Sunghoon mendongak kesakitan ketika tubuhnya terdorong keras hingga tertabrak dinding. "Jake?"
"Bukankah aku bilang padamu jangan melakukan hal seperti itu lagi?!" Teriak Jake refleks.
Jake terdiam dengan napas yang tak beraturan dan di situ ia sadar bahwa rasa gugupnya membuat suaranya meninggi.
Apakah Sunghoon marah kepadanya?
"M-Maaf Sunghoon" Gumam Jake melembut. "Aku tidak bermaksud un—"
"Tidak apa-apa" sahut Sunghoon lalu berdiri perlahan dan tersenyum masam. "Kau benar, Jake, tidak seharusnya aku melakukan hal itu kepadamu, maafkan aku"
"S-Sunghoon?"
"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi" Sunghoon kemudian melangkah menuju jendela.
"Tidak, bukan begitu maksud—"
"Bersiaplah untuk ujian keduamu hari ini, Jake. Aku percaya kau tidak akan mengecewakanku, aku selalu menunggumu di rumah"
"Sunghoon, tunggu!"
Sunghoon sudah melesat sebelum Jake menyelesaikan ucapannya. Ia berniat untuk mengejarnya namun Sunghoon melesat dengan begitu cepat.
Jake menghela napas sedih sambil menatap kotak makan milik Sunghoon. "Kau bahkan belum menyentuh makananmu" Lirihnya.
Jake terduduk dengan lutut yang ia lipat di bawah jendela. Menangisi kepergian Sunghoon yang menyakitkan. Air matanya mengalir ketika melihat rasa kecewa dan juga pasrah dalam tatapan sendunya.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku?"
•
•
•
Jake bergegas menyusuri lorong dengan beberapa perlengkapan untuk ujian. Ia sudah memakai jubah ber-hoodie besar tanpa memikirkan pasang mata yang memperhatikannya.
Tak butuh waktu lama untuk Jake sampai di lapangan. Ia menghela napas lega ketika dirinya bisa berdiri di tempat manapun karena ujian kali ini tidak berbasis nomor urut.
Ia berdiri di bawah bayangan pohon dan menyendiri setelah menemui Eunbi. Melamuni hal yang baru saja ia lalui bersama Sunghoon dan itu cukup menganggu pikirannya.
"Jake!"
Jungwon melambaikan tangan dan berlari ke arahnya. Jake hanya tersenyum dan membalas lambaian tangannya.
"Sudah kuduga kau akan berdiri di tempat seperti ini"
"Yah.. kau tau sendiri sekarang sinar matahari adalah musuhku." Jake menyandarkan punggungnya sembari melipat kedua tangannya.
"Dimana Jay?" Tanya Jake.
"Dia sedang menemui mentornya"
Jake hanya menganggukkan kepalanya singkat.
Tak lama, suara podium berbunyi membuat Jake dan Jungwon berdiam. Para peserta sudah berkumpul dan Jake bisa melihat Jay du sebelahnya.
"Perhatian semua!" Yerin mengangkat tangannya.
"Sesuai dengan pemberitahuan minggu lalu, hari ini kita akan mengadakan ujian final, karena pihak akademi akan memulai ajaran baru dan menerima para peserta baru." Ujar Yerin.
"Kalian akan dibagi menjadi dua tim. Tim A dan Tim B, ujian final kali ini, setiap tim akan menjaga satu crystal agar tidak hancur yang akan kami berikan kepada setiap tim"
"Untuk pembagian tim, kalian bisa melihatnya di layar"
Satu layar lebar besar kemudian turun secara perlahan dan menampilkan nama tim dan juga anggotanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
A Flor de Flor | Sungjake Ver.
Fanfiction[END] Hanya kisah tentang dua bunga yang berbeda jenis saling jatuh cinta dan saling menyalurkan rasa. BxB! Sungjake! Dom! Sunghoon Sub! Jake Rated - M [11.03.21 - 30.09.21]