PEMBATALAN JANJI

17.5K 1.9K 225
                                        

♧♧♧

pagi hari, tepat jam tujuh pagi renjun
terbangun lebih dulu daripada jeno. renjun bangkit dan berusaha lepas dari pelukan jeno secara perlahan agar tidak membangunkan si pemilik rumah.

berjalan perlahan kekamar mandi dan membersihkan diri. memakai pakaian kemarin yang dipakai.

renjun terbiasa menginap dirumah jeno. berawal dari menonton film bersama, hingga tidur di kasur yang sama.

selalu ada alasan yang jeno lakukan agar renjun menginap setelah menonton film bersama. mulai dari menonton film lagi hingga larut, mengelus renjun agar mengantuk, mobil yang mogok, hujan deras, dan lainnya.

renjun tidak menolak, renjun pikir alasan yang jeno berikan sangat masuk akal walaupun seperti berkali-kali digunakan.

renjun merasa tidak ada salahnya menerima ajakan menginap, toh, dia juga diantar. tidak ingin merepotkan lebih banyak jadi dia hanya bisa mengiyakan.

renjun sedang didapur, memasang telur untuk dirinya dan jeno. sambil bersenandung kecil dan terkekeh jika dirasa ada ingatan lucu yang hinggap dikepalanya.

"renjun." renjun tersentak pelan. dirasa ada yang melingkarkan tangan pada perutnya.

renjun tidak menjawab, jeno terbiasa seperti ini. jeno beralih mencium kecil pundak renjun berkali-kali.

"mau jalan-jalan?" bisik jeno pelan.

ini hari minggu, bagi jeno ini adalah hari jalan-jalannya dengan renjun. melupakan fakta bahwa dia mempunyai pacar, dia lebih memilih mengajak renjun pergi keluar.

"tidak bisa." alis jeno mengkerut bingung. tidak biasanya renjun akan menolak rencana jalan-jalannya. apalagi, renjun akan diberikan makanan kesukaannya, jadi mustahil menolak ajakan jeno.

"kenapa." seperti bukan pertanyaan, tapi ungkapan tidak percaya lebih terasa. nada suara jeno yang berubah membuat renjun menoleh.

"ibu ingin aku temani ke tempat kerjanya. tidak tahu kenapa, tapi kata ibu, aku harus ikut dengannya hari ini." ucap renjun pelan memberi pengertian.

"lama? aku bisa mengantarmu, setelahnya kita bisa jalan-jalan." jeno mencoba bernegosiasi.

"tidak tahu." gelengan kecil dari renjun yang jeno dapatkan.

"aku akan mengantarmu dan ibumu, setelah makan kita berangkat." lalu jeno pergi kekamarnya untuk bersiap-siap.

👥👥👥👥

jeno menunggu renjun diparkiran kantor. sudah sekitar 20 menit dirinya menunggu. dia lupa bahwa ponsel renjun rusak, jadi dia kesal sendiri tidak bisa menghubungi renjun.

inginnya menyusul renjun, tapi dia tidak tahu renjun pergi keruangan siapa. jadi dia hanya menunggu dengan setia di mobil sambil mendengarkan lagu.

jeno bosan. lalu membuka ponselnya. melihat foto-foto renjun. bisa dibilang dia penguntit berkedok teman. banyak foto renjun ada di ponselnya. tanpa ketahuan, dia menyimpan foto-foto itu tersembunyi di ponselnya.

foto-foto renjun mulai dari ulang tahun, kelulusan SMP, saat jalan-jalan dengan jeno, bahkan sampai foto-foto aneh juga jeno miliki.

tidak tahu kenapa, jeno ingin renjun hanya miliknya, melihat padanya, bergantung padanya. dia membuat semua orang jahat dimata renjun agar renjun menjaga jarak.

terlihat jahat memang, tapi hitung-hitung juga benar-benar menjaga renjun dalam artian yang sebenarnya.

mungkin menjadi pertanyaan, kenapa jeno mempunyai pacar?

jeno hanya menuruti keinginan dari ayahnya. mendekati anak dari teman bisnis ayahnya, membangun hubungan baik. lagipula, menguntungkan juga saat dia sedang ingin lebih dari sekedar mencium renjun, jadi dia bisa melampiaskannya pada perempuan itu.

"manis sekali." jeno mengusap layar ponselnya.

ketukan pada pintu mobil membuatnya berhenti dari kegiatan memuja renjun.

"kakak?" renjun menunduk, mengetuk pintu mobil itu.

jeno keluar dari mobil, "sudah selesai, hm?" mengelus pipi renjun pelan. tanpa disadari tidak hanya renjun yang ada disana, kegiatan jeno dianggap membuatnya kesal.

"renjun, kakakmu?" jaemin menyadarkan jeno jika bukan hanya dirinya dan renjun yang ada disana.

anggukan kecil renjun berikan, "teman, aku menganggapnya kakakku. kenalkan jaemin, dia kak jeno. kak jeno ini jaemin." renjun berseru semangat, tanpa menyadari kedua orang yang sedang dia bicarakan menatap dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.

"renjun, bisa katakan pada kakakmu untuk pulang? kita ada janji untuk jalan-jalan, kan?" ucap jaemin sambil menatap jeno remeh.

"uh... kak jeno... ibu memintaku untuk mengajak jaemin berkeliling daerah sini, karena dia baru saja tiba dari amerika. maaf kak jeno... ini keinginan ibu, aku tidak bisa menolaknya." renjun berucap takut. menundukkan kepalanya tanda merasa bersalah.

"sial." jeno masuk ke mobil dengan bantingan keras pintu mobil. jeno marah, selain menunggu renjun, dia punya harapan untuk berjalan-jalan dengannya. dirematnya tiket bioskop itu kencang, "sialan, renjun." makinya.

👥👥👥👥

jaemin memanfaatkan situasi dengan membawa renjun pergi dengan meminta ayahnya untuk membantunya. ayahnya jelas menyanggupi. jaemin itu jarang memiliki ketertarikan dengan tingkat keseriusan seperti ini. jaemin akan melakukan segalanya, untuk bertemu dengan bayi kecilnya.

🦊🦊🦊

BE OURS - NORENMINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang