"Kenapa kau menjadi kelelawar?," tanya Jake sambil menuang air hangat kedalam baskom.
Ia biasa mengompres luka dengan air hangat ketika dirinya masih menjadi manusia, ia tidak tahu apakah ini cukup membantu kepada vampir atau tidak.
Sunghoon terdiam sejenak namun ia menjawab. "Agar aku bisa mengikutimu tanpa diketahui orang lain"
"Tapi lihat akibat perbuatanmu!, Seharusnya luka seperti ini tidak akan menjadi masalah bagimu jika kau tidak menyegel kekuatanmu dan menjadi kelelawar," ujar Jake kesal sambil menyentuhkan kain kompres di kaki Sunghoon.
"Sejak kapan kau menyegel kekuatanmu tanpa sepengetahuanku?," tanya Jake kepada Sunghoon.
"Kau tidak harus tau semua hal tentangku, Jake," balas Sunghoon.
Tangan Jake berhenti sejenak dari aktivitasnya. "Jadi kau mau balas dendam tentang ucapanku kala itu?"
"Tidak, tapi yang kau ucapkan waktu itu memang benar, kau memiliki rahasia begitu pula denganku."
"Kalau begitu urus lukamu sendiri!" Jake melemparkan kain kompresnya ke dalam baskom dengan kesal.
"Aku akan mengambilkan darah untukmu," tukas Jake berjalan keluar dari kamar.
"Tunggu!" Sunghoon menarik tangan Jake. "Kenapa kau begitu marah kepadaku?"
"I-Itu, Itu, itu, karena... Kau melakukan hal yang ceroboh dan juga bodoh," jawab Jake spontan tetapi sedikit terbata.
Sunghoon terdiam namun sedetik kemudian dirinya tersenyum miring. "Apa kau mencemaskanku?"
Jake berdecih. "Bukan karena aku mencemaskanmu, tapi, apa tidak konyol jika kau terluka hanya karena tersangkut? Kau bahkan hampir membuat kakimu terlepas dari tubuhmu"
"Itu sama sekali bukan lelucon, Sunghoon. Apa kau mau menjadi vampir cacat hanya karena kaki tersangkut?," ucap Jake dengan menyeringai.
"Aku juga tidak berpikir itu adalah lelucon, Jake. Jika kakiku patah hanya karena tersangkut—"
"—itu adalah hal konyol yang pernah kutahu seumur hidup," sahut Jake meneruskan kalimat Sunghoon.
"Jangan berusaha bercanda dengan tingkah bodohmu, wibawamu akan terjatuh."
Sunghoon menghela napas panjang. "Baiklah, baiklah, kau terlihat menakutkan jika sudah seperti ini," ujar Sunghoon sambil membelai rambut Jake.
Jake menarik kepalanya dengan kesal tetapi perlahan mereda karena sentuhan lainnya dari Sunghoon. "Baiklah, kalau begitu aku akan blood centre, kau tunggulah di sini."
"Satu jam lagi pesta kelulusan akan dimulai. Kau yakin akan pergi kesana?"
"Kesembuhanmu lebih penting dari pesta kelulusan, Sunghoon"
Sunghoon menarik tangan Jake lagi dan mengelus punggung tangannya. "Kau adalah murid peraih dark medal satu-satunya, apa jadinya jika kau tidak datang? Aku tidak ingin kau melewatkan pestamu hanya karena diriku"
Jake menatap Sunghoon lekat kemudian menatap kakinya. "Seberapa banyak darah yang kau butuhkan untuk memulihkan lukamu?"
"Untuk saat ini jangan pikirkan aku, Jake. Lagipula ini hanya luka kecil," tukas Sunghoon tidak ingin membuat Jake khawatir.
Jake menghela napasnya gusar. "Jika kau seperti ini... Aku tidak bisa menikmati pesta"
"Kau tidak perlu khawatir, Jake, daripada kau diam seperti ini. Lebih baik kau bersiap, aku yakin teman-temanmu akan datang"

KAMU SEDANG MEMBACA
A Flor de Flor | Sungjake Ver.
Fiksi Penggemar[END] Hanya kisah tentang dua bunga yang berbeda jenis saling jatuh cinta dan saling menyalurkan rasa. BxB! Sungjake! Dom! Sunghoon Sub! Jake Rated - M [11.03.21 - 30.09.21]