#27

11.7K 923 147
                                        


Beberapa hari setelah kejadian itu apa yang Jed takutkan akhirnya terjadi. Pemuda itu dinyatakan hamil dari hasil persetubuhannya dengan Dylan, dan tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa Jed akan hamil dalam waktu secepat itu. Hal ini tentunya menjadi tamparan keras bagi Ronald, karena mulai sekarang ia tidak lagi memiliki kesempatan untuk mendekatinya.

Saat ini Jed berada di sebuah ruangan dengan di dampingi oleh Dylan, Alexander, dan tentunya Ronald yang sejak tadi terus melemparkan tatapan membunuh kearah pria yang telah menghamilinya itu.

Suasana di antara mereka pun terasa sangat canggung karena mereka semua sibuk dengan pikiran masing masing. Hingga tak lama kemudian suara berat Dylan memecah keheningan dengan tujuan untuk menenangkan Jed yang terlihat cemas.

"Kau tidak perlu khawatir Jed, aku janji akan bertanggung jawab" Dylan melingkarkan lengannya di pundak Jed dengan sebuah senyuman manis yang terlukis di wajahnya.

Jed pun sontak terkejut ketika merasakan lengan Dylan yang bertengger di pundaknya. Pemuda itu menatapnya sekilas sebelum kembali memasang raut wajah yang tidak dapat di jelaskan. Dylan pun hanya bisa memakluminya karena ia tahu bahwa Jed masih trauma dengan kehamilan pertamanya yang tidak berjalan lancar.

Brak!

Di tengah suasana yang mulai mencair itu tiba tiba saja terdengar suara bantingan pintu yang cukup kuat. Alexander dan Ronald sontak membulatkan mata ketika melihat sosok Mario yang masuk ke dalam ruangan itu dengan kedua tangannya mengepal dan rahang yang mengeras. Mario berjalan meghampiri Dylan dan sebuah tamparan pun mendarat di pipi kanannya.

Plak!

"Apa yang kau lakukan pada adikku?" Ketusnya setelah melampiaskan kemarahannya pada Dylan.

"Berani sekali kau menamparku!" Dylan yang masih memegangi pipinya itu melemparkan tatapan tajam ke arah Mario

"Bajingan sepertimu pantas mendapatkannya!" Bentaknya.

Mario mengalihkan pandangannya dan amarah yang di rasakannya itu berubah menjadi rasa bersalah ketika melihat Jed yang sedang mengerjap ngerjapkan matanya setelah menyaksikan pertengkarannya dengan Dylan.

"Kau baik baik saja Jed?" Mario menengkup pipi pemuda itu dan Jed pun hanya mengangguk sebagai balasan.

Sekarang Mario menyesal karena tidak mencari tahu tentang identitas Jed sejak lama. Jika saja ia bertindak lebih cepat mungkin semua ini tidak akan terjadi. Pemuda itu juga sama sekali tidak menyangka bahwa saudara kembarnya itu ternyata sangat buruk dalam hal menjaga diri, sampai sampai bisa berakhir seperti ini.

"Kau siapa?" Tanya Jed setelah sekian lama memendam rasa penasarannya.

"Aku saudara kembarmu Jed" pemuda itu mengerutkan keningnya.

"Saudara kembar?" jed menyipitkan matanya.

"Aku akan menjelaskannya padamu nanti" tangan Mario terulur untuk menggenggam jari jemari sang adik.

Dylan yang menyaksikan pemandangan dramatis itu hanya bisa memutar bola matanya malas, dan melanjutkannya dengan sebuah kekehan yang terdengar seperti sebuah ejekan.

Mario yang merasa bahwa kekehan tersebut di tujukan padanya pun berbalik kemudian di sambut oleh sosok Dylan yang sedang menutupi bibirnya dengan telapak tangannya.

"Apa yang kau tertawakan?" Sinisnya. Dylan berdehem sebelum menjawab pertanyaan Mario.

"Tidak ada. Aku hanya berpikir apakah ada seorang kakak yang tega membiarkan adiknya hidup menderita?" Sindirnya dan berhasil membuat Mario geram.

Searching For Happiness [BXB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang