Mobil mewah ini pun keluar dari area rumah sakit, aku duduk disamping kursi kemudi sembari memijat dahiku yang masih terasa pening akibat kejadian semalam.
Tuan Ronald masih memakai kemeja kemarin, terlihat kantung matanya yang sedikit menebal. Aku tidak percaya dia tidak tidur semalaman hanya untuk menungguku sadar. Kukira, dia akan bersikap tidak peduli dan langsung membuangku tapi nyatanya tidak, dia benar benar melakukannya.
Aku membuka kaca mobil ketika merasakan keringatku yang mulai bercucuran, entah kenapa cuaca hari ini lebih panas dari biasanya. Aku menikmati setiap hembusan angin yang menerpa tubuhku, sangat nyaman dan menyejukan. Lalu tiba tiba kurasakan mobil ini berbelok memasuki pelataran sebuah restoran bintang lima.
"Sial, jangan tempat ini"
Kejadian beberapa tahun silam dimana semua orang mempermalukanku ditempat ini terputar kembali bagaikan sebuah film.
"Tuan, kenapa kita kesini?" Tanyaku panik.
"Kau tidak boleh terlambat makan, jadi aku membawamu kesini" tuan Ronald memarkirkan mobilnya kemudian turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untukku.
"Tapi tuan, aku bisa makan nanti"
"Jangan membantah!"
Lagi lagi tuan bersikap keras kepala. dia tidak pernah sekali pun mendengarkanku, tapi apa boleh buat aku hanya bisa menurutinya walaupun Sesuatu yang buruk pasti akan terjadi padaku.
Suara nada dering telpon tiba tiba terdengar, tuan Ronald langsung mengeluarkan smartphonenya kemudian menempelkan benda itu ke telinganya. "Masuklah terlebih dahulu, aku harus menjawab panggilan penting"
Aku mulai melangkahkan kakiku untuk mendekati pintu masuk yang dikelilingi oleh tumbuhan hijau di sisi kiri dan kanannya. Disana juga terlihat seorang penjaga pintu yang terlihat tidak asing. Aku hanya bisa doa semoga saja tidak ada orang yang akan mengenaliku.
"Selamat siang" sapaku ketika kami bertukar pandangan.
"Apa yang kau lakukan disini?" Ucapnya sinis. Tangannya mengepal seolah sudah siap untuk menghajarku.
"Selamat Jed, doa mu tidak terkabul"
"Pergi dari sini sialan!" Pria itu tiba tiba menarik bajuku ia menatapku lekat sampai akhirnya melayangkan tinjunya. Aku meringis ketika merasakan sudut bibirku yang terasa perih akibat ulahnya, aku sudah berniat untuk pergi tapi dengan sigap ia menjambak rambutku.
"Ada apa james?" Ucap seseorang yang tiba tiba keluar dari dalam restoran. Aku menegakkan tubuhku, dan tatapan kami pun bertemu. Pria itu, manager di restoran ini. Memori disaat dia mempermalukanku terlihat semakin jelas didalam ingatanku.
"Kau lagi rupanya, apa yang kau inginkan?" Dia terkekeh. Dari sorot matanya saja bisa kulihat seberapa jijik dia padaku. Pria itu mendekat kemudian mendorong tubuhku hingga terjatuh menimpa ubin. Ia juga tak segan segan menginjak dadaku hingga membuat napasku tercekat.
"Hen.. tikh.. an.."
"Katakan lagi, aku tidak mendengarmu" ia semakin memperkuat injakannya, pasokan udaraku semakin berkurang aku mencoba untuk menyingkirkannya tapi nihil, tenagaku tidak sebanding dengannya.
"Ini akan lebih menyenangkan bocah!" Akhirnya dia pun menjauhkan kakinya, aku mengambil napas sebanyak banyaknya karena dadaku terasa pengap dan tanpa aku sadari dia sudah mengambil ancang ancang, kakinya menganyun dan sebuah tendangan pun aku dapatkan diwajahku, alhasil hidungku mengeluarkan darah.
Mereka tertawa terbahak bahak menyaksikanku yang hampir sekarat. Seolah belum puas, mereka kembali menyerangku dengan menendang nendangkan kakinya kebagian tubuhku yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Searching For Happiness [BXB]
Fiksi RemajaJed tidaklah lebih dari seorang pemuda miskin yang hidup bersama adik perempuannya, dia menghabiskan masa mudanya hanya untuk mencari nafkah agar sang adik memiliki masa depan yang cerah. Namun siapa sangka, segala kekurangan yang di milikinya itu a...
![Searching For Happiness [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/245858696-64-k570462.jpg)