#19

15.4K 1.3K 102
                                        


Pria tampan itu menatap pantulan dirinya dari depan cermin. Ia terlihat sempurna dengan setelan jas yang melekat ditubuhnya, karena hari ini adalah hari dimana ia akan mengikat janji suci dengan wanita pilihan sang ayah.

Pria itu sebenarnya belum siap untuk menikah, apalagi membangun rumah tangga dengan wanita yang tidak dicintainya. Ia terpaksa melakukan semua ini agar bisa melupakan sosok pemuda yang pernah mengisi kekosongan hatinya.

"Kau sudah siap?" Tanya Jonathan yang sedang terduduk diatas sofa. Ronald yang terlihat murung hanya menggangguk seadanya.

"Apa kau baik baik saja?" tanya pria itu seraya menghampiri Ronald.

"Iya, aku baik baik saja" jawabnya.

"Ron, aku ayahmu dan aku tahu betul bahwa saat ini kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku" Ronald menghela napas dan menoleh kearah Jonathan.

"Sebenarnya..." Jonathan menaikan sebelah alisnya. "Aku tidak yakin tentang pernikahanku dengan jessica" lanjutnya ragu.

"Apa karena bocah itu?" Tanya Jonathan.

"Aku tidak yakin bisa melupakannya begitu saja Dad" Ronald menundukkan wajahnya.

"Ayolah Ron, apa yang kau harapkan darinya? Dia bukan apa apa jika dibandingkan dengan Jessica" ucap Jonathan yang membuat Ronald geram.

"Jessica memang wanita yang baik, tapi apa gunanya jika aku tidak mencintainya?" Ronald bertanya balik.

"Sudahlah Ron, aku tidak ingin berdebat denganmu" Jonathan berjalan kearah pintu.

"Kau adalah orang pertama yang akan aku salahkan jika aku tidak bahagia Dad!" Jonathan menghentikan langkahnya.

"Aku akan menunggumu dibawah" pria yang hampir berusia kepala lima itu melanjutkan langkahnya dan keluar dari ruangan tersebut.

Ronald dan Jessica sebenarnya sudah saling mengenal sejak mereka remaja. Mereka menjadi teman dekat karena memiliki banyak kesamaan. Tapi walaupun begitu, Ronald tidak pernah mengganggap Jessica lebih dari seorang adik.

Setelah Ronald kembali dari Los angeles. Jonathan tiba tiba saja mengundang orang tua Jessica untuk membicarakan tentang perjodohan mereka. Awalnya Ronald menolak perjodohan itu namun Jonathan langsung mengancamnya.

Jonathan mengatakan bahwa jika Ronald menolak perjodohannya maka ia tidak akan segan membunuh Jed. Dan pada akhirnya Ronald pun memilih untuk menerima perjodohan itu daripada harus melihat Jed menderita.

Sejak saat itulah Ronald mulai kembali stress. Selain karena lelah memikirkan perjodohannya dia juga lelah memikirkan pekerjaannya. Setiap hari rasanya Ronald ingin menyiksa seseorang, dan sayangnya Jed harus kembali terpilih sebagai sasarannya.

Ronald juga pernah mengatakan bahwa ia tidak mencintai Jed, dan semua itu hanyalah omong kosong, karena didalam lubuk hatinya Ronald sangat mencintai Jed. Pada awalnya Ronald berpikir bahwa dengan mengatakan hal itu rasa cintanya akan berkurang. Namun kenyataannya sampai detik ini rasa cintanya tidak berkurang sedikit pun.

Pria itu menjatuhkan pantatnya diatas ranjang. Ronald membuka ponselnya dan langsung disambut dengan foto Jed yang sempat ia ambil beberapa waktu lalu. Disana Jed terlihat manis dengan senyuman yang terlukis di wajahnya, Hingga tanpa sadar Ronald ikut tersenyum ketika memandang foto itu.

Tiba tiba saja Ronald teringat dengan pertemuan pertama mereka. Saat itu Jed terlihat sangat lugu dan penuh dengan kegelisahan. Tapi sekarang pemuda itu sudah bahagia, ia tidak perlu lagi merasakan pahitnya kehidupan.

Ronald juga berharap bahwa setelah menikah nanti ia akan bisa melupakan Jed dan mulai belajar mencintai Jessica dengan sepenuh hati, bukan karena paksaan dari orang lain.

Searching For Happiness [BXB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang