"Sudah mama duga kalian ada hubungan." Aleah bersedekap, menatap Siska dan Jackob bergantian.
"Come on Ma. Berhenti membuat drama. Siska hanya membantu membersihkan punggung saya." Jackob tau tabiat mamanya yang selalu melebih lebihkan suatu kejadian. Seperti saat ia memaksa Siska menginap di kantor, keesokan harinya ia di tegur sang Papa karena mempekerjakan seorang yang sakit sakitan, padahal kan faktanya tidak seperti itu.
"Lihat, pipi Siska memerah! Kalian pasti melakukan sesuatu!" Aleah tetap bertahan dengan hipotesanya. Ia kemudian duduk di samping sang anak guna meneliti lebih lanjut.
Pertama tama Aleah menatap celana panjang anaknya, lalu ke tubuh naked Jackob, sampai mencium aroma wangi milik putranya, "Kamu sakit!" Histeris Aleah saat merasakan suhu panas merambat di tangannya.
"Kan Jackob sudah bilang. Mama yang senang sekali melebih lebihkan." Jackob menghela nafasnya lelah.
"Lanjutkan saja kalau begitu. Biar mama videokan." Aleah meraih ponselnya, dan mulai memvideokan Jackob yang memijat pelipisnya.
"Tunggu apa lagi, lap punggung Jackob." Aleah tidak sabar menatap Siska yang masih berdiri di belakang Jackob dengan handuk di tangannya.
Bak kerbau yang di cucuk hidungnya, Siska menurut. Menyeka punggung Jackob dengan tangan nya yang masih gemetar.
"Mama mau kirim videonya ke papa kamu. Pasti senang dia ada yang mau pegang pegang kamu." Aleah berceloteh, mengambil gambar dari beberapa sisi, sampai Siska risih karena wajahnya ikut terekam kamera.
"Terserah mama."
Aleah tertawa melihat kepasrahan putranya, "Makanya mama sayang sama kamu. Dari kecil kamu yang paling... penurut," kemudian Aleah mengecup pipi Jackob, bergelayut di lengan telanjang putranya tanpa malu.
Siska tidak terkejut saat Aleah mengecup pipi Jackob, ia sering melihatnya, bahkan lebih dari itu. Karena seperti yang di katakan Aleah, Jackob selalu menuruti perintah sang mama dalam keadaan apapun. Bahkan pernah suatu hari Jackob meninggalkan meeting karena Aleah terserang demam. Well, untuk yang satu itu Siska salut dengan boss besar, karena benar benar berbakti kepada kedua orang tuanya.
"Mama mau minum apa?"
"Mama nggak akan lama. Mau ke cafe baru di lantai enam, katanya menunya enak enak."
"Mama mau di temani?"
Jackob bertanya sambil mengisyaratkan bahwa Siska harus menghentikan meyeka punggungnya. Lama lama Jackob merasa gerah jika Siska terus terusan mengelapnya dengan lembut."Kamu kan lagi sakit. Eh tapi Siska boleh dong ikut sama mama."
Aleah berbisik, tapi tetap saja Siska mendengarnya.Gagal sudah rencana Siska yang ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, agar bisa pulang lebih awal. Karena kalau Aleah yang mengajaknya keluar, jangan harap ia bisa bernafas karena di tarik dari toko satu ke toko lainnya. Bahkan Siska pernah menemani Aleah sehari penuh, di saat ia harusnya libur.
"Temani mama saya kalau begitu, nanti setelah selesai kembali ke sini," Titah Jackob, sambil memakai bajunya. Pria itu menyerahkan debit cardnya kepada Siska, "Pakailah, beli hijab bergo, saya suka melihat kamu memakainya." Kemudian Jackob berlalu tanpa memperdulikan wajah memerah Siska.
Maksudnya apa coba?
Hijab bergo?
Siska berusaha mengingat kapan ia memakai jilbab rumahan itu di kantor. Ah, saat boss besar ingin memakan sayur bening, dan ia saat itu memutuskan mengganti hijab karena akan memasak."Nah, ayo kita pergi!" Aleah tertawa riang, menggandeng tangan Siska yang masih kebingungan menuju pintu keluar.
"Anak saya memang begitu. Di maklumi ya, jika cara pendekatannya menyebalkan."

KAMU SEDANG MEMBACA
Marrying Mr imPerfect (Spin off MMA)
RomansaSiska Hardinata, anggota grup ex Sexy Yeoja yang memilih bekerja di salah satu perusahaan multinasional setelah menamatkan studinya. Nasibnya tak semulus karirnya , saat pimpinan perusahaan mengangkatnya menjadi sekertaris kedua. Siska pikir hidup...