piu piu, aku mau nyelesaiin ini-!
☺☺☺
------------------
jeno dan jaemin membawa renjun pulang ke rumah. jeno menggendong renjun dan meletakkannya di kasur dengan keadaan yang masih sama saat dikelas tadi.
renjun terisak, menatap jeno dan jaemin di depannya.
tidak ada niatan bagi jeno dan jaemin menghampiri renjun yang menangis, mereka hanya menatap. jeno yang bersandar pada tembok serta jaemin yang duduk di meja belajar dengan tangan terlipat.
renjun mengusap air matanya, menatap jeno. ia berharap jeno akan memeluknya dan menjaganya. jaemin membuang muka, sebenarnya ia tidak tega, tapi hal ini bisa membuat renjun sadar bahwa renjun menginginkan mereka.
"kak jeno, apa kak jeno sudah tidak sayang renjun?" renjun menghampiri jeno, memegang lengan baju jeno yang menampilkan wajah datar padanya. "renjun takut, renjun tidak ingin kak jeno meninggalkan renjun." diselingi tangis tertahan renjun.
renjun memeluk jeno, "renjun janji tidak akan nakal lagi. renjun akan mendengarkan apa yang kak jeno katakan. bi-bisa hukum renjun saja? jangan tinggalkan renjun." renjun sedih, jeno tidak membalas pelukannya.
jeno memegang tangan renjun, melepaskan pelukannya. "kami tidak marah, kami hanya tidak ingin mengganggumu dengan ryujin." lalu jeno berjalan keluar kamar meninggalkan renjun.
renjun ingin mengejar jeno, tetapi perkataan jaemin mengehentikannya, "urus saja kekasihmu renjun." lalu jaemin pergi meninggalkan renjun sendirian.
renjun menangis, ia tidak menginginkan kekasih jika jeno dan jaemin meninggalkannya. renjun menyusul mereka keluar, menangis kencang dengan terus mengusap matanya yang mulai memerah. "kak jeno jahat...! tidak sayang renjun lagi! kalau mempunyai kekasih membuat kalian pergi dari renjun, renjun tidak ingin mempunyai kekasih." perkataan renjun membuat mereka berhenti.
"kalau begitu berpisahlah dari ryujin sekarang." ujar jeno menantang.
"po-ponsel renjun tertinggal di sekolah." cicit renjun. "boleh maafkan renjun dulu sebelum bilang pada ryujin?" renjun mendekati jaemin. mendongak menatap jaemin menunggu persetujuannya.
jaemin melihat jeno dan mengangguk, "iya." dengan perasaan senang, renjun langsung memeluk jaemin. renjun menolehkan kepalanya pada jeno yang diam saja. renjun berjalan kearah jeno, memeluk jeno tulus. dia senang bahwa jeno juga menerimanya. tetapi, renjun menunggu untuk mendapatkan balasan pelukan dari jeno. renjun mendongak, "kenapa tidak memeluk renjun?" renjun menatap jeno terus menerus, menunggu jawaban apa yang akan jeno lontarkan. renjun yang berusaha mengerti mencoba untuk mencium pipi jeno agar jeno mau memanjakannya kembali.
sebelum renjun mendaratkan bibirnya pada pipi jeno, jeno sudah menahan bahu renjun. "kamu sudah besar. ciuman adalah kegiatan sepasang kekasih. kamu juga tidak pantas dimanjakan. kamu sudah dewasa, renjun."
kening renjun berkerut, ia tidak ingin itu terjadi. mengingat bagaimana jeno dan jaemin yang membawa perempuan ke rumah ini. renjun hanya ingin dia satu-satunya yang dimanjakan oleh jeno dan jaemin.
"jika kamu menjadi kekasih kami, kami akan memanjakanmu dan menyayangimu setiap hari, renjun." timpal jaemin meyakinkan.
"tentu saja, ryujin hanya membuatmu penasaran bagaimana rasanya menjalin hubungan, kan?" jaemin menepuk bahu renjun.
"ciuman, elusan, pelukan. kamu menikmati itu dari kami atau ryujin?" jaemin memeluk renjun dari belakang. membisikkan kata-kata yang mempengaruhi renjun.
"bahkan jika kamu harus menjadi gay sekalipun, kamu hanya akan menjadi gay untuk kami. kami akan melindungimu, menyayangimu. tentu itu akan kami lakukan jika kamu menjadi kekasih kami." jaemin meletakkan dagunya di pundak renjun. ia menatap lurus kearah jeno, jaemin tersenyum penuh kemenangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BE OURS - NORENMIN
Romance🔞BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN SESUAI DENGAN UMUR.🔞 dianggap menjadi benalu dalam hubungan seseorang, tidak ada yang menyukainya, orang tuanya yang selalu mengingatkan akan kenyataan. perhatian yang tak didapat dari orang terdekatnya, tidak sengaja d...
