saudaranya yang sudah sangat menyebalkan padahal hari masih cukup pagi di negeri sakura ini.
***
Jisoo dan Rosé masih tertawa puas setelah memasuki wahana rumah hantu yang telah membuat Jennie dan si tengil Lalisa menangis ketakutan. Sebenarnya si kucing dan anak ayam sudah menolak habis-habisan namun tentu saja Jisoo dan Rosé tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Jadilah dengan pasrah Jennie serta Lisa mengikuti keinginan dua orang itu walau pada akhirnya keduanya harus menangis histeris bahkan sejak menit pertama memasuki wahana tersebut.
"Aku- hiks.., aku benar-benar akan membunuh kalian!" Isak Jennie seraya mengusap air matanya dengan lengan baju. Jisoo ikut-ikutan mengusap air mata, namun bedanya, air matanya mengalir karena terlalu puas tertawa. Jennie dan Lisa benar-benar terlihat seperti tikus yang baru tercebur got dan itu sangat menghibur. Rosé bahkan tampak hampir kehabisan napas akibat terlalu banyak tertawa.
"Astaga, astaga Tuhan! Kalian lucu sekali hahahahah." Rosé kini telah terduduk di bangku sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Ini sama sekali tidak lucu!" Jerit Lisa dengan hidung yang telah memerah sempurna. Hantu-hantu sialan itu benar-benar menakutinya. Mereka bukan hanya mengejutkan, tapi juga menyentuh dan mengejar para pengunjung hingga Lisa pikir dirinya bisa saja mengompol karena ketakutan! Sungguh, setelah ini dia tidak mau lagi pasrah pada saudara-saudara setannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gone✔
FanficJisoo, Jennie, Rosé dan Lisa tak lebih dari anak-anak manja yang hanya bisa mengandalkan kedua orang tua mereka, Jiyong dan Taeyeon Kim. Lalu apa yang akan terjadi jika pada suatu hari, kedua orang tua mereka tiba-tiba menghilang tanpa jejak?
