Baik, kita sampai di bagian kedua dari cerita ini. Semoga ke depannya kalian tetap suka dengan cerita ini, begitu juga dengan judul lain di series ini. Terima kasih sudah memberikan dukungan.
Selamat membaca!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🎬🎬🎬
Diamond Real Estate No. 25 Atmaja's Family.
Deru napas itu terburu, seakan sudah tak ada lagi waktu. Asyilla, matanya memerah, suasana hatinya begitu panik. Bagaimana bisa dirinya dan Dion masuk infotainment? Bukankah pulau ini adalah pulau privat? Mana mungkin seorang paparazi bisa masuk ke pulau ini?
"Gue harus pulang sekarang!" gumam Asyilla dengan tangan yang cekatan memasukkan pakaiannya ke koper. Sial sekali! Di hari di mana ia akan melepaskan penatnya, kini malah terjadi skandal padanya.
Ketukan sneakers itu terdengar terburu di atas lantai diikuti suara roda koper yang menggelinding, tanda bahwa koper itu tengah ditarik oleh pemiliknya.
Saat kaki-kaki itu sampai di depan pintu penginapan, Asyilla dibuat terkejut dengan adanya Dion yang ada di depan penginapannya. Lelaki itu ... juga membawa koper seperti dirinya.
"Dion? Ngapain di sini?" tanya Asyilla disela keterkejutannya.
"Mau balik ke Jakarta, foto kita udah tersebar di infotainment," balas Dion sembari menunjukkan layar ponselnya.
"Gue kira lo belum tahu. Lo mau pulang juga?" tanya Asyilla kepada Dion sembari melihat koper yang dibawa Dion.
"Iya. Mending kita bareng aja, gue sendiri soalnya keluarga gue masih mau di sini," tawar Dion.
"Bukannya gue nolak lo, Yon. Cuma kalo kita balik bareng, bukannya malah nambah masalah, ya," ungkap Asyilla.
"Ya nggak apa-apa. Kenapa nggak sekalian official aja?" Begitulah ujar Dion yang membuat Asyilla kembali terkejut.
"Mak—maksud lo gimana, Yon?" gagapnya. Asyilla masih tak percaya dengan ucapan Dion barusan.
"Gue jelasin di kapal. Gue udah sewa yacth, nggak mungkin gue sewa mahal dan pulang sendiri. Gue harap lo nemenin gue karena gue yakin lo belum sewa kapal buat balik ke Jakarta," jelas Dion dengan tegas.
Asyilla menghela napasnya. Benar kata Dion, dirinya memang lupa untuk menyewa kapal untuk kembali ke Jakarta. Belum juga tiket pesawatnya. Sial sekali hidup Asyilla, padahal niatnya makan malam kemarin dengan keluarga Dion hanyalah sebatas rasa tak enak untuk menolak undangan dari Dion. Walaupun ada setitik ketertarikan dirinya kepada Dion. Dan ya, ia tak pernah menyangka masalahnya akan serumit ini. Sudahlah, Asyilla mengikut saja. Jikalau Dion yang terbaik untuknya, apalagi mengingat ucapan Mamanya untuk segera mencari jodoh.
🎬
Angin laut yang cukup kencang melewati tubuh Asyilla begitu saja. Gadis yang tengah duduk di geladak utama yacth itu masih saja memikirkan skandal yang terjadi padanya. Sedari tadi Melly—manajer Asyilla—terus-terusan menelponnya.
"Kenapa mukanya gitu, Syil?" tanya Dion yang ikut duduk di samping Asyilla sembari membawa minuman dan sandwich untuk Asyilla. Sementara, Asyilla hanya menggeleng untuk membalas pertanyaan Dion.
"Lo masih mikirin soal skandal foto itu, ya? Jangan terlalu mikirin, nanti lo sakit. Mending lo makan dulu, gue tahu lo pasti belum makan, 'kan?" ucap Dion sembari memberikan makanan itu pada Asyilla.
Sebenarnya, Asyilla ingin sekali menolak, tetapi perutnya tak bisa diajak kompromi. Mau tak mau, Asyilla menerima pemberian Dion itu.
Baru saja dua gigitan, Dion memancing suasana canggung lagi. Untung saja Asyilla tidak tersedak.
"Oh ya, Syil. Soal yang di depan penginapan lo, gue serius. Gue beneran mau lo jadi pacar gue, terlepas kabar gosip di infotainment, gue bener-bener udah jatuh cinta sama lo. Semua yang lo lakuin kemarin di dinner keluarga besar gue, bikin gue yakin kalo lo emang yang terbaik buat gue," ungkap Dion. Lelaki itu menatap mata Asyilla penuh kepercayaan.
"Syil, will you be my girlfriend? I hope you say yes," imbuhnya. Lelaki itu sudah meraih tangan Asyilla, mengelusnya dengan lembut, penuh harap.
Skakmat! Asyilla tak tahu harus menjawab apa. Sungguh, selama ini ia tak pernah dekat dengan laki-laki selain keluarganya. Apalagi pakai acara ditembak seperti ini, di atas yacth pula, uhh pasti cewek di luar sana pada iri, deh!
"Syil, do you hear me?" tanya Dion lagi. Laki-laki itu takut jika ucapannya sia-sia karena Asyilla tak mendengarkannya.
"Em ... Yon, gue harus jawab sekarang?" tanya Asyilla yang masih ragu. Ia sama sekali tak punya pengalaman soal cinta. Hidupnya pun ia gunakan untuk ambisinya menjadi artis.
"Ya enggak, sih. Tapi kalo lo masih ragu ya nggak apa-apa juga, mungkin lo juga belum ada rasa sama gue," balas Dion.
Ah, sial! Jawaban Dion yang seperti itu membuat Asyilla merasa bersalah. Tapi ini adalah peluang bagus mengingat ibunya yang sedari tadi menelfonnya dengan suara yang penuh harap.
Asyilla mengembuskan napasnya. "Yes, I will," balas Asyilla final.
"What? Can you repeat that?" tanya Dion girang. Asyilla terkekeh malu.
"Dion, I will be yours," jawab Asyilla dengan senyum yang melengkung di bibirnya. Dengan cekatan Dion langsung memeluk dan mencium pipinya sebagai ungkapan rasa bahagianya. Tentu saja hal itu membuat Asyilla terkejut.
"Have you kissed me?" tanya Asyilla dengan dahi yang mengerut. Dion pun mengangguk.
"I like your chubby cheeks so much. Gemesin tahu nggak? Dari kemarin sebenernya udah pengen cium kamu," goda Dion, hal ini membuat pipi Asyilla memerah.
Keduanya melanjutkan obrolan mereka. Memadu kasih di tengah luasnya lautan. Semilir angin dan deru ombak menjadi saksi cinta mereka. Rasanya bapak nakhoda mereka anggap tiada. Dunia memang milik berdua sekarang.
Karena sudah official, keduanya menghubungi manajer dan agensi masing-masing untuk mengatur jadwal konferensi pers tentang skandal keduanya.
Ya, hari ini bintang top Indonesia itu telah resmi menjadi pasangan. Asyilla hanya berharap hubungan ini tak hanya sebentar, mengingat para artis lain yang hanya menjalin hubungan dengan kurun bulan.
"Semoga, keputusan kali ini adalah keputusan yang paling tepat. Asyilla, kenapa suka yang mendadak, sih? Wkwk."
🎬🎬🎬
Alhamdulillah udah sampai part 3, semoga ke depannya selalu dilancarkan. Aamiin.