Aku mengerjap ngerjapkan mataku ketika melihat suasana sekitar terlihat berbeda. sekarang, aku berada di atas sebuah ranjang king size dengan selimut tebal yang menutupi tubuhku.
Aku melirik kearah jam yang sudah menunjukan pukul delapan malam. itu artinya, aku sudah tertidur cukup lama. Aku pun beranjak dari atas ranjang namun seketika tubuh bagian bawahku yang terasa ngilu. Aku menerka nerka apa penyebabnya lalu tiba tiba saja kejadian beberapa jam lalu terputar kembali.
"Arghh, jed i love your hole"
"Tuanh berhentingh"
"I'm gonna cum Jed"
"Say my name!"
Argh! Ini gila, aku jadi teringat dimana tuan Ronald menerjang tubuhku dengan sangat ganas. Beruntung, aku tidak mengeluarkan darah seperti saat kali pertama dia menjamah tubuhku.
Aku memutuskan untuk bergerak perlahan menuju kearah jendela yang merupakan satu satunya yang bisa menjawab dimana keberadaanku saat ini. Aku menyingkirkan tirai putih yang menghalangi dan sontak terkejut ketika melihat pemandangan yang ada di baliknya.
"Tempat ini"
"Aku pasti bermimpi"
"Tidak bisa dipercaya, aku kembali kesini"
Langit malam yang gelap berpadu dengan cahaya rembulan dan bintang bintang yang berkelap kelip disertai dengan derasnya arus air laut yang bergemuruh membuatku seketika membeku. Pemandangan yang aku rindukan sekaligus saksi bisu dari segala penderitaan yang sudah aku alami.
"Los angeles"
"Kota kelahiranku"
Ceklek.
"Kau sudah bangun Jed?" Aku menoleh dan langsung terpesona ketika melihat seorang pria tampan yang terlihat sangat gagah dengan setelan jas hitam yang melekat ditubuhnya.
"Aku bertanya padamu Jed!"
"Uh, iya tuan aku baru saja bangun" ia tersenyum miring kemudian mendekat.
Tuan Ronald merapihkan rambutku yang berantakan, tatapan matanya begitu lembut tidak seperti biasanya. Aku pun tidak mengerti apa yang sudah membuatnya berubah menjadi seperti ini.
"Apa tubuhmu masih sakit?" Tanyanya khawatir.
"Hanya sedikit ngilu saja tuan"
"Baguslah kalau begitu, sekarang bersihkan dirimu, aku akan segera kembali" tuan Ronald menepuk pundakku lalu kembali pergi menghilang dibalik pintu.
Aku pun segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku yang penuh dengan bercak merah akibat ulah tuan Ronald. Hingga ketika aku selesai, aku baru sadar bahwa aku tidak memiliki pakaian lain yang bisa dipakai. Pada akhirnya aku hanya bisa mendesah kesal lalu keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangku.
Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan hingga tiba tiba mataku menangkap sebuah kotak yang berada di atas ranjang, bisa kulihat juga sebuah note yang bertuliskan-
"Pakailah, tidak ada penolakan!"
Aku memandang heran, kemudian menempatkan kotak itu diatas lahunanku. Perlahan lahan aku membuka penutupnya dan-
"Sialan! Dia pasti bercanda"
.
.
.
"Jed, apa kau sudah selesai!" Tuan Ronald kembali entah darimana yang jelas ia langsung tersenyum lebar ketika melihatku memakai setelan jas yang diberikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Searching For Happiness [BXB]
Fiksi RemajaJed tidaklah lebih dari seorang pemuda miskin yang hidup bersama adik perempuannya, dia menghabiskan masa mudanya hanya untuk mencari nafkah agar sang adik memiliki masa depan yang cerah. Namun siapa sangka, segala kekurangan yang di milikinya itu a...
![Searching For Happiness [BXB]](https://img.wattpad.com/cover/245858696-64-k570462.jpg)