#26

12.2K 977 109
                                        


Sejak malam itu Dylan tidak pernah sekali pun menampakan dirinya di hadapan Jed. Pria itu seakan menghilang di telan bumi, dan hal itu berhasil membuat Jed merasa bersalah karena sepertinya apa yang telah ia lakukan padanya terlalu berlebihan. Walaupun sebenarnya Jedlah yang seharusnya marah atas tindakan lancang yang telah Dylan lakukan.

Tapi di sisi lain Jed juga merasa lega, karena ia tidak perlu lagi berurusan dengannya, ataupun dengan para pelayan yang sempat membuatnya kesulitan ketika bekerja di sebuah Club yang saat ini sudah tidak lagi menjadi tempat kerjanya.

Mungkin kedepannya Jed akan mencari pekerjaan yang lebih aman, seperti menjadi kasir minimarket atau pelayan cafe. Pemuda itu juga berharap di pekerjaan selanjutnya tidak akan ada lagi kekerasan fisik yang akan menimpanya, karena jujur saja Jed merasa lelah dengan hal itu.

Hari ini, untuk yang pertama kalinya anak buah Alexander mengizinkannya untuk pergi keluar bersama mereka. Terlalu lama berdiam diri di dalam apartemen membuat Jed suntuk dan hampir mati kebosanan karena Alexander yang terlalu khawatir akan keselamatannya.

Saat ini mereka - anak buah Alexander sedang dalam perjalanan menuju ke apartemennya. Pemuda yang baru saja selesai mengikat tali sepatunya itu pun memutuskan untuk menunggu mereka di basement dengan tujuan agar mereka tidak perlu jauh jauh menjemputnya di kamar.

Jed menarik gagang pintu dan memutarnya hingga terbuka lebar, pemuda itu mengayunkan tongkatnya tanpa sedikit pun merasakan kekhawatiran akan adanya seseorang mungkin saja mencelakainya. Hingga detik berikutnya suatu hal yang tidak di inginkan terjadi, sebuah benda tumpul menghantam tengkuknya hingga membuatnya terjatuh dan pingsan saat itu juga.

Anak buah Alexander yang sampai beberapa saat setelahnya sontak mengerutkan kening ketika melihat pintu yang sedikit terbuka dengan tongkat Jed yang tergeletak di depannya. Merasa ada sesuatu yang janggal, Mereka pun bergegas masuk dan mencari keberadaannya.

Namun hasilnya nihil. Mereka tidak menemukan apapun selain ruangan kosong tak berpenghuni. Mereka pun akhirnya menghubungi Alexander sekaligus memastikan apakah Jed sedang bersamanya atau tidak.

"Halo, Mr. Alexander"

"Ada apa?" Tanyanya datar.

"Apakah tuan Jed sedang bersama anda?" Alexander mengerutkan keningnya.

"Tidak, kenapa?" Anak buah Alexander berpandangan satu sama lain sebelum melanjutkan pembincangan mereka.

"Eee...Tuan Jed menghilang" tubuh Alexander seketika membeku dengan ponsel yang masih menempel di telinganya.

"Kami baru saja sampai di apartemennya, tapi dia sudah menghilang" lanjut mereka karena tak kunjung mendapatkan respon dari Alexander.

"Cari dia sekarang! Aku akan segera kesana"

Alexander menutup sambungan teleponnya, lalu dengan segera menuju ke tempat tujuan tanpa mempedulikan pekerjaannya yang masih menumpuk. Pria itu mengemudikan mobilnya dengan pikirannya yang mulai melayang kemana mana, Alexander benar benar tidak habis pikir mengapa pemuda itu selalu saja diikuti oleh masalah, tidak peduli kapan dan dimana.

"Apa kalian sudah memeriksa CCTV?" Tanya Alexander yang baru saja sampai dengan napas yang terengah engah.

"Kami sudah melakukannya, tapi sepertinya CCTV itu telah di manipulasi" jawab salah satu dari mereka. Alexander berdecak kesal karena ternyata sang pelaku telah menyusun rencananya dengan sangat rapi.

"Baiklah, kalian cari di tempat lain. Aku akan mencari petunjuk disini!" Mereka mengangguki perintahnya dan berjalan keluar melewati Alexander yang masih berdiri di ambang pintu.

Searching For Happiness [BXB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang