#25

13.2K 988 89
                                        


Bekerja di sebuah Club ternyata tidak semudah yang pemuda itu bayangkan. Selain karena jauh dari tempat tinggalnya, Jed juga harus siap menghadapi para pengunjung yang sering kali berusaha untuk melecehkannya. Beruntungnya Dylan selalu berada di sampingnya ketika kondisi darurat seperti itu sedang menimpanya.

Pria bernama lengkap Dylan Carter itu behasil mendirikan Club miliknya sendiri ketika ia berusia dua puluh tahun. Pria itu memiliki wajah yang rupawan dengan postur tubuh yang tinggi. Di samping itu, Dylan juga memiliki kepribadian yang ramah dan membuatnya mudah di sukai oleh orang orang yang berada di sekitarnya, terutama oleh kaum hawa.

Tapi walaupun begitu Dylan tidak pernah sekali pun tertarik untuk menjalin hubungan dengan seseorang, ia lebih memilih untuk memprioritaskan pekerjaannya di bandingkan harus melakukan hal hal yang berbau percintaan seperti itu. Menurut pandangannya, menjalin hubungan hanyalah perantara yang akan mengantarkannya kepada sebuah rasa yang di namakan patah hati.

Namun entah bagaimana caranya seorang pemuda berhasil mengubah cara pandangnya dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Awalnya Dylan tidak terlalu memikirkan perasaan aneh yang di rasakannya karena mengingat bahwa mereka berdua memiliki jenis kelamin yang sama. Namun semakin ia menyangkalnya semakin besar pula rasa cintanya terhadap pemuda itu.

Dylan juga tidak peduli dengan bagaimana pun kondisi fisik pemuda itu karena yang jelas, senyumannya saja sudah lebih dari cukup untuk bisa membuatnya jatuh hati padanya. Tapi Dylan sama sekali tidak menyangka bahwa rencananya untuk mendekati Jed akan menimbulkan kecemburuan yang sangat besar dari para pekerja Club yang lain.

Mereka memang akan menunjukan sifat terbaik mereka ketika berada di bawah pengawasan Dylan, namun ketika pria itu lengah, mereka akan langsung berubah menjadi monster kejam yang tidak akan pernah berhenti menindas mangsanya.

Selain itu, mereka juga sering mengancam akan melakukan sesuatu yang buruk jika Jed tidak segera mengundurkan diri dari pekerjaannya. Tapi pemuda itu tidak pernah sekali pun mengindahkan ancaman mereka, karena ia hanya berniat untuk bekerja, bukan untuk mendekati Dylan apalagi menjadi kekasihnya.

Jed sendiri sebenarnya sudah lama ingin membongkar sikap asli mereka, namun sayangnya pemuda itu tidak cukup berani untuk menanggung konsekuensi yang akan ia terima setelah mengadukan semua hal yang telah mereka lakukan padanya. Untuk saat ini Jed lebih memilih untuk bungkam dan membiarkan kecemburuan antar pekerja itu terus berlanjut, walaupun hal itu sangat tidak menguntungkan baginya.

Pemuda itu pun melangkahkan kakinya untuk membersihkan meja kotor yang baru saja di tempati oleh beberapa orang wanita. Suara musik terdengar begitu keras diiringi dengan bau alkohol yang menyeruak ke seluruh ruangan. Beberapa orang pengunjung terlihat sudah mulai mabuk, dan tak sedikit pula yang terlihat sedang melakukan hubungan seksual di beberapa sudut ruangan.

Beruntungnya Jed sudah mulai terbiasa dengan pemandangan erotis yang sering kali mereka suguhkan di hadapannya. Desahan desahan itu pun tidak lagi dapat menghentikan pemuda itu untuk melanjutkan pekerjaannya.

"Harry!" Panggil seseorang dari kejauhan. Pemuda itu menolehkan kepalanya dan langsung di sambut oleh sosok Dylan yang sedang tersenyum kearahnya.

"Ada apa?" Tanyanya tidak tertarik.

"Apa kau keberatan jika aku meninggalkanmu disini?" Jed memutar bola matanya ketika mendengar pertanyaan yang sudah seribu kali Dylan tanyakan padanya.

"Sudah aku bilang Dy, kau bisa pergi tanpa perlu menunggu persetujuanku!" Dylan tertawa renyah seraya menggaruk tengkuknya.

"Baiklah, kalau begitu jaga dirimu ok?" Pemuda itu menyunggingkan senyumannya dan Dylan pun pergi dari hadapannya.

Searching For Happiness [BXB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang