5. Strange

2.7K 338 9
                                    

Halloooo....
Ga capek aku ingatkan buat readers di wattpad yang belum follow ig aku yuk difollow biar tau info2 menarik yang aku bagikan
@anindyamin
Aku update ini harusnya sore tapi karena belum aku edit dan aku mendadak pergi jadi aku baru bisa update sekarang. Ga pake lama-lama lagi, enjoy reading!




Aku sedang memegangi 2 pilihan dasi, menunggui Jimin memakai baju kerja yang telah aku siapkan semalam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.









Aku sedang memegangi 2 pilihan dasi, menunggui Jimin memakai baju kerja yang telah aku siapkan semalam.

Pagi ini kami makan sandwich, jadi Jimin memilih untuk makan dulu baru berpakaian, dia harus menyikat giginya setelah makan jadi pakai baju di akhir akan membuat bajunya tetap rapi.

"Aku mau yang biru." Katanya sambil memasukkan bajunya yang longgar di bagian pinggang.

"Ini." Aku menyodorkan tangan kananku yang memegang dasi pilihan Jimin, bermaksut menyuruhnya untuk mengenakannya sendiri.

"Tolong pakaikan."

Aku maju mendekat dengan ragu-ragu. Biasanya Jimin tidak pernah kesulitan memakai dasi sendiri, dia selalu memasang dasi sembari menungguku menyiapkan sarapan untuknya.

Mungkin karena pagi ini aku menungguinya berganti atasan, jadi dia berfikir untuk memberiku kerjaan ringan selagi menunggunya. Contohnya seperti tadi aku disuruh membantu memilih jam tangan, dasi, lalu sekarang memakaikannya dasi.

Agak mendongak karena Jimin memang 10cm lebih tinggi dariku, padahal aku sudah termasuk tinggi untuk ukuran wanita, tinggiku 164cm tapi Jimin lebih tinggi lagi.

"Kau jadi pergi ke supermarket bersama temanmu hari ini?" Tanyanya ketika aku selesai memasangkan dasi.

"Harusnya sih iya. Kau sudah meminjamkannya mobil?" Aku sambil merapihkan kembali susunan baju yang agak kusut karna Jimin ambil sembarangan, memasukkan kembali dasi yang tidak terpakai dan mengambilkannya jam tangan untuk dipakai hari ini.

"Semalam sudah dia ambil ke kantor ketika pulang dari sini." Ucapnya sembari memakai jam tangan, aku sangat suka pemandangan Jimin memakai atau membuka jam nya, menurutku sangat seksi.

Ia merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sesuatu dari dompet "Ini, beli keperluanmu." Kata Jimin menyodorkan aku salah satu dari kartu kreditnya.

Seingatku ini adalah pertama kalinya Jimin memberikanku uang atau kartu untuk membeli sesuatu sendiri, biasanya aku hanya mengatakan aku perlu benda ini/itu dan Jimin akan membelikannya hanya dengan satu klik dari ponsel.

Aku mengambilnya dengan mata berbinar, tidak sabar lagi rasanya untuk pergi pertama kali berkeliling Beijing tanpa suamiku.

Yah tidak bisa dibilang berkeliling juga sih, hanya ke supermarket. Tapi rencananya aku akan mengajak Hanji untuk pergi ke restaurant  Jepang yang kemarin ia pesankan makanannya untukku, rasanya sungguh lezat. Aku penasaran bagaimana bentuk tempatnya jika makanannya seenak itu.

Brave Things (PJM)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang