Sejak hati tak saling tahu menahu
Dan ruang rindu makin berdebu
Sampai hilang pengisinya.
Kata kini makin buta, membiak jadi liar
Merusak tenang dan kenang.Tiap waktu dirundung tanya atas pergimu
Oleh sekat-sekat yang membendung kata atas kita
Meski kadang sayup kudengar tawamu dalam khayalku
Hanya mampu luruh kalbuku dalam sendu yang mengiring waktu.Mungkin,
Namaku tak lagi termaktub dalam citamu
Mungkin,
Bilamana aku dihembus dan terhapus
Itulah tawa bagimu.Biarlah, makin sederhana ceritaku
Pernah ditulis kemudian dihapus.
Pernah diminta
Kemudian dienyahkan.Mungkin manakala cinta, tak lagi bisa dibaca
Prasangka,
Ibarat jawaban atas segala tanya.
Mungkin manakala raga, tak sanggup lagi bicara
Prasangka,
ibarat juru bicara paling bisa dipercaya.27 Juli 2020
___________________________________________
Terimakasih sudah membaca
Semoga suka
Jangan lupa kasih Vote ⭐nya ya 🙏🏼☺️
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Sajak Penantian
PoetrySejatinya penantian adalah milik dia yang punya harap dan cita. Selamat membaca