#30

13.1K 948 253
                                        


Mentari pagi yang cukup terik membuat Ronald terbangun dari tidurnya. Pria yang masih bertelanjang dada itu menggisik bola matanya untuk memperjelas pengelihatannya yang masih buram. Kiri dan kanannya terlihat kosong, pemuda yang tidur bersamanya pun telah hilang entah kemana.

Kejadian semalam benar benar erotis dan menggairahkan, sampai sampai membuat Ronald tersenyum ketika memikirkannya. Jika saja Ronald masih menjadi dirinya yang dulu, ia mungkin tidak akan melepaskan Jed dan akan terus melanjutkan permainannya hingga matahari menampakan wujudnya.

Namun sekarang, Ronald telah berubah. Begitu pula dengan pemikirannya yang jauh lebih dewasa dari sebelumnya. Ronald tidak akan pernah menyakiti Jed atau pun mengulangi kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.

Pria itu meregangkan otot ototnya seraya menghirup udara pagi yang begitu menyegarkan. Cahaya matahari yang menyorot ke arahnya membuat wajah Ronald bersinar memancarkan ketampanannya yang tak tertandingi.

Ronald kemudian bangkit dan memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya. Tirai tirai masih tertutup rapat dengan beberapa lampu yang di biarkan menyala sepanjang malam. Ronald mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Jed, namun tiba tiba saja langkahnya terhenti ketika menyadari kehadiran orang lain di dalam rumah itu.

Dari kejauhan ekor mata Ronald menangkap sosok Jonathan yang tengah duduk berhadapan dengan pemuda yang ia cari. Suasana di antara mereka terlihat mencekam. Jonathan menatap lurus ke arah Jed yang sedang menundukkan kepalanya seraya memainkan ujung kaosnya.

Hal itu tentu saja membuat Ronald bertanya tanya, karena setahunya hubungan sang ayah dan pemuda itu tidak cukup baik. Tak jarang pula Ronald melihat Jed diam diam menangis karena hinaan yang Jonathan berikan padanya.

"Dad!" Panggil Ronald setelah sekian lama memperhatikan mereka dari kejauhan. Jonathan hanya melirik singkat kemudian kembali memfokuskan pandangannya ke arah Jed.

"Kemarilah"

Perintah Jonathan mendorong Ronald untuk segera menghampiri mereka. Keningnya berkerut dengan pikiran yang mulai di penuhi oleh spekulasi spekulasi yang belum tentu benar. Semakin dekat jarak mereka semakin jelas Ronald bisa melihat seberapa cemasnya Jed saat ini.

"Ada apa?"

"Duduk"

Ronald menjatuhkan pantatnya di samping Jed. Pria itu melirik singkat namun Jed sama sekali tidak tertarik dengan kehadirannya. Ronald pun hanya bisa menghela napas dan kembali menunggu hingga Jonathan menjawab pertanyaannya.

"Apa yang kalian lakukan semalam?"

Pertanyaan yang Jonathan berikan berhasil membuat Ronald terdiam. Pria itu pasti akan sangat marah jika mengetahui apa yang mereka lakukan semalam. Ronald berpikir keras untuk menemukan alasan yang tepat, namun pada akhirnya pilihan Ronald tertuju kepada sebuah kebohongan yang tiba tiba melintas di dalam pikirannya.

"Apa yang kau bicarakan Dad? Tentu saja aku bekerja" bohong Ronald di iringi dengan kekehan kecil.

Jonathan yang mendengarnya tidak merespon apapun, bahkan ekspresi yang di gunakannya masih sama seperti sebelumnya. Hal itu membuat Ronald cukup yakin bahwa sang ayah sepertinya mempercayai ucapan dusta yang baru saja ia gunakan sebagai jawaban.

"Aku tanya sekali lagi"

"Apa yang kalian lakukan semalam?" Desaknya dengan nada bicara yang sedikit meninggi.

Rasa percaya diri Ronald tidak berlangsung lama. Nyalinya semakin ciut karena ternyata Jonathan tidak semudah itu untuk di bodohi. Ronald yang telah kehabisan akal pun menundukkan kepalanya. Helaan napas terdengar sebelum ia memberanikan diri untuk mengatakan apa yang sebenarnya mereka lakukan semalam.

Searching For Happiness [BXB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang