hi, i miss you

13.3K 1.9K 40
                                        

Hari ini aku dan seluruh penghuni Twogether mengadakan pesta barbeku di atap. Pesta ini dilakukan untuk merayakan pertunangan antara Alexandre dan Wina-tentu saja ini bukan bachelorette party karena Wina sudah menjadwalkan untuk acara itu minggu depan. Dengan tema agak gila, tapi bisa aku bayangkan bakal seru sekali.

Pesta barbeku kali ini juga merupakan pesta selamat datang untuk Bayu yang mulai kemarin tinggal di Twogether.

Kini semua orang tengah di atap untuk merayakan pesta bakar-bakar daging itu. Sedangkan aku masih setia menunggu kedatangan Reza-pacarku-di teras. Sesekali aku melihat jam besi yang melingkar di lengan kiri untuk melihat pukul berapa sekarang.

Senyumanku mengembang saat akhirnya mobil Reza memasuki halaman Twogether. Aku pun langsung melambai dan berlari ke pelukan laki-laki itu. Sudah seminggu kami tidak bertemu karena ia ada dinas di luar kota, dan aku sungguh rindu setengah mati padanya.

"Hi, I miss you! Gimana Bali?" tanyaku seraya mengangkat wajah agar bisa menatap mata Reza yang lebih tinggi dariku.

Reza mencium keningku. "I miss you too, Sayang. Bali sibuk. Aku lembur terus, berangkat pagi pulang hampir tengah malam."

Aku menggelengkan kepala, lalu menepuk pipi kiri Reza gemas. "Kamu tuh nggak tahu ya peribahasa berenang sambil minum air? Ya, kerja sekalian liburan dong! Rapatnya di pinggir pantai gitu sambil liat pemandangan! Dan kalo kamu emang suka di sana, ambil cuti, kamu bisa pergi ke pantai Kuta atau Jimbaran. Seneng-seneng, diving, selancaran."

"Mungkin lain kali. Karena liburan nggak ada dalam rencanaku tahun ini. Aku harus ngejar target-target aku dulu."

"And I know you will get what you want, Za. Don't too hard to yourself okay, Sayang? Eh, kayaknya seru kalo kita rencanain liburan bareng, deh."

Mendengar perkataanku senyum Reza langsung mengembang. "Thank you, Wi. Dan iya, aku juga udah nggak sabar buat itu. Liburan emang nggak ada di rencana hidup aku tahun ini, tapi kalo sama kamu udah masuk ke agenda," ujarnya seraya mengedip jahil yang sontak membuatku tertawa kecil. Lalu aku mengapit lengan Reza dan kami berdua pun segera naik ke atap.

Sesampainya di atap aroma daging yang dibakar langsung menusuk indra penciuman. Membuat perutku yang memang kosong sejak siang semakin keroncongan. Aku mengambil garpu, lalu memasukkan daging yang sudah matang ke mulutku. "Hm ... enak! Bang Jo emang the best!"

"Thanks, Dewi! Silahkan makan sepuasnya, ya! Gue bikin banyak!" serunya yang langsung aku respons dengan mengangkat jari jempolku.

Di antara penghuni Twogether, memang Jonathan yang paling jago masak. Maklum ia memang bekerja sebagai chef, bahkan namanya cukup naik daun akhir-akhir ini karena beberapa kali menjadi juri tamu di acara Master Chef Indonesia. Ia juga punya channel Youtube tentang masak-masak dan partner-an dengan salah satu chef terbaik negeri ini-Ajisatya Banyusuta. Jadi, kalau masalah masak memasak, pria itu memang juaranya.

"Jadi, lo udah punya pacar?" tanya Bayu seraya mencomot daging dari piringku.

Aku menjauhkan piring yang berisi daging barbeku dari jangkauan Bayu, lalu mengomel, "Ambil sendiri, Bay! Nggak usah nyolong punya orang! Iya gue udah punya pacar. Kenapa? Menurut lo, babi kayak gue nggak bakal bisa punya pacar gitu?" tanyaku sinis.

Bayu menatapku serius. "Don't talk like that to yourself, Wi. You're so loveable." Lalu pria itu menyampirkan rambutku ke belakang telinga. "You really don't have idea...."

Bayu berhenti bicara, ia hanya menatapku lama, sebelum akhirnya mundur selangkah dengan gerakan buru-buru sambil memejamkan matanya-tampak frustrasi.

Namun dalam sekejap ekspresinya berubah jahil, lalu ia menyambar dua daging dari piringku dan langsung memakannya tanpa rasa bersalah. Membuatku langsung menatap pria itu dengan pandangan tak percaya.

"Haish! Ambil daging sendiri!" protesku lagi.

Bayu menunduk untuk menyejajarkan wajahnya dengan wajahku. Lalu pria itu menyentil keningku. "Nggak mau," ujarnya dengan senyum menyebalkan yang bertengger di bibirnya, dan tentu saja hal itu langsung membuat aku cemberut.

"Pizza datang!" teriak Debby seraya menenteng dua kardus pizza di kedua tangan. Membuat kami semua segera berkumpul dengan membuat lingkaran besar.

Biasanya aku nggak makan setelah pukul enam sore, tapi anggap saja hari ini sebagai cheating day. Karena Pizza + soda adalah perpaduan yang super enak, tapi sayangnya bikin badan bengkak.

"Karena semua orang udah kumpul, ayo mulai party-nya!" seru Debby seraya mengangkat soda kalengan ke udara yang diikuti kami semua.

"Selamat buat pertunangan Wina dan Alexandre-semoga Tom and Jerry kita selalu bahagia dan terus bersama sampai tua. Amin! And welcome buat Bayu semoga betah di Twogether. Cheers!" Lalu kami semua pun bersulang sebelum meminum minuman yang ada di tangan masing-masing. Dan berteriak,

"Cheers!"

Malam itu kami semua berpesta sambil tertawa, tanpa ada yang tahu jika itu adalah awal dari sebuah bencana.

fortnight (completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang