#21

15.1K 1.3K 91
                                        


Ronald terduduk diatas ranjangnya sembari menatap layar ponselnya yang tengah menampilkan puluhan pesan dari anak buahnya. Tapi tidak ada satu pun pesan yang membuatnya terkesan karena hingga saat ini mereka masih belum menemukan identitas pemuda itu.

Hal ini tentunya membuat Ronald kecewa. Ia sudah melakukan segala cara agar bisa menemukan pemuda itu, termasuk mengintrogasi semua orang yang tinggal di sekitaran taman. Namun sayangnya tidak ada satu pun dari mereka yang mengenal pemuda itu.

Ronald membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Pria itu menatap langit langit kamarnya sembari memijat dahinya yang terasa pening. Ronald sudah kehabisan akal dan tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya agar pemuda itu keluar dari persembunyiannya.

Disamping itu Ronald juga belum bisa menemukan keberadaan Jordan. Pria itu seakan menghilang ditelan bumi. Bahkan gedung perusahaannya saat ini telah kosong tak berpenghuni. Jika saja saat itu Ronald tidak termakan oleh ucapan manisnya mungkin saat ini Jed masih hidup, begitu pula dengan bayi yang berada didalam kandungannya.

Tuk...

Tuk...

Tuk...

Ronald yang hendak menutup mata terpaksa harus bangkit dari atas ranjangnya untuk membukakan pintu. Di depan kamarnya berdiri seorang wanita yang merupakan salah satu pembantu yang bekerja di rumahnya.

"Ada apa?" Tanya Ronald singkat.

"Tuan besar sudah menunggu anda di ruang makan"

"Aku akan segera kesana" Ronald kembali menutup pintu kamarnya tanpa menunggu balasan dari wanita itu.

Pria itu mengganti pakaiannya sebelum turun ke ruang makan. Jonathan dan Alexander sudah berada disana dan terlihat sedang membicarakan suatu hal, tapi Ronald sama sekali tidak menyangka bahwa sekretarisnya juga akan berada disana. Ronald awalnya berniat untuk kembali ke kamar tapi sayangnya Alexander sudah terlanjur melihat keberadaannya.

"Ron, kemarilah!" panggil Alexander. Ronald menarik napas dalam sebelum melanjutkan langkahnya. Jeff yang berpapasan dengan Ronald pun tersenyum lebar.

"Apa kabar Ron?" Tanyanya. Ronald tidak menjawab dan langsung duduk di samping Alexander.

"Baiklah, kalian bisa mulai" ucap Jonathan.

Makan malam pun berjalan seperti biasa, mereka menyantap hidangan yang tersedia didalam keheningan. Tidak ada seorang pun yang bersuara. Leon dan Zane tidak bergabung dalam makan malam kali ini karena mereka berdua sedang berada di Prancis untuk bertemu dengan seorang designer terkenal yang akan merancang jas pernikahan mereka.

Ronald tentunya merasa iri dengan Leon, Pria itu bebas memilih siapapun yang diinginkannya tanpa harus bersusah payah mendapatkan restu orang tuanya. Tidak seperti dirinya yang bahkan tidak diizinkan untuk pergi ke pemakaman pemuda itu.

"Aku sudah selesai" ucap Ronald mencairkan suasana.

"Tunggu" Ronald yang baru saja bangkit pun terpaksa kembali duduk di kursinya.

"Ada apalagi Dad?" Ronald menoleh kearah Jonathan.

"Mulai besok kembalilah bekerja, aku tidak bisa terus menerus mempercayakan perusahaanku pada Jeff" Ronald memutar bola matanya malas.

"Bagaimana jika aku tidak mau?" Tantangnya.

"Kalau begitu silahkan angkat kaki dari rumah ini" Ronald mendengus.

"Baiklah, aku akan pergi" Ronald tersenyum paksa dan beranjak dari kursinya.

"Jika kau tetap melawanku, aku akan menyita semua barang barangmu termasuk mobil dan apartemen" ancam Jonathan. Ronald menghentikan langkahnya dan kembali menatap sang ayah.

Searching For Happiness [BXB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang