Sepanjang malam Ronald tidak bisa tidur nyenyak karena terus memikirkan Jed. Ia merasa bersalah karena telah bersikap berlebihan terhadapnya dan Ronald pun berencana untuk meminta maaf atas segala perlakuan kasarnya.
Keesokan paginya Ronald bergegas turun dari kamarnya untuk menemui Jed. Ruangan tempat Jed berada dijaga oleh kedua anak buahnya yang saat ini sedang mengobrol ringan. Dan ketika melihat kehadiran Ronald mereka langsung menghentikan pembicaraannya dan membungkuk sebagai rasa hormat.
"Selamat pagi Boss"
"Dimana dia?"
"Dia didalam Boss, semalam dia pingsan" Ronald berjalan melewati kedua anak buahnya lalu membuka pintu ruangan yang terkunci.
Ketika Ronald masuk kedalam ruangan itu ia sontak mengepalkan tangannya, karena saat ini dihadapannya hanya terlihat sebuah ruangan kosong tanpa adanya sosok pemuda yang ia cari. Dengan perasaan marah Ronald pun keluar dan kembali menghampiri kedua anak buahnya.
"Dimana dia?" Tanyanya datar.
"Dia didalam boss" jawab salah satu dari mereka.
"Aku tanya sekali lagi, DIMANA DIA!?"
Bughh!
Ronald menarik rambut pria itu dan memukul wajahnya hingga terjatuh ke lantai.
"Terakhir kali kami melihatnya dia masih berada didalam sana boss" Pria yang satunya pun ikut menjelaskan.
"Cari dia atau ku bunuh kalian berdua!" Ancamnya. Kedua Pria itu pun langsung berlari mengikuti perintah Ronald.
Ronald kembali masuk kedalam ruangan itu dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan dan matanya pun memandang curiga ketika melihat tirai yang bergerak tersapu angin. Ronald mendekat lalu menggeser tirai itu dan langsung dikejutkan dengan Jendela rumahnya yang sudah pecah.
"Sialan!"
Dengan amarah yang menggebu gebu Ronald keluar dari ruangan itu, ia mengambil ponselnya lalu menekan beberapa digit angka untuk menghubungi seseorang.
"Halo, Ada apa boss?" Ucap seseorang disebrang telepon.
"Siapkan senapanku, akan kubunuh gadis itu"
Ronald berjalan dengan tergesa gesa hingga tanpa segaja ia menabrak Jeff yang baru saja sampai di rumahnya.
"Kau mau pergi kemana Ron?" ucap Jeff heran.
"Membunuh" Ronald langsung berjalan melewati Jeff dan dengan sigap Jeff pun menghadangnya.
"Siapa lagi yang akan kau bunuh?" Jeff menautkan lengannya didepan dada.
"Siapa lagi kalau bukan gadis sialan itu!"
"Tunggu tunggu, kenapa kau tiba tiba ingin membunuhnya?!"
"Kakak sialannya itu telah melanggar janjinya, dia kabur!" Ucap Ronald marah dan Jeff pun menampilkan raut wajah tidak percaya.
"Jed sangat menyayangi adiknya Ron, dia tidak mungkin kabur begitu sa-"
"Tapi kenyataannya dia kabur Jeff!" Potongnya. Jeff pun menghembuskan nafasnya berat.
"Kau tidak bisa menarik kesimpulan begitu saja, aku yakin Jed tidak akan kabur, dia pasti diculik atau semacamnya"
"Dan siapa yang akan menculiknya?" Tanya Ronald kesal.
"Entahlah, apakah kau ingat dengan siapa Jed bertemu sebelum dia menghilang?"
Ronald pun menerka nerka siapa orang terakhir yang Jed temui dan dibenaknya langsung terlintas wajah seorang pria yang ia pukul kemarin. Amarah Ronald kembali memuncak. Ia menabrak pundak Jeff dan berjalan meninggalkannya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Searching For Happiness [BXB]
Fiksi RemajaJed tidaklah lebih dari seorang pemuda miskin yang hidup bersama adik perempuannya, dia menghabiskan masa mudanya hanya untuk mencari nafkah agar sang adik memiliki masa depan yang cerah. Namun siapa sangka, segala kekurangan yang di milikinya itu a...
![Searching For Happiness [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/245858696-64-k570462.jpg)