25. Bahagia?

3.1K 399 119
                                    

"Sayang, dasi nya tolong di bawa."
Suara Siska sampai di gendang telinga Jackob yang sedang meraih jasnya, pria itu meninggalkan walking closet kemudian berjalan menuju ruang makan. Di sana Jackob menemukan Siska yang sedang berkutat dengan masakannya.

Begitu cantik, dengan piyama terusan berwarna pink, dan rambut tercepol asal menambah rasa bahagia di dalam diri Jackob saat melihat istrinya sibuk menyiapkan sarapan untuknya, seperti sekarang ini.

Pada akhirnya cuti yang di rencanakan satu pekan, hanya terlaksana empat hari. Masalah internal perusahaan menjadi kendala yang harus di hadapi Jackob, hingga mau tidak mau ia harus kembali ke kantor.

"Nggak usah peluk." Siska menyikut lengan panjang Jackob yang memeluk perutnya. Bukannya romantis, malah menjadi dramatis. Terakhir kali mereka melakukan adegan mesra di dapur, ayam kecap yang di masak Siska kala itu menjadi gosong seperti arang, nyaris saja dapur mereka kebakaran. Untungnya Siska masih memiliki sedikit kewarasan hingga dapur mereka terselamatkan.

"Biar mesra. Saya tau ini adegan yang kamu impikan setiap akan memasak." Jacob terkekeh geli melihat semburat kemerahan mulai menjalar di pipi istrinya.

"Nggak lagi. Nanti yang ada kita kelaparan karena semuanya gosong." Ujar Siska sembari mengaduk nasi goreng yang mulai mengeluarkan aroma harum.

"Oh ya? Siapa yang waktu itu menggoda saya duluan?" Jackob masih betah menggoda Siska yang langsung bersungut kesal.

"Yang peluk duluan siapa?" Siska tidak mau kalah, ia mematikan api lalu menuangkan nasi goreng ke atas piring milik suaminya. Tak lupa ia menambahkan dua telur mata sapi sebagai pelengkap.

"Kamu yang mengundang saya."
Jawab Jackob, membawa serta nasi gorengnya.

"Kapan? Hih, jelas jelas Sayang yang duluan memeluk saya."
Omel Siska sembari menuangkan air minum ke dalam gelas kosong milik suaminya.

"Nggak mau ngaku. Ada orang yang masak memakai lingerie?" Jackob menghentikan kunyahannya lalu terbahak, teringat betapa paniknya mereka saat melihat wajan berisi ayam kecap menyala.

"I...tu kan saya menjalankan misi!!" Siska terbata, mengingat misi gilanya yang ternyata bisa sukses meskipun sudah tertangkap basah.

"Misi menggoda suami yang sibuk bekerja, mondar mandir seharian dengan pakaian kurang bahan. Saya akui, kepercayaan diri kamu memiliki peningkatan." Jackob mengangguk angguk sembari melahap nasi gorengnya.

"Salah siapa yang tergoda? Saya nggak ada sentuh tuh, salah sendiri yang kerja meskipun cuti. Saya godain biar sadar!" Omel Siska kembali. Wanita itu sibuk mengelap kompor.

"Benarkan?" Jackob pura pura berfikir, "tapi saya senang di goda kamu." Sambung Jackob. Pria itu kemudian menandaskan sarapannya lalu mengecek kembali surel yang masuk ke e mailnya.

"Sayang, mau makan siang apa?" Melupakan perdebatan nya, Siska bertanya setelah menyelesaikan urusan dapur. Ia meraih dasi yang tersampir di samping kursi lalu mulai memakaikannya di leher Jackob.

"Tumis kangkung seperti yang kemarin. Sambal cumi juga boleh, masakan kamu semuanya enak." Jackob meraih wajah istrinya, kemudian menghadiahi pipi Siska kecupan kecil.

"Menunduk sedikit," pinta Siska yang kesusahan menge-paskan dasi karena tubuh tinggi Jackob.
"Sudah.." ucap Siska menyelesaikan sentuhan terakhir pada sampul dasi suaminya.

"Terimakasih." Jackob mengecup kening Siska, dan seperti biasa wanita itu shock menerima serangan tiba tiba suaminya.

"Kalau mau cium bilang dulu. Nanti saya tampar bapak marah."
Siska bergumam, menatap tangannya yang sudah bergerak ingin memukul tubuh Jackob.

Marrying Mr imPerfect (Spin off MMA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang