be ambitious 27

535 81 11
                                    



“Kau mau ke kantor? Aku antar ya?”

So Eun menggeleng cepat ketika Kim Bum mengajukan dua pertanyaan itu padanya. Dalam diamnya, ia lalu melangkah keluar rumah pria Kim itu begitu saja, tidak peduli pada Kim Bum yang kini sudah menatapnya.

“Sso...”

“Tidak perlu. Aku bisa sendiri.”

“Tapi, bahaya kalau kau pergi sendiri.”

“Ada orang lain yang bisa aku mintai tolong. Kemarin juga tidak ada yang meminta tolong padamu, tapi kau datang sendiri.”

“Aku khawatir padamu, kau menger...”

“Aku tidak peduli.”

Menjawab acuh, pemilik marga Kim itu lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti di depan rumah Kim Bum. So Eun benar-benar tidak mau peduli apa yang Kim Bum rasakan dan pikirkan saat ini. Karena nyatanya, pria Kim itu juga memperlakukannya demikian. Dan ia tidak bisa diam di situ lebih lama. Rasanya menyakitkan, jadi ia harus pergi.

“So Eun...”

“KIM BUM!! KAU HA....”

So Eun menghentikan langkahnya begitu saja saat ia baru akan keluar dari halaman rumah Kim Bum dan suara teriakan Hye Sun terdengar begitu saja—disusul dengan kedatangan wanita itu bersama Min Ho yang mengekor di belakangnya. Si Goo itu juga jadi menghentikan ucapannya saat maniknya menangkap keberadaan So Eun di rumah Kim Bum.

“Kebetulan sekali kau ada di sini, jadi aku tidak harus repot-repot mencarimu.”

Mendengus kecil, So Eun lalu menatap kekasih kakaknya itu dengan tatapan malas. “Kenapa?”

“Hye...”

“Kau masih berani bertanya?”

Pertanyaan yang Hye Sun ajukan setelah itu sukses membuat So Eun mendengus. Detik berikutnya, ia akan melanjutkan langkahnya untuk pergi dari tempat itu. Tapi, Hye Sun lebih dulu menahan tangannya sehingga ia tidak jadi pergi.

“Aku mau mengatakan ini padamu, kau jangan menganggu Kim Bum lagi. Ap...”

“Aku tidak menganggunya. Kalau yang kau permasalahkan adalah kenapa aku ada di sini, aku ada di sini karena dia yang membawaku ke sini.”

“Kalau begitu pergilah.”

“Aku juga mau pergi. Dan kau tenang saja, aku tidak akan datang lagi.”

“Iya, memang sudah seharusnya seperti itu. Kau jangan datang lagi, sudah cukup semua yang terjadi di masa lalu.”

“KYA GOO!”

Jika tadi Min Ho, kali ini yang memanggil Hye Sun—sebagai peringatan agar si Goo itu tidak melanjutkan ucapannya—adalah Kim Bum.

“Masa lalu?”

“Kenapa kaget? Seharusnya kau sudah tahu semua ini. Oh, atau kau pura-pura tidak tahu? Wah, hebat sekali, Kim So Eun. Kau mau menghancurkan hidup Kim Bum seperti apa lagi?”

Selanjutnya, apa yang Hye Sun katakan sukses membuat So Eun menatap Kim Bum dengan tatapan tak pahamnya. Sedang yang ditatapnya itu terlihat menghela napas berat sambil mengalihkan tatapannya ke arah lain.

“Kau siapa?”

“Kyaa! Jangan pura-pura lagi!” Tapi, bukan jawaban Kim Bum yang ia dapat, nyatanya Hye Sum lagi yang berucap padanya. “Tidak mungkin kau tidak tahu siapa Kim Bum.”

“Aku memang tidak tahu!”

“Baiklah kalau kau memang tidak tahu. Aku akan memberitahunya padamu.”

“Siapa?”

“Kim Sang Bum, orang yang seharusnya ada di posisimu saat ini. Semua yang kau punya, itu adalah miliknya.”

Jawaban cepat Hye Sun membuat So Eun diam. Ia tidak langsung memberikan jawabannya karena rasa kaget luar biasa akan jawaban yang baru didengarnya itu. Lalu, setelah hampir semenit ia menggumamkan ‘apa’ dengan pelan dan sukses membuat Kim Bum bergerak cepat meraih tangannya. Tapi, dengan segera ia menarik tangannya begitu saja.

“Sso...”

“Apa tujuanmu melakukan ini, Bum?” Tanya si cantik ketika maniknya bertemu dengan manik Kim Bum lagi. “Oh, seharusnya aku tidak perlu bertanya, karena sampai kapanpun kau tidak akan pernah menjawab apapun pertanyaanku. Jadi, aku akan menarik kesimpulan sendiri. Salah atau benar, aku tidak peduli. Aku tidak akan menuntut kebenarannya darimu.”

Mengambil langkah mundur perlahan, pemilik marga Kim itu lalu menatap Hye Sun lagi lalu Kim Bum lagi. Tiga detik kemudian, ia mendengus sebelum berbalik dan pergi dari situ begitu saja. Kim Bum hendak mengejarnya, tapi tidak jadi karena Min Ho yang lebih dulu menahannya.

“Apa yang mau kau lakukan?”

“Apa lagi?”

“Tidak perlu, Bum.” Menjawab cepat, Min Ho berusaha mati-matian agar tidak melayangkan tangannya yang sudah terkepal untuk meninju Kim Bum. Tidak seperti itu, ia harus tahu beberapa hal dulu sebelum benar-benar meninju Kim Bum. “So Eun tidak tahu apa-apa.”

“Maksudmu?”

“Dia tidak tahu apa-apa. Percuma kau mengejarnya untuk menjelaskan semuanya. Dan tentang semua yang kau punya, yang sekarang ada padanya, kau tak perlu khawatir. Dia akan mengembalikan semuanya. Hati adikku tidak sekotor itu.”

Ucapan Min Ho membuat Kim Bum diam beberapa saat. Ia menatap temannya itu dengan tatapan datarnya sebelum mengajukan sebuah pertanyaan setelahnya.

“Kau yakin dia bisa mengembalikan semuanya?”

“Yakin.”

“Semuanya?”

“Semuanya.”

“Tidak akan ada yang kurang?”

“Tidak. Aku berani menjamin dia akan mengembalikan semuanya tanpa kecuali dan sama persis seperti waktu dia menerima semuanya dulu.”

“Lalu, bagaimana dengan hatiku?”

•be ambitious•



















Thank you...

be ambitiousTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang