Epilog

9.5K 226 29
                                        

Alhamdulillah sudah sampai di akhir dari kisah ini. Terima kasih bagi semua pembaca yang sudah mendukung kesuksesan cerita ini. Semoga setelah cerita ini tamat, akan ada banyak pembaca yang berdatangan. Aamiin. Jangan lupa untuk sekadar vote dan komen.

Selamat membaca!

Selamat membaca!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🎬🎬🎬

Diamond Real Estate
No. 25
Atmaja's Family.

11 tahun kemudian ....

Asyilla memakaikan baju untuk putra ketiganya, Austin. Wanita itu telah mengandung 3 kali, bahkan Chanel sudah beranjak besar sekarang. Chanel berubah menjadi gadis tanggung yang begitu cantik. Hari ini putri sambungnya itu akan masuk ke SMA untuk pertama kalinya.

"Ma, aku mau berangkat," pamit Chanel. Gadis itu sudah memakai berbagai keperluan MPLS.

"Berangkat sama siapa?" tanya Asyilla dengan tangan yang masih sibuk mengancingkan baju Austin.

"Sama sopir kok, Ma," balas Chanel dengan entengnya. Asyilla menatap ke arah lain.

"Yakin?" tanya Asyilla dengan nada menggoda.

"Yakin. Emang kenapa sih, Ma?" tanya Chanel. Asyilla menunjuk seseorang dengan dagunya. Chanel menoleh ke belakang. Di sana ada Milo yang melambaikan tangannya pada Chanel.

"Kok lo ke sini, sih? Gue 'kan nggak minta," rajuk Chanel. Milo yang awalnya bersandar di tembok, akhirnya menghampiri. Lelaki itu menyalami punggung tangan Asyilla.

"Pagi, Tante Sisil!" sapa Milo.

"Milo sama Chanel pamit, ya, Tan. Kalo berangkat nanti malah ketelat lagi. Takutnya dihukum sama senior," ujar Milo. Asyilla sudah tahu, hubungan mereka semakin menjadi ketika remaja ini. Asyilla mengangguk. Ia mempercayakan Chanel kepada Milo dengan catatan Milo harus tahu batasan.

"Ya udah, jangan macem-macem. Awas kamu, Tante sunat lagi," ancam Asyilla. Milo melayangkan hormat kepada Asyilla. Lelaki itu menarik Chanel untuk bersegera pergi dengannya.

"Ma, Kak Milo sama Kak Chanel pacalan, ya?" tanya Austin yang umurnya masih 3 tahun. Asyilla membulatkan matanya. Pasti ini ajaran Sarah.

"Nggak, Sayang. Mereka cuma temenan. Kaya Austin temenan sama Milly," balas Asyilla guna memberikan pemahaman yang benar untuk anaknya. Semenjak dirinya menjadi ibu dan istri, ia lebih mengontrol lisan dan tindakannya.

"Karena Papa kerja, Kak Chanel, Kak Berlin sama Kak Sydney lagi sekolah, gimana kalau Austin pergi berdua sama Mama. Mau nggak?" tanya Asyilla kepada putranya. Anak laki-laki itu mengangguk kuat.

SHOOT ON ME [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang