Kurasa part ini gaje deh.
Selamat membaca❤🔥
***
"Assalamualaikum."
Uri membuka pelan pintu rumahnya. Tak ada siapa-siapa. Uri menoleh ke belakang melihat Uzi yang juga masuk ke dalam rumahnya. Oke, ini perdana, Uri mempersilahkan Uzi memasuki rumahnya.
Sedari tadi, Uri dan Uzi hanya diam. Tak ada yang memulai pembicaraan setelah kata-kata Uzi yang cukup membuat Uri bingung. Ada apa dengan Uzi? Sebisa mungkin, Uri mencoba cuek dengan Uzi yang tampak salah tingkah.
"Hem, duduk dulu?" tawar Uri pelan. Ia juga cukup bingung dengan keadaan hening begini.
"Tadi."
"Yang mana?" Uri menaikan sebelah alisnya.
"Dijalan. Jangan dipikirin, ya," ujar Uzi kikuk.
"Oke, gue juga bingung lo ngomong apa," kata Uri kesal namun terdengar cuek.
Uri memegang dadanya. Detik berikutnya, ekspresi wajahnya kembali seperti semula. Tak ada senyuman tipis yang terbit. Hanya datar. Ini adalah pertama kalinya Uri memperbolehkannya masuk.
"Minum apa?" tanya Uri.
"Nggak."
"Lo takut gue kasih racun?" tuduh Uri. Padahal niatnya baik, ingin menawarkan minuman pada Uzi sebagai balasan karena sudah mengantarkan pulang.
"Nggak juga. Gue pergi, mau main sama yang lainnya." Uzi berdiri dari duduknya.
"Oh."
"Hem. Assalamualaikum."
"Wa' alaikum salam."
Melihat punggung Uzi yang sudah menjauh, Uri buru-buru menutup pintu rumahnya. Dadanya berdetak kencang setiap kali berdekatan dengan Uzi. Uri menggigit bibir bawahnya membayangkan kata-kata yang diucapkan Uzi tadi di perjalanan.
Kalau itu nyata, pasti sangat indah. Jujur saja, itu adalah pertama kalinya Uri mendengar seorang cowok yang mengatakan 'sayang' padanya. Namun, mengingat itu Uri jadi kesal, kenapa Uzi malah menyuruh untuk tak memikirkan itu.
Merasa tak ingin membayangkan itu lagi, Uri berjalan ke kamarnya mengganti baju. Tapi, suara pintu yang di ketuk membuatnya harus berputar membuka pintu lagi.
"Siapa? Lah, ngapain lagi?" tanya Uri.
Tanpa sepatah kata, Uzi masuk mengambil jaketnya yang terletak diatas meja. Setelah itu, Uzi langsung pergi lagi meninggalkan Uri yang berdecak kesal.
"Songong banget lo. Ini rumah gue. Sok-sokan," gumam Uri pelan lalu kembali menutup pintu.
Saat hendak melanjutkan perjalanan ke kamar, lagi-lagi, bunyi pintu yang diketuk membuat Uri semakin menggeram. Apa lagi sih dia? batinnya kesal.
"Apalagi sih, Zi?!" gertak Uri. Matanya membola sempurna melihat orang yang ada didepannya ini.
"Zi? Zi siapa?" Rima menaikkan sebelah alisnya.
"Zidan, ya, Zidan. Zidan temannya Ully datang," alibi Uri.
"Zidan? Namanya Idan Kakak," kata Ully mengkoreksi.
"Tapi aku Panggilnya Zidan aja. Eh, Mama sama Ully darimana?" tanya Uri basa-basi.
"Dari toko," jawab Ully masuk rumah.
Setelah Rima dan Ully masuk kedalam rumah. Uri mengelus dadanya syukur. "Untung aja. Kalau mereka tau Uzi datang, dimana harga diri gue?!"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
UriUzi [ END ]
Подростковая литератураSpin off Garuda *** Auristela Keisya, cewek tomboi yang nggak suka basa-basi. Iya, ya, iya. Nggak, ya, nggak. Uri panggilannya, semua olahraga ia lakukan, bahkan mengunjungi semua tempat latihan khusus olahraga yang tempatnya terkadang hanya diisi...
![UriUzi [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/254463217-64-k248110.jpg)