"Pak boss, eh kak Jackob, eum..." Siska memilih piyamanya gugup. Hah, dirinya sudah tidak bisa di tolong lagi jika menyangkut tentang Jackob. Apapaun yang Jackob lakukan kepada dirinya membuatnya malu.
Tadi malam?
CK, jangan berpikiran negatif dulu. setelah Jackob membuka hijab Siska, yang terjadi selanjutnya adalah Siska berhenti bernafas karena terkejut, tidak tau apa yang harus di lakukannya. Alhasil Siska sempat tidak sadarkan diri beberapa menit. Setelah sadarpun Siska pura pura tidur agar tidak berbicara dengan Jackob.
Siska memang sepengecut itu. Entah apa yang di dalam fikirannya hingga ia begitu takut dan gugup jika berhadapan langsung dengan Jackob. Seperti saat ini, meskipun sudah melakukan tugasnya sebagai seorang istri, ehm... Tetap saja Siska malu.
"Kenapa?" Jackob masih bersandar di dasboard ranjang, masih enggan melepaskan Siska dari pelukannya. Sebaliknya pria itu tanpa malu mengeratkan pelukannya.
"Ka.. kapan pertama kali pak boss su-ka...Sama saya?" Siska bertanya hati hati, ia diam saja saat bibir Jackob mampir di pelipisnya.
"Kamu masih penasaran?"
Tanya Jackob sambil mengelus surai panjang Siska."Hum." Siska menjawab dengan gumaman, memperbaiki cara duduknya agar lebih tegak. Ia jadi heran dengan muda mudi yang senang berpelukan, karena belum satu malam ia di peluk Jackob, ia sudah bosan dan pegal, lehernya apalagi. Kalau tidak mengingat kewajibannya sebagai istri, mungkin Siska sudah menyingkirkan tangan Jackob dari bahunya.
"Suatu hari ada seorang gadis yang melakukan survey ke salah satu anak perusahaan kami. Dia dengan lantang mengatakan keberatan dengan bobroknya pengaturan kerja karyawan kami. Dia tidak sadar bahwa yang ia hadut adalah seorang petinggi perusahaan. Lalu setahun kemudian saya di undang seminar ke salah satu universitas, di sana saya melihat gadis itu lagi, dia yang paling bersemangat menanyai saya seputar dunia kerja. Kemudian waktu pun berlalu, saya di pertemukan lagi dengan gadis itu, dengan penampilannya yang berbeda. Karena saya susah melupakannya, jadi saya memutuskan untuk menjadikannya sekertaris saya."
"Kok saya lupa ya? Kejadian di anak perusahaan." Siska menatap pipi Jackob, kemudian beralih ke tangan kanan pria itu yang menggenggam nya lembut. Siska mencoba berfikir sampai dahinya mengerenyit karena mencoba menggali ingatan di masa lalunya.
Lalu munculah gambar seorang gadis yang mengucir rambutnya asal, dengan celana jeans berwarna hitam dan kemeja berwarna putih, gadis itu mengoceh di belakang area perusahaan, mengata ngatai perusahaan itu dengan sumpah serapah karena management kerja yang menurutnya buruk. Lalu munculah dua orang pria dengan pakaian khas pegawai, lengkap dengan rompi dan topi pengamannya. Di fikiran Siska saat itu pastilah kedua pegawai itu lelah bekerja, jadi dia memprovokasi kedua pegawai itu agar meninggalkan perusahaannya dan mencari pekerjaan yang lebih layak.
Tunggu!!
Otak Siska mendadak blank, ia mengamati wajah tampan Jackob dengan seksama, sampai ia tidak sadar sudah menyentuh bibir tebal Jackob. Lalu ingatannya kembali berputar ke masa itu, dua wajah pria itu tidak terlalu jelas karena mengenakan topi, tapi Siska masih mengingat bentuk bibir dari kedua pria itu.
Oh my Rabb!
Ternyata salah satunya adalah pak boss.
Kejadian itu bahkan sudah Siska kubur dalam dalam, karena di hari yang sama ayahnya di tangkap penyidik KPK. Qodarullah wamaa Syafa'al, siapa yang tau bahwa salah satu dari pria itu menjadi suaminya.
"Sudah ingat?"
"Hum, saya tidak menyangka bapak ingat hari itu." Dengan sukarela Siska membalas pelukan Jackob.

KAMU SEDANG MEMBACA
Marrying Mr imPerfect (Spin off MMA)
RomanceSiska Hardinata, anggota grup ex Sexy Yeoja yang memilih bekerja di salah satu perusahaan multinasional setelah menamatkan studinya. Nasibnya tak semulus karirnya , saat pimpinan perusahaan mengangkatnya menjadi sekertaris kedua. Siska pikir hidup...