Setelah sekian lama tak sadarkan diri Jed pun akhirnya terbangun. Mata birunya menatap sekeliling ruangan yang masih terlihat semi buram. Disaat yang bersamaan pula perut dan kakinya terasa perih. Bibirnya sangat kering begitu juga tenggorokannya.
Ceklek.
Pintu ruangan terbuka dan nampaklah seorang pria yang terlihat sangat bahagia ketika bertukar pandang dengannya.
"Kau sudah sadar Jed" pria itu meletakan buah buahan yang dibawanya diatas nakas dan langsung memeluk tubuh kecil Jed.
"Air" ucap Jed dengan suara yang hampir tidak terdengar.
Pria itu menuju kearah nakas dan mengambil segelas air. "Ini minumlah Jed" ucapnya seraya menyandarkan tubuh Jed di kepala ranjang.
"Aku akan memanggil dokter" setelah membantu Jed minum, pria itu pun kembali meninggalkannya sendiri.
Jed benar benar tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi, yang Jed ingat hanyalah ia disiksa oleh anak buah Ronald dan sekarang tiba tiba saja ia berada disini bersama seorang Pria, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jordan.
Hal ini tentunya membuat kepala Jed semakin sakit. Entah bagaimana caranya Jordan bisa membawanya kesini tapi yang jelas, Jed takut Jordan akan kembali berbuat jahat padanya.
Untuk beberapa saat Jed memejamkan matanya hingga tak lama kemudian Jordan kembali bersama seorang dokter yang pastinya datang untuk memeriksa kondisinya. Setelah pemeriksaan selesai, Dokter itu pun pergi dan sekarang hanya tersisa mereka berdua di ruangan itu.
"Jangan khawatir Jed, kau akan baik baik saja" ucap Jordan lembut.
"Jor...dan" Pria itu menoleh.
"Ada apa hm?" Sautnya.
"Kenapa aku bisa berada disini?" Tanya Jed pelan.
"Apakah kau akan percaya jika aku mengatakan yang sebenarnya?" Jed mengangguk ragu.
"Katakan saja" Jordan menghela napas panjang.
"kau hamil Jed"
"Apa?" Ucap Jed tidak percaya.
"Usia kandunganmu sudah menginjak satu minggu. Tapi sayangnya, kau keguguran" tambahnya.
"Jordan, aku ini laki laki! Tidak mungkin aku bisa hamil dan tidak mungkin juga aku bisa keguguran!" Elak Jed.
"Jika kau tidak percaya, coba lihatlah perutmu" Jed pun menaikan bajunya dan nampaklah sebuah jahitan yang terpampang jelas di atas perutnya.
"Dokter mengatakan bahwa kau memiliki kelainan didalam tubuhmu, dan karena itulah kau bisa hamil"
Pemuda itu terlihat berkaca kaca. Jed tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi padanya. Dan jika yang Jordan katakan benar, maka Ronald adalah ayah dari bayi itu, karena Jed sama sekali tidak pernah berhubungan intim dengan orang lain selain dia.
"Tidak Jordan ini tidak mungkin!" Bibir tipis itu terlihat bergetar. Jed menengok kearah Jordan kemudian memukul mukul dadanya sembari terus mengatakan hal yang sama.
Jordan yang melihatnya hanya bisa memeluk tubuh pemuda itu. Ia tahu hal ini pasti berat untuknya. Dia masih terlalu muda untuk menjalani hidup yang serumit ini.
"Menangislah Jed, aku ada disini bersamamu" ucapnya sembari mengelus punggung Jed.
"Kenapa aku bisa keguguran, hiks" Jed membalas pelukan Jordan dan membenamkan wajahnya di dadanya.
"Kau tidak akan keguguran jika saja Ronald tidak menyiksamu Jed" balas Jordan. Jed pun tiba tiba teringat saat Ronald menyiksanya, dia mendapatkan banyak pukulan di area perut. Saat itu juga ia merasakan ada sesuatu yang berkontraksi didalam perutnya. Dan tanpa ia sadari ternyata ada sebuah kehidupan didalam sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Searching For Happiness [BXB]
Teen FictionJed tidaklah lebih dari seorang pemuda miskin yang hidup bersama adik perempuannya, dia menghabiskan masa mudanya hanya untuk mencari nafkah agar sang adik memiliki masa depan yang cerah. Namun siapa sangka, segala kekurangan yang di milikinya itu a...
![Searching For Happiness [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/245858696-64-k570462.jpg)