Bagian 4

217 70 19
                                        

Pagi menyapa, tepatnya dihari Selasa, semua para anak sekolah bergegas menuju sekolah, ada yang pergi hanya jalan kaki dan ada yang menaiki sepeda motor.

Alfin, salah satu siswa yang 1 sekolah dengan Aulia, pergi menuju sekolah dengan kendaraan motor yang apa adanya, motornya juga cukup layak dipakai walaupun hampir usang Alfin tetap memakainya. Namun saat menuju kesekolahnya, Alfin mendengar tertawaan seseorang yang seperti menertawakannya disuatu tempat, Alfin berhenti melihat pasti tempat yang dikiranya ada seseorang yang menertawakannya.

Dan tepat saja ada segerombolan dari sekolah lain, jika dilihat ada 5 orang, Alfin panik dan merasa tak mungkin, namun dengan nekat Alfin mendatanginya.

"Woy! Lu ngetawain gue ya? Awas lu!"ketus Alfin didepan mereka menunjuk salah satu dari mereka.

Tian, salah satu dari teman mereka langsung heran, melihat wajah teman-temanya yang ikut heran dan saling melihat satu sama lain"Eh maksud Lo apa?"tanya tian berdiri.

"Ya elu tuh! Ngetawain gue tadi kan? Gue masih denger suara kalian tadi, terngiang-ngiang di otak gue!"tekas Alfin.

"Dih, baperan lu!"ketus Fery tak melihat Alfin, Fery lah yang tertawa tadi, namun pura-pura tak merasa, juga sebenarnya tak menertawakan Alfin.

"Gak usah ngelak lu!"Alfin menepuk kepala Fery.

Fery langsung melihat Alfin juga berdiri, menatap serius dan meraih kerah baju Alfin yang ingin dihajarnya habis-habisan.

Semua teman Fery langsung menghalang dan menyuruh Alfin pergi, tetapi Alfin masih bersikukuh mau tau siapa yang menertawakannya, walaupun Rian sudah memberitahu jika Fery yang tertawa tapi bukan bermaksud menertawakannya, tetap juga Alfin ingin menghajarnya habis-habisan.

"Bawa geng Lo kalo Lo gak berani one by one!!"teriak Fery yang berusaha lepas dari teman-temannya.

"Pergi Lo setan!! Buruan!! Ngapain Lo bersikeras mau lawan!! Ntar lu yang habis!"tekas Tian menahan Fery.

"Awas lu ya!"tunjuk Alfin ke fery.

Wajah Fery sudah memerah melihat Alfin, melihat Alfin pergi ke motornya dan meninggalkannya.

Saat Alfin sudah jauh, Fery menuju motornya ingin mengejar Alfin sebelum memberi bogem mentah ke wajah Alfin, teman-temannya juga menyusul berusaha meminta Fery memaafkannya.

Sampai disekolah, Alfin buru-buru memarkirkan motor dan tepat saja jumpa dengan temannya yang baru meletakkan motor diparkiran, langsung saja Alfin memberitahukan dirinya ditertawakan.

Dengan penuh pembelaan, temannya pun penasaran, tak lama juga disusul Fery dengan temannya, Alfin juga melihatnya dan mereka langsung ingin saling menghajar.

Pak satpam yang sempat mengetahui itu langsung berlari menuju mereka dan segera meleraikan.

"Hey hey hey! Ada apaan ini! Kenapa malah tawuran disini?!"ucap pak satpam dihadapan mereka setelah meleraikan.

"Dia yang ngejek saya pak!!!"

"Dia yang baperan pak!!!"cela Fery yang ditahan teman-temannya.

"Ga usah percaya dia pak, dia boong!!"cercah Alfin.

Fery langsung ingin menghajar namun tertahan lagi, kali ini yang menahannya adalah pak satpam.

"Sudah! Kalau mau bertengkar! Jangan disekolah! Diluar saja, ini tempat belajar, bukan tawuran! Jadi kalian sambung aja diluar! Udah bubar!"gertak pak satpam yang meleraikan mereka.

Alfin dan Fery pun masih saling pandang dengan raut wajah benci dan masih geram, lalu Tian juga Fairuz mengajak Fery pergi ke sekolah mereka.

Setelah itu, Alfin dengan teman-temannya duduk didepan kelasnya dan masih menceritakan kejadian tadi.

Elga AuliaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang