"Bapak ngga usah pegang pegang!" Siska menepis tangan Jackob yang berada di kepalanya. Uh, lama lama ia luluh juga kalau cogan modelan Jackob terus terusan membujuknya. Kan iman Siska tidak sekuat yang terlihat, Astagfirullah!
"Menikah dengan saya. Agar saya bebas menyentuh kamu."
"Kok omongan bapak jadi ngeri ya?" Siska bergindik, mengusap bekas air matanya kasar. Ia harus segera keluar dari ruangan Jackob jika tidak melakukan sesuatu kepada Jackob.
"Saya serius," Jackob terkekeh geli, "kamu sudah cukup dewasa untuk mengerti apa yang saya maksud. Tapi tidak semua sentuhan berbau sexual."
Iyalah, bapak kan sudah mau empat puluh tahun. Saya baru duapuluh tiga, eh duapuluh empat sebentar lagi. Siska menjawab dalam hati, ia juga masih heran kenapa kok bisa boss besar jatuh cinta dengannya? Sedangkan umur mereka terpaut cukup jauh.
Jika menilik kelakuan Jackob yang berlaku kejam padanya, sangat mustahil jika pria itu menyukainya."Buka pintunya, dan mari kita bicara." Ucap Jackob, kembali ke meja kerjanya.
Siska menurut, membuka pintu lebar-lebar, karena ia juga takut terus menerus berdua dengan Jackob. Setidaknya dengan membuka pintu, bisa mengantisipasi niat syaitan yang ingin mengajak mereka bermaksiat.
"Jadi kenapa bapak tidak membela saya. Saya sakit hati di katakan pelacurnya bapak." Ucap Siska kembali mengungkit gosip hangat yang beredar di kantor.
"Membela kamu sama dengan membenarkan ucapan mereka."
Seperti biasa, jawaban santai Jackob membuat Siska emosi, "Katanya bapak cinta sama saya. Gimana sih, harusnya tuh kalau cinta di bela!" Uh oh, jika pegawai lain melihat ia yang sedang adu mulut dengan Jackob pasti mereka akan memberikan Siska penghargaan. Kan jarang jarang ada yang berani adu mulut dengan CEO.
"Cinta tidak akan membuat saya bertingkah bodoh. Jika saya membela kamu di depan mereka, mereka akan membenarkan gosip itu."
Duh, bagaimana Siska tidak emosi coba? Jawaban legowo boss besar selalu membuatnya naik pitam.
"Kalau bapak berbicara kan mereka bisa diam." Siska gemas, ingin menempeleng kepala Jackob.
"Menikah dengan saya adalah solusi terbaik jika kamu tidak ingin mendengarkan gosip murahan itu."
Lah, memangnya tidak ada solusi lain apa? Siska tidak mau menikah untuk menghindari gosip, lagipula dengan menikah justru gosip itu akan semakin memanas. Bisa pindah topik menjadi fitnah yang lebih keji yaitu, 'Siska hamil dan terpaksa boss besar menikahinya' luar biasa memang, netizen jaman now.
"Saya lebih baik resign kalau begitu. Saya akan pindah ke Malaysia agar hidup saya ten_..." Siska menutup bibirnya, kenapa keceplosan menjadi kebiasaannya sih? Boss besar jadi tau tentang rencananya.
"Rencana kamu cukup bagus, tapi saya tidak akan membiarkan kamu meninggalkan negara ini." Ujar Jackob sambil melonggarkan dasinya.
"Terus bapak maunya apa? Bela saya bapak tidak mau! Dan saya tidak mau menikah dengan bapak! Hutang saya masih banyak!" Siska berteriak marah, boss besar fikir hidupnya segampang itu! Dan Siska masih mendambakan suami yang taat, bukan lelaki seperti Jackob yang mampir ke pelukan semua wanita.
"Berapa hutang kamu? saya bayar semuanya asal kamu mau menikah dengan saya!!" Jackob kehilangan kendali, ia geram dengan jawaban Siska yang berputar putar dari awal.
"Bapak kira saya semurahan itu!" Siska kembali menangis, ia tidak ingin menikah karena masalah hutang. Ia masih merasa mampu melunasi hutang-hutangnya tanpa bantuan Jackob.

KAMU SEDANG MEMBACA
Marrying Mr imPerfect (Spin off MMA)
RomansaSiska Hardinata, anggota grup ex Sexy Yeoja yang memilih bekerja di salah satu perusahaan multinasional setelah menamatkan studinya. Nasibnya tak semulus karirnya , saat pimpinan perusahaan mengangkatnya menjadi sekertaris kedua. Siska pikir hidup...