04 | we're not going home tonight

18.3K 2.5K 54
                                        

Lagu Love Tonight yang dipopulerkan oleh Shouse langsung menusuk indra pendengaran begitu aku memasuki rooftop bar bernama Casablanka.

Sesuai janji kami kemarin, hari ini aku dan Wina menemani Debby untuk datang ke ulang tahun Renatta Sudiro sekaligus cari distraksi dengan minum-minum sampai pagi-setidaknya itu rencana sinting Debby. Seolah jetlag karena gadis itu baru pulang dari Jogja tadi pagi, tidak memberinya efek sama sekali.

Pesta ulang tahun Renatta Sudiro bertema Harry Potter. Entahlah, aku juga tidak paham kenapa tuan putri keluarga Sudiro memilih tema Harry Potter untuk pesta ulang tahunnya yang ke 25. Mungkin karena ia sangat menyukai novel karya JK Rowling tersebut.

Dan tentu saja, pesta ini bukan jenis pesta untuk perkumpulan anak-anak nerd yang terobsesi dengan mantra abrdrakadabra, karena pesta ini lebih mirip pesta tema Harry Potter tapi explicit version. Yah, if you know you know.

Setelah basa-basi super basi dengan Renatta dan memberikan kado, Debby langsung pergi ke dance floor. Lalu ia bergoyang mengikuti irama lagu yang menggema di seluruh bar.

Aku dan Wina memang tipe yang selalu menghindari dance floor, oleh karena itu kami berdua pun memutuskan untuk langsung duduk di bar dan memesan minuman duluan.

Namun, tak lama kemudian Wina juga meninggalkanku sendiri untuk bergabung dengan Ardhito Sahala dan Bimo Nagara. Melihat koneksi yang dimiliki keluarga Sudiro, tidak heran kalau gadis itu juga banyak mengundang artis dan juga anak konglomerat lainnya.

Yups, awalnya aku si medioker-kaum mendang-mending-ini, juga kagok saat pertama kali diajak Debby atau Wina datang ke pesta semacam ini. Seolah aku adalah si itik buruk rupa yang terpaksa nyempil di perkumpulan angsa emas, tapi karena sudah terlalu sering, aku jadi terbiasa. Dan ya ... Lumayan bisa ngebar dan makan gratis yang serba premium.

Sejak memutuskan untuk keluar dari panti, aku betulan jadi gembel sejati.

Dan untungnya, setelah gonta-ganti kosan sampai muak, aku bisa ngekos di tempat yang benar-benar cocok. Dengan teman kos tidak biasa yang ternyata anak konglomerat dan juga ada yang anak menteri dan artis, sehingga setelah masuk Twogether hidupku beneran berubah 180 derajat.

Dan tinggal bersama mereka semua membuatku sadar, jika setiap orang punya lukanya masing-masing. Nggak ada yang hidupnya baik-baik saja, kita semua berjuang dengan membawa beban masing-masing. Jadi, nggak ada salahnya buat selalu baik ke semua orang, karena kita nggak pernah tahu apa yang sudah dilalui orang tersebut.

Aku meneguk wine yang tinggal setengah dengan sekali minum, lalu tersenyum kepada orang yang baru saja duduk di sampingku. Terkadang ngobrol dengan orang asing itu seru, makanya kalau di pesta seperti ini aku suka mengobrol dengan siapapun, membentuk koneksi dan sirkel pertemanan baru, karena nyatanya di jaman ini punya banyak koneksi itu sangatlah penting sekali.

Namun, senyumanku langsung luntur begitu tahu siapa yang saat ini duduk di sampingku sambil tersenyum super menyebalkan. Dengan seenaknya pria itu mengambil gelas dari tanganku, mengisinya dengan wine, lalu meminumnya sekali teguk. Membuat jakunnya yang sejajar dengan mataku bergerak naik turun dan membuatku gagal fokus.

Shit, sepertinya aku betulan sudah mabuk, karena bisa-bisanya untuk sesaat aku berpikir si pangeran dari neraka ini seksi!

"Hi, again, Dewi," ujarnya seraya tersenyum sehingga membuat lesung pipi kirinya yang manis terlihat.

Aku meneguk lagi wine yang ada di gelas, lalu menopang pipi ke arah pria itu. "Pertama, gue nggak bakal balas 'hi' sialan lo itu. Kedua, mau ini kebetulan atau emang lo yang sengaja jadi stalker, please lain kali kalo liat gue-mending lo pura-pura nggak kenal aja."

Bayu ikut menompang pipi ke arahku. "Pertama, gue nggak bakalan pernah lakuin apa yang lo minta. Kedua, ini benar-benar menyenangkan karena gue bisa kebetulan nggak sengaja ketemu lo dua kali."

Aku memutar bola mata malas. "Sorry, tapi lagi-lagi gue nggak ngerasain hal yang sama. Gue sama sekali nggak seneng tuh ketemu sama lo."

"Why? Lo nggak pengen tahu kabar gue gitu?"

"Nggak tuh!"

"Wow ... Seriously, that's hurt," sahut Bayu dengan dramatis. Membuatku memutar bola mata malas.

"Please, fuck off, Bay! Kalo lo mau di sini, baiklah gue yang pergi." Lalu dengan gerakan sedikit sempoyongan aku berdiri dari dudukku. Tapi suara Renatta yang menggema di seluruh ruang, membuatku menghentikan langkah. Semua orang juga ikut menghentikan kegiatannya, lalu mendengarkan pengumuman yang diumumkan sang ratu pesta dengan mikrofon di samping DJ sana.

"Hi, guysssss! What's uppppppp? Terima kasih udah pada dateng! Kalian semua beneran bikin gue super happyyyyyyyyyy!"

Lalu sorakan 'happy birthday' dari semua orang yang ada di pesta membuat Renatta tertawa renyah.

Tawa gadis itu berhenti, lalu ia kembali melanjutkan pengumumannya. "Gue udah cek daftar undangan hari ini. Dan angkanya sangatlah menarik. Makanya, kali ini gue mau bikin games seruuuu!"

"Games-nya adalah ... Dalam waktu sepuluh detik kalian harus dapat pasangan dansa. Dan yang nggak dapet pasangan, bakal dapat punishment alias nari stripper di atas sini? Setujuuuuuuuuu?"

"Setujuuuuuuuuu!" teriak semua orang yang ada di dance floor.

Dan mungkin aku satu-satunya orang yang melotot saat mendengar perkataan Renatta lalu berteriak, "What the fuck?!"

fortnight (completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang