5 : Friends?

3.7K 490 44
                                    

Jake membuka matanya saat mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. Ia mengecek arlojinya yang berada di sebelahnya menunjukkan pukul setengah enam pagi.

Siapa yang mengetuk pintu kamarnya sepagi ini? Jay? Atau Jungwon?

Sepertinya tidak mungkin, karena mereka akan memasuki kamarnya tanpa mengetuk pintu ataupun permisi.

Jake sangat tau tabiat mereka bahkan saat dirinya tidak ada sekalipun.

Saat dirinya ingin membukakan pintu, tiba-tiba saja ponselnya bergetar dan menampilkan nama Park Sunghoon di layar ponselnya.

"Halo? Jake? Kau dimana?"

"A-Aku masih berada di kamar"

"Ah, kalau begitu cepat pergi ke ruang study mu. Aku menunggumu"

"B-Baiklah, aku akan bersiap"

"Sampai nanti"

Jake memutuskan panggilan mereka. Dirinya dan Sunghoon memutuskan untuk bertukar nomor satu sama lain, ini adalah hal yang jarang dilakukan oleh para murid dan mentor di akademi.

Butuh waktu beberapa waktu untuk menyadarkan diri Jake bahwa orang yang menelponnya adalah Serim. "Sial!"

Betapa bodohnya Jake, dirinya lupa kalau ia tidak boleh membiarkan mentor nya menunggu. Jake melemparkan ponselnya ke sembarang arau, berlari menyambar handuk dan menuju kamar mandi.

Setelah membersihkan dirinya, Jake merapikan ruangannya sebentar. Mengambil jaket kulit berwarna coklat miliknya lalu ia kenakan.

Jake keluar kamarnya dengan sedikit tergesa, keluar kamar tanpa mengunci pintunya kembali.

"Sial!"

"Sial!"

"Sial!"

Umpatnya.

Jake perlahan mengetuk pintu ruangan nya dan membuka secara perlahan. Menampilkan Sunghoon yang sudah menyambutnya dengan senyuman. "M-Maaf telah membuatmu menunggu. Aku tidak tau kau akan menungguku sepagi ini."

"Kau tidak perlu mencemaskan itu. Yang terpenting adalah, makanlah ini dan habiskan" Sunghoon kemudian menyodorkan sebuah kotak sarapan berwarna hitam kepada Jake.

"Terima kasih, Tapi—"

"Aku tau kau belum sarapan. Jadi, makanlah"

"Tap—"

"Cepat duduk dan makanlah, aku tidak suka ditolak" Final Sunghoon dengan sedikit meninggikan suaranya.

Jake mendengus napasnya dengan kasar dan sedikit gugup. "K-Kau tidak perlu repot-repot membawakan ku sarapan setiap hari Sunghoon-ah"

Sunghoon menaikkan sebelah alisnya. "Memangnya kenapa? Tidak boleh?"

"Bukan begitu, hanya saja kau sebagai Vampir terlalu baik kepada manusia seperti ku"

"Itu membuatku ta—"

"—Takut kalau semisal kau akan aku jadikan Vampir sebagai imbalan?"

Sunghoon tersenyum kecut sembari mendengus.

"Kau masih takut denganku ternyata"

Jake mengangguk pelan sambil menggigit bibir bawahnya.

"Sudah berapa kali aku bilang? Tidak perlu takut padaku, Jake. Anggap saja kita teman sekarang"

"B-Baiklah, akan aku usahakan agar tidak takut padamu dan menganggap mu teman sepenuhnya."

Sunghoon mengangguk kemudian tersenyum. "Memang itu mauku dari awal"

A Flor de Flor | Sungjake Ver.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang