Ronald berjalan ke sana kemari dengan ponsel yang berada di dalam genggamannya. Sejak tadi pria itu sibuk menghubungi seseorang yang tak kunjung mengangkat panggilannya. Ronald tentunya merasa kesal, ia bahkan hampir melempar ponselnya karena amarahnya yang sudah di ujung tanduk.
"Halo?"
"Brengsek! Berani sekali kau-"
Ahh...Ahh..Ahh...
"SIALAN BEN!"
Ronald langsung menjauhkan ponselnya ketika suara desahan wanita menyapa pendengarannya. Pria itu terdiam sejenak sebelum kembali mendekatkan ponsel itu ke telinganya.
"Berhentilah bermain main dan bicaralah denganku Ben!"
"Tunggu sebentar Ron aku hampir keluar, ouh shit!"
"CEPAT HENTIKAN ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU!"
Ancam Ronald. Ben berdecak kesal, pria itu terpaksa menuruti permintaan Ronald dan menghentikan aktivitas seksualnya dengan seorang wanita yang ia temukan di sebuah Club malam.
Ben mencabut kejantanannya kemudian meminta izin kepada wanita itu untuk berbicara dengan Ronald. Setelah mendapatkan persetujuan darinya, Ben langsung berjalan menuju balkon dengan tubuh telanjangnya yang di penuhi keringat.
"Apa yang kau inginkan?" Sahutnya dengan nada malas sekaligus kesal.
"Aku tidak pernah mengizinkanmu bersenang senang sebelum kau menyelesaikan pekerjaanmu Ben" Marah Ronald.
"Aku bersenang senang karena aku sudah menyelesaikan pekerjaanku Ron" jawab Ben membalikkan perkataan Ronald.
"Kenapa kau tidak langsung memberitahuku huh?" Ben tertawa renyah.
"Kau tahu bukan apa yang akan terjadi jika aku bertemu dengam wanita wanita seksi?" Ronald memutar bola matanya.
"Lebih baik kau segera katakan agar aku bisa berhenti membuang waktuku hanya untuk berbicara denganmu" Ben terkekeh mendengar Ronald yang mulai kesal.
"Pria yang kau cari itu berada di Oklahoma, aku akan kirimkan lokasi lengkapnya melalui email"
Tut.
"Tunggu Ben!"
"BEN!"
Percakapan singkat mereka terhenti, bersamaan dengan munculnya notifikasi yang berisikan lembaran informasi yang berhasil Ben kumpulkan selama beberapa pekan terakhir.
Ben adalah salah satu teman dekat Ronald yang sangat handal dalam melacak keberadaan seseorang. Mereka berdua saling mengenal sejak memasuki universitas. Selain karena otaknya yang cerdas, Ben juga populer karena kebiasaannya yang selalu berganti ganti pasangan. Bahkan sampai sekarang, Ben tidak pernah menjalin hubungan yang serius dengan siapapun.
Sayangnya kejeniusannya itu tidak dapat Ronald gunakan untuk menemukan Jordan yang sudah menghilang selama lebih dari satu tahun. Ronald hanya bisa berasumsi bahwa pria itu telah mati dengan alasan yang sama sekali tidak ingin ia ketahui.
Ronald membaca sekilas email yang Ben kirimkan sebelum bergegas keluar dari ruang kerjanya. Pria itu berencana untuk langsung pergi ke alamat yang tertera di layar ponselnya dan membalaskan dendamnya kepada Dylan yang telah meninggalkan Jed dengan cara yang menurutnya sangat menjijikan.
"Kau mau pergi ke mana Ron?" Ronald menghentikan langkahnya ketika suara lemah Jed tiba tiba saja mengalun di dalam pendengarannya. Pria itu terdiam sejenak sebelum memberanikan diri menjawab pertanyaan Jed.
KAMU SEDANG MEMBACA
Searching For Happiness [BXB]
TienerfictieJed tidaklah lebih dari seorang pemuda miskin yang hidup bersama adik perempuannya, dia menghabiskan masa mudanya hanya untuk mencari nafkah agar sang adik memiliki masa depan yang cerah. Namun siapa sangka, segala kekurangan yang di milikinya itu a...
![Searching For Happiness [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/245858696-64-k570462.jpg)