Scene 25 || Senja, Senji, Senep

1.7K 136 7
                                        

Alhamdulillah sudah sampai di part ini. Terima kasih atas segala bentuk dukungannya. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak. Semoga cerita ini lancar sampai ending. Terima kasih.

Selamat membaca!

Selamat membaca!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🎬🎬🎬

Diamond Real Estate
No. 25
Atmaja's Family.


Matanya menatap sendu, kejadian semalam cukup membuatnya menangis pilu. Bukan karena sakit atau apa, tetapi malu. Asyilla menutupi seluruh badannya dengan selimut. Ia menggerutu dalam diri. Bisa-bisanya ia salah masuk kamar.

Asyilla yang baru saja dibaringkan di atas kasur Nevada membuka matanya. Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya pulih. Gadis itu merancau. Berkali-kali mulutnya mengeluarkan keluhannya. Berbagai hal, tentang perasaannya, dirinya yang melihat Candy di bar, dan hate comment dari fans fanatik Dion dan beberapa haters.

Asyilla menarik kaos Nevada bagian atas. Tak luput air mata turun di pipinya. Namun, gadis itu semakin menjadi.

"Mereka nge-bully gue, mereka selalu teror gue, nelfon gue, gue nggak tenang. Salah gue di mana? Gue yang disakiti di sini, kenapa harus gue yang nanggung semuanya. Kenapa?" keluh Asyilla dengan air mata yang mengucur bebas. Nevada terkejut, ternyata ini yang membuat Asyilla terusik selama ini. Lelaki itu hanya bisa memegang erat kedua bahu Asyilla.

"Mereka nge-judge gue kalo gue selingkuh dari Dion, padahal mereka nggak tau kalo hubungan gue sama Dion itu mulai toxic," rancaunya lagi. Nevada kini mengelus punggung Asyilla saat kepala gadis itu sudah disandarkan di dadanya.

"Lo mau ke mana?" tanya Asyilla saat Nevada beranjak dari tepi ranjang. Lelaki itu hendak membalikkan sofa dekat jendela mengarah ke arah luar. Setelahnya, ia menghampiri Asyilla dan mengajaknya duduk di sana. Lelaki itu menuntun tubuh gontai Asyilla. Memang berduanya mereka di ruangan tertutup ini salah, tetapi tampaknya Asyilla perlu teman cerita walaupun tak sadar penuh. Gadis itu masih dipengaruhi oleh kadar alkohol yang diteguknya tadi.

"Sekarang kamu cerita semua sama saya, semua yang membuat hidup kamu berantakan," titah Nevada. Jemarinya baru saja menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Asyilla.

"Abis putus sama Dion, gue sering dapet komentar jelek dari fans Dion. Kata mereka, gue nyelingkuhin Dion padahal nggak gitu. Gue dibilang manfaatin kepopuleran Dion demi karir gue, apalagi masa pacaran gue singkat banget. Lo percaya 'kan kalo gue nggak manfaatin kepopuleran Dion?" jelas Asyilla. Nevada hanya mengangguk. Ia melihat jelas Asyilla akan meneruskan kalimatnya.

"Maka dari itu, gue nggak terima digituin. Oh ya, tadi gue ketemu sama Candy di bar. Kasihan Dion, kayaknya Candy yang manfaatin Dion. Gue tadi liat Candy jalan sama cowok lain. Parah banget. Harusnya yang diteror sama hate comment bukan gue, tapi Candy. Kasihan banget si Dion," rancau Asyilla sebelum matanya terpejam. Kepala gadis itu tersandar di bahu Nevada.

SHOOT ON ME [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang