Sudah dua hari Sunghoon menghindari Jake dan tidak berbicara kepadanya. Sunghoon bahkan cenderung menghindari Jake meski mereka berdua saling berpapasan.
Jake juga merasakan perubahan sikap Sunghoon yang cenderung menjaga jarak darinya dan juga rasa takut yang menguar.
Apa Sunghoon masih marah kepadanya?
Jake memejamkan matanya sembari menghirup udara segar. Tak lama, ia mendengar suara langkah kaki namun matanya masih terpejam. Langkah kaki yang mengendap-endap dari seseorang.
"Aku tau kau berdiri di situ, Jungwon" Ujar Jake masih memejamkan matanya.
"Ah sial!" Jungwon mendekati Jake dengan kesal diiringi Jay yang berada di sampingnya.
Jake membuka mata dan melihat Jungwon dan Jay sudah di sebelahnya. Mereka berdua menatap Jake dengan penuh tanda tanya seolah-olah mengerti bahwa Jake sedang gelisah.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Jungwon tanpa ragu.
"Kau tampak gundah dan gelisah, Jake. Apa ada sesuatu?" Tanya Jay pula.
"Apa yang akan kalian lakukan jika ada orang yang menyatakan perasaannya kepada kalian?" Tukas Jake tanpa sadar.
Jungwon memiringkan kepalanya seketika. "Apa itu menyangkut mentor lamamu?"
"Park Sunghoon?" Lanjut Jay.
Sial!
Jake baru sadar, kenapa pertanyaan itu yang terlontar dari mulutnya?
Jake terdiam. "B-Bukan be—"
Jungwon tersenyum hampir tertawa. "Kau tidak perlu mengelak, Jake. Aku tau kau sedang memikirkannya"
Jake terdiam namun setelah itu dirinya mengangguk perlahan dengan pasrah.
"Hmmm... Itu tergantung perasaanku. Terlepas orang yang kau sukai adalah pria ataupun wanita jika aku juga mencitainya aku akan menerimanya. Dan jika aku tidak menyukainya maka aku akan menolak secara halus agar tidak menyakiti perasaannya." Ucap Jay dengan padangan lurus kedepan.
Jungwon menatap Jake lekat. "Jika kau ragu dengan perasaanmu, cobalah untuk berdiskusi dengan nalurimu. Apa kau menginginkannya? Apa kau rela berkorban demi dirinya? Jika kau mengiyakan itu semua, berarti kau sudah mencitainya"
"Dan juga... Jika kau sudah jatuh cinta, kau akan dihantui rasa takut" Tambah Jay dengan pandangan yang masih lurus kedepan.
"Takut?" Tanya Jake dengan mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti.
Jay mengangguk. "Ketika kau jatuh cinta, ada dalam dirimu yang berubah. Seperti egois, penakut, ataupun serakah"
Jake memiringkan kepalanya dan berusaha mencerna semua kalimat dari Jay. "Aku tidak mengerti, bisa kau jelaskan itu semua?"
Jay tersenyum simpul. "Akan ada rasa dimana kau akan takut kehilangannya. Kau akan menjadi egois dengan mementingkan perasaanmu terhadapnya, dan juga kau akan menjadi serakah karena menginginkan dirinya hanya untukmu seorang"
Jake terdiam, mencerna semua kata-kata dari kedua sahabatnya sambil bertanya-tanya. Apa dirinya akan menjadi egois? Ataupun penakut dan juga serakah?
"Tapi kurasa—" Jungwon memiringkan kepalanya dan menatap Jake. "Kau sudah jatuh cinta dengan seseorang, dan itu Sunghoon. Tapi kau belum menyadari perasaanmu"
"E-Eh?" Alis Jake terangkat seketika.
"Tapi... Tidak mungkin aku menyukai laki-laki, kan?"
Jungwon mendengus tersenyum. "Tidakkah kau sadar bahwa kau sudah jatuh cinta terhadapnya? Kau menjadi vampir dan perubahanmu dikarenakan perasaan Sunghoon terhadapmu" Jungwon kembali menatap lurus kedepan. "Cinta adalah cinta, Jake. Maupun itu laki-laki ataupun perempuan, jika kalian berdua saling mencintai. Maka tembok yang kalian buat akan hancur seketika"

KAMU SEDANG MEMBACA
A Flor de Flor | Sungjake Ver.
Fanfic[END] Hanya kisah tentang dua bunga yang berbeda jenis saling jatuh cinta dan saling menyalurkan rasa. BxB! Sungjake! Dom! Sunghoon Sub! Jake Rated - M [11.03.21 - 30.09.21]